bnyk typo
🌹
****
Sekitar pukul setengah sepuluh, Alvaro tiba di kontrakan Nata. Pintu rumah sudah tertutup rapat. Ia mengetuk beberapa kali, tapi tak ada jawaban dari dalam.
"Nata udah pergi kerja" suara seorang wanita tiba-tiba terdengar.
Alvaro menoleh dan melihat Karin, yang baru saja keluar rumah, tampaknya hendak pergi ke tokonya.
"Anak-anak?" tanyanya, berharap setidaknya mereka masih ada di rumah.
Karin meliriknya sekilas sebelum menjawab, "Menurut lo mereka di mana? Udah jam segini, ya jelas pergi sekolah."
Alvaro menghela napas. "Kakak masih sakit, kenapa tetap pergi sekolah?" nada suaranya terdengar datar, tapi ada sedikit kekhawatiran yang tersirat.
Karin mengangkat bahu santai. "Mana gue tahu."
Setelah beberapa detik hening, Karin kembali membuka suara. "Mau ikut ke tempat kerja Nata nggak?" tanyanya tiba-tiba.
"Boleh?" Alvaro menatapnya dengan penuh harap.
Karin mengangguk. "Iya, ayo."
Mereka pun masuk ke dalam mobil. Saat perjalanan, suasana sempat hening beberapa saat sebelum Alvaro membuka percakapan.
"By the way, kenalin, gue Alvaro," ucapnya sambil melepaskan satu tangan dari setir dan mengulurkan tangan ke arah Karin.
Karin meliriknya sekilas sebelum akhirnya menerima uluran tangan itu. "Karin."
Alvaro tersenyum kecil. "Makasih banyak udah bantu Nata selama ini."
Karin hanya mengangkat bahu. "Nggak perlu bilang makasih. Nata itu teman gue, jadi wajar kalau dia butuh bantuan, gue bakal bantu."
Alvaro mengangguk, sedikit lega mendengar jawaban itu.
"Untung lo datang cepat," lanjut Karin santai. "Kalau nggak, dikit lagi gue jodohin nata sama teman gue."
Alvaro terkekeh kecil. "Iya, semalam Nata udah cerita soal itu."
Karin ikut tersenyum, lalu mengarahkan pandangannya ke jalanan di depan mereka. Perjalanan pun berlanjut dalam keheningan yang lebih nyaman.
Setibanya di toko bunga tempat Nata bekerja, Karin langsung mengajak Alvaro masuk. Begitu masuk, pandangan Alvaro langsung tertuju pada sosok Nata yang tampak sibuk menyusun bunga.
"Gue boleh samperin Nata?" tanya Alvaro meminta izin.
"Boleh, yang penting jangan ganggu kerja dia. Gue ke ruangan dulu," jawab Karin sebelum melangkah pergi.
Alvaro mengangguk, lalu berjalan mendekati Nata. Ia tersenyum kecil sebelum menyapa, "Pagi, cantik."
Nata yang masih fokus dengan pekerjaannya spontan mengalihkan pandangannya begitu mendengar suara itu. Namun, senyum yang muncul di wajahnya terasa kaku, apalagi setelah menyadari bahwa teman-teman kerjanya mulai melirik mereka berdua dengan penuh rasa ingin tahu.
"Ngapain ke sini?" tanyanya pelan.
"Kenapa? Nggak boleh?" Alvaro balik bertanya dengan nada bercanda.
"Iya, gak boleh" ujar Nata sambil menghela napas. "Siapa yang kasih tahu tempat kerja aku? Semalam kan aku nggak ngasih tahu." semalam nata hanya menceritakan kalau dia kerja di toko bunga karin, tapi tidak dia kasih tahu di mana tempatnya
"Pemilik tokonya sendiri yang ngajak," jawab Alvaro santai. "Mau aku bantu?" tawarnya.
Nata menatapnya ragu "Emang bisa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Alnata
Aktuelle LiteraturAlvaro yang dingin pada semua orang di temukan dengan nata yang mampu merubah dirinya, dimana mereka berdua bertemu di suatu club malam. LAPAK BXB HOMOPOBIC MINGGIR❗ **** cerita fiksi bnyk typo
