alnata 12

1.2K 67 1
                                    

bnyk typo

🌹

****

Keesok harinya, alvaro datang lebih awal ke rumah rito. Di sana sudah terlihat jelas barang-barang nata di teras rumah. Alvaro memarkirkan mobilnya dan turun

“selamat pagi om, tante” sapa alvaro pada rito dan istrinya

Rito tersenyum “pagi,”

Istrinya rito melihat alvaro dengan senyum cerah “pagi alvaro, mau masuk dulu?” tawarnya

Alvaro menggeleng kepalanya “terimakasih tante, tapi saya harus balik cepat karena harus ke kantor”

“oh iya, nanti kamu kapan-kapan ke sini lagi” ujar maminya riyan

Alvaro hanya membalasnya dengan senyum tipis lalu menghadap ke arah nata yang sudah siap dengan barang-barangnya “udah gue bilang jangan terlalu banyak bawa barang” 

“lo pikir gue Cuman bawa satu baju apa? Ini semua kebutuhan gue” ucap nata dengan memegang sebuah koper besar dan ranselnya

Alvaro terkekeh pelan, melangkah mendekat untuk membantuu mengangkat koper nata “masih pagi udah marah-marah”

Rito yang berdiri di ambang pintu mengamati mereka dengan ekspresi datar “ingat alvaro. Kalau nata sampai bikin masalah, tanggung jawab ada di kamu, saya tidak mau dengar keluhan karena ini kamu sendiri yang minta”

“iya om” jawab alvaro dengan tersenyum tenang

Nata melirik rito dengan ekspresi tak percaya “om, nata ngga bakal bikin masalah. Om tenang aja”

“hmm” balas rito sebelum masuk ke dalam rumah tanpa menunggu alvaro dan nata pergi

“alvaro tante masuk dulu yah, kamu hati-hati” ucap maminya riyan pada alvaro lalu masuk mengikuti suaminya.

Nata mendesah pelan, menatap pintu yang sudah tertutup rapat “selalu aja kayak gitu” gumamnya

Alvaro menepuk bahunya ringan dia mendengar gumamnya nata tapi lebih baik tidak usah di perjelas biarkan saja semuanya cepat berlalu “ayo”

Sebelum masuk ke dalam mobil nata mengirim pesan pada gilang, karena lelaki itu mau ikut mengantarkan nata tapi sampai sekarang tidak datang-datang.

Setelah memasukan semua barang ke dalam bagasi, mereka masuk kedalam mobil. Perjalanan terasa tenang, hanya di iringi suara music lebut yang diputar nata

“al lo ngga ngejual gue buat bisnis kan?” tanya nata memecahkan keheningan

Alvaro tertawa kecil melirik nata sekilas “emang ada yang mau beli?” tanya alvaro balik

nata menghelah nafasnya baru saja ketemu tapi alvaro sudah membuatnya kesal “ada banyak. gue cantik, ganteng, manis, lucu, imut, jago masak, penurut, tidak sombong, pintar yah meskipun kadang ngeleg otak gue kalau di kasih tugas sama dosen tapi gapapa”

“gantengnya dari mana?” tanya alvaro lagi

Nata memegang pipi alvaro, memaksa al untuk menatapnya “nih liat ganteng kan?”

Alvaro menatap nata sekilas lalu melepaskan tangan nata di pipinya, dia Kembali fokus membawa mobil, untung saja jalanan masih sepi “jelek”

“jelek pala lo, gini-gini banyak yang naksir gue yah” kesal nata menyandarkan kepalanya di kursi mobil

“sakit mata kali tuh orang”

Nata menarik rambut alvaro “lo yang sakit mata!”

Alvaro meringis kesakitan “nat gue becanda” ujar alvaro berusaha melepaskan tangan nata dari kepalanya

Nata mengengam kuat ramput alvaro.
membuat alvaro kesusahan melepas tangan nata dari kepalanya “ampun nat, lepas nanti kita tabrak kendaraan di depan”

AlnataTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang