bnyk typo
🌹
****
Paginya, apartemen Alvaro sudah kedatangan dua temannya yang ingin bertemu dengan Nata. Alvaro yang masih setengah sadar akhirnya bangun dan berjalan ke pintu untuk membukanya.
"Udah jam 11, masih molor aja lo," celetuk Daniel begitu pintu terbuka.
"Nata mana? Nataaa~" teriak Brayan dengan semangat.
Alvaro langsung melotot, menahan suara temannya. "Pelanin suara lo, Nata masih tidur," ucapnya dengan nada rendah.
Brayan mengangkat tangan, minta maaf. "Oh, sorry, nggak tau."
Mereka berdua masuk dan duduk di sofa."Duduk aja dulu. Kalau mau makan, lihat di meja, kayaknya tadi maid udah siapin. Jangan ribut, gue mandi dulu," kata Alvaro sebelum meninggalkan mereka.
Setelah selesai mandi, Alvaro keluar dari kamar dan melihat kedua temannya yang asyik ngobrol sambil makan buah.
"Nata belum bangun?" tanya Brayan.
"Belum," jawab Alvaro sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Daniel melirik jam di dinding. "Tumben jam segini belum bangun. Semalam tidur jam berapa?"
"Jam 5 kalau nggak salah," jawab Alvaro santai.
Brayan langsung menatapnya curiga. "Lo ngapain anak orang sampai jam segitu baru tidur?"
Alvaro hanya mengangkat bahu tanpa menjawab.
Tiba-tiba suara Nata terdengar dari dalam kamar. "ALVARO, LO DIMANA? GUE CACATT!"
Alvaro buru-buru masuk ke kamar dan menemukan Nata duduk di tempat tidur dengan wajah cemberut. Matanya terlihat berkaca-kaca.
"Heii, udah bangun? Eh, kok nangis?" tanya Alvaro, langsung mengusap air mata Nata.
"Badan aku sakit semua. Mau bangun, tapi nggak bisa jalan," keluh Nata dengan suara lemah.
Alvaro tersenyum kecil, merasa bersalah. "Maaf, semalam aku kebablasan."
Nata menatapnya panik. "Aku nggak lumpuh kan? Masih bisa jalan?"
Alvaro terkekeh pelan. "Bisa, sayang. Itu Cuma sakit sementara. Sini, aku gendong ke kamar mandi. Di luar ada Brayan sama Daniel, mereka nungguin kamu."
"Nungguin aku? Kenapa? Ada urusan?" tanya Nata bingung.
"Kamu mandi aja dulu, nanti kalau udah selesai baru tanya mereka. Kalau udah siap, panggil aku, biar aku gendong lagi keluar," ucap Alvaro sebelum mengangkat Nata dan membawanya ke kamar mandi.
Setelah menutup pintu kamar mandi, Alvaro kembali ke ruang tamu.
"Lo udah tidur sama Nata, ya?" tanya Brayan langsung.
"Bukannya udah lama gue tidur sama dia?" tanya Alvaro balik
"Bukan tidur itu maksud gue aelah jangan sok polos lo, masa harus gue perjelas" brayan
Alvaro terkekeh pelan, lalu mengangguk tanpa ekspresi.
"Pakai pengaman, kan?" tanya Daniel, ikut penasaran.
Alvaro menggeleng kepala nya "Lupa."
Daniel dan Brayan langsung bereaksi. "Anjir! Terus lo keluarin dalam?"
Alvaro menyandarkan tubuhnya ke sofa. "nggak lah. Ya kali dalam, nanti Alvaro junior hadir. Tapi nggak apa-apa sih, gue suka. Cuma takut aja dia belum siap."
Brayan menggeleng-geleng. "Buset, lo ngebet banget."
Alvaro hanya tertawa kecil. "Suka-suka gue."
Tak lama kemudian, suara Nata terdengar dari dalam kamar mandi. "Al, aku udah selesai!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Alnata
General FictionAlvaro yang dingin pada semua orang di temukan dengan nata yang mampu merubah dirinya, dimana mereka berdua bertemu di suatu club malam. LAPAK BXB HOMOPOBIC MINGGIR❗ **** cerita fiksi bnyk typo