bnyk typo.
🌹
****
satu minggu berlalu sejak Nata diam-diam mengurus pergantian identitasnya. Tak ada seorang pun yang mengetahui rencananya, kecuali dua orang teman. Jika ada yang bertanya dari mana ia mendapatkan uang untuk mengurus semuanya, jawabannya sederhana, tabungan. Sejak dulu, uang jajan yang diberikan Rito tidak pernah ia habiskan sepenuhnya, sebagian selalu ia sisihkan. Ditambah lagi, ketika masih bersama Alvaro, pria itu kerap memberinya uang lebih, dan Nata selalu menabungnya.Setelah semua urusan administrasi selesai, ia langsung memesan tiket untuk meninggalkan kota ini. Namun, sebelum benar-benar pergi, ia mengajak Devin dan Azzalea bertemu untuk membicarakan apartemennya. Tanpa banyak penjelasan, ia menyerahkan semua tanggung jawab apartemen kepada mereka. Devin dan Azzalea tentu saja bingung dengan keputusan tiba-tiba ini, tetapi Nata meyakinkan mereka bahwa ia hanya ingin pergi berlibur sebentar.
Sore itu, saat semua persiapannya sudah beres, ia membuka ponselnya dan mengirim pesan ke grup yang berisi dirinya, Riyan, dan Gilang.
🐻🐼🌻
Lang, yan
Gilang: Oii?
Riyan: Knp?
Gue blh minta tlg nggak?
Gilang: apa tuh? Lo ngidam apa?
Bukan ngidam. Pertama-tama, gue mau blg mksih bnyk buat kalian berdua krna selalu ada buat gue akhir-akhir ini. Gue mau minta tolong….. tolong jaga rahasia kalau gue sedang hamil
Gilang: lo knp nat? Kita emang nggak bakal kasih tahu siapa-siapa, tapi yang namanya durian mau disimpan di mana pun tetap bakal tercium. Kita bisa berusaha nutupin, tapi lo sendiri tahu kan, perut lo sebentar lagi bakal kelihatan? Bahkan anak kecil pun bakal tahu
Riyan: ad yg ganggu lo?
Nggak, yan
Itu dia makanya, Gue lagi berusaha menutupi perut gue semampu mungkin. Gue mohon ya, jangan kasih tahu siapa pun. Kecuali orang itu adalah Alvaro.
Gue mau pergi. Sekali lagi, gue mohon kalian jangan cari gue. Biar Alvaro yang nyari, itu pun kalau dia mau, wkwkwk. Kalau nggak juga nggak apa-apa.Gilang: Nata...? Please jangan dulu berbuat aneh-aneh. Tunggu di situ, gue sama Riyan ke sana sekarang.
Jangan, Lang. Gue udah nggak ada di apartemen. Ingat ya, jangan cari gue, kecuali Alvaro sendiri yang datang nyari. Kalau saat dia balik ternyata sudah ada orang lain yang dampingi dia, biarin aja. Kalian cukup kasih tahu kalau dia udah punya anak, tapi jangan suruh dia cari gue. Biarkan dia bahagia sama pilihannya. Tapi kalau dia masih sendiri, suruh dia datang jemput gue dan anaknya
Riyan: Hati-hati, Nata. Gue percaya lo bisa. Mungkin ini keputusan terbaik buat lo. Jaga keponakan gue baik-baik. Kalau nanti lo mau balik, tanpa harus nunggu Alvaro, kabari ya. Gue jemput. Kapan aja, gue siap
Gilang: Riyan, lo bakal biarin Nata pergi? Dia sendiri, Yan
Riyan: Itu keputusan yang dia ambil. Kita nggak perlu terlalu ikut campur
Gilang: Oke. Kabari gue, Winata, kalau lo mau balik. Gue sayang lo, Nat
Gilang: nata???
Gilang: babi!!! Lo udah pergi??
Gilang: ARGHHH!! Gue bunuh Alvaro! Nata, kalau sampai dia nggak bawa lo balik. ANJING!!
Gilang: yan, lo di mana?

KAMU SEDANG MEMBACA
Alnata
General FictionAlvaro yang dingin pada semua orang di temukan dengan nata yang mampu merubah dirinya, dimana mereka berdua bertemu di suatu club malam. LAPAK BXB HOMOPOBIC MINGGIR❗ **** cerita fiksi bnyk typo