bnyk typo
🌹
****
Setelah selesai bermain mereka pulang ke rumah masing-masing, Nata dan Alvaro membersihkan diri di apartemen. Rutinitas biasa menjelang tidur kembali dilakukan. Seperti biasa, Alvaro membuat susu untuk dirinya. Setelah selesai, dia duduk di sofa sejenak sambil meminum susunya, lalu bergabung tidur di kamar bersama Nata.
Dia menutup matanya, mencoba untuk tidur, namun selang beberapa menit suara Nata terdengar.
"Al, udah tidur?" suara Nata terdengar pelan.Alvaro menggumam, "Hmm?" tanpa membuka matanya.
"Menurut lo, Riyan sama Gilang cocok nggak?" tanya Nata sambil menatap langit-langit kamar.
Alvaro membuka matanya lalu melirik Nata dengan alis sedikit terangkat. "Cemburu?"
Nata langsung menggeleng. "Nggak. Gue cuma nanya. Mereka tuh akhir-akhir ini keliatan deket banget, gue penasaran aja, menurut lo gimana?" jelasnya dengan nada serius.
Alvaro menoleh ke samping, menatap Nata sambil tersenyum tipis. "cocok. Riyan yang pendiam tapi perhatian sama Gilang yang bawel dan penuh semangat. Mereka saling melengkapi," jawab Alvaro santai.
Nata mengangguk pelan, merenung sesaat. "benar juga sih." gumamnya.
Alvaro kembali menutup matanya. "Udah, tidur sana. Jangan mikirin orang lain mulu," katanya sambil mengacak pelan rambut Nata.
Nata terkikik kecil, lalu memiringkan tubuhnya menghadap Alvaro. "Iya-iya, tidur. Malem, Al."
"Malem," jawab Alvaro singkat sebelum akhirnya hening memenuhi kamar mereka.
~
Besoknya, Alvaro bersiap ke kantor seperti biasa. Namun, dia menyadari Nata masih tidur di Kasur samil memainkan hpnya.
"nggak kuliah?" tanya Alvaro sambil merapikan dasinya.
"Malas, hari ini gue nggak mood," jawab Nata santai.
"Lo nggak kuliah?" tanya Alvaro sambil merapikan dasinya.
"Malas, hari ini gue nggak mood," jawab Nata santai.
Alvaro mendekati Nata dengan tatapan serius. "Lo nggak bisa seenaknya bolos. Kampus itu penting."
"kali ini aja, gue lagi malas banget, serius."
Alvaro mendesah, mencoba menahan rasa kesalnya. Dia mengeluarkan ponselnya dan mulai menekan nomor.
"Lo mau ngapain?" tanya Nata sambil duduk tegak, mulai curiga."Ngabarin dosen lo, bilang izin, sehari nggak hadir berpengaruh di nilai lo"
"nggak usah, Gue nggak minta lo buat izin ke siapa-siapa" seru Nata, panik.
"Terlambat," jawab Alvaro dingin sambil menempelkan ponselnya ke telinga.
Setelah menghubungi dosen dan meminta izin untuk Nata, Alvaro bersiap pergi ke kantor.
"gue ke kantor dulu. Kalau ada apa-apa, kabarin gue," ucap Alvaro sebelum pergi.Di kantor, Alvaro makan siang bersama Brayan dan Daniel di kantin. Suasana santai tapi Brayan mulai melontarkan pertanyaan.
"Gimana hubungan lo sama Nata?" tanya Brayan
"Nggak gimana-gimana," jawab Alvaro singkat sambil menyeruput kopinya
"var,lo nggak niat maju satu langkah?" komentar Daniel sambil menggigit roti lapisnya.
Alvaro mendesah berat. "untuk sekarang belum, soalnya dia nggak suka sama gue. Dia Sukanya sama Gilang."
Daniel terkekeh sambil menggelengkan kepala. "Dodol banget lo. Kalau lo tau dia suka Gilang, kenapa nggak kasih dia perhatian lebih? Jangan cuma mandangin dia doang." "Perasaan dulu sama mika lo nggak se lambat ini deh” lanjut Daniel

KAMU SEDANG MEMBACA
Alnata
General FictionAlvaro yang dingin pada semua orang di temukan dengan nata yang mampu merubah dirinya, dimana mereka berdua bertemu di suatu club malam. LAPAK BXB HOMOPOBIC MINGGIR❗ **** cerita fiksi bnyk typo