65/65

2.6K 146 6
                                        

Satu bulan berlalu.

Joanna merasa sangat tertekan sekarang. Karena Jessica dan Rena tidak kunjung kembali ke Surabaya. Padahal Jeffrey sudah setiap hari mengusir mereka.

Seperti sekarang. Ini masih jam lima. Namun Jeffrey dan Kevin sudah membuat rencana untuk memulangkan Jessica beserta Rena ke Surabaya. Hari ini juga. Dengan bantuan Rendy dan Liana yang sengaja didatangkan kembali oleh mereka.

"Nanti Ibu dan Bapak harus tegas! Jangan takut pada mereka!" ucap Jeffrey saat mereka keluar dari lift. Sedangkan Kevin yang berada di belakang hanya mengangguk kecil. Karena dia pun setuju dengan ucapan si ayah saat ini.

"Seharusnya kamu yang mengusir mereka, Jeff. Bukan malah kita. Nanti kalau hubungan kami dengan Mamamu jadi buruk bagaimana?" tanya Liana yang memang merasa tidak enak. Dia sebenarnya enggan datang. Enggan bertengkar dengan besan. Namun setelah tahu jika ASI Joanna tidak kunjung keluar karena stress berkepanjangan, mau tidak mau dia dan suaminya harus datang. Demi kesehatan si anak dan si cucu juga.

"Aku sudah mengusir mereka setiap hari, Bu! Tapi mereka tetap saja tidak mau. Sampai pusing sendiri aku. Kalau ada Ibu dan Bapak, mungkin Mama akan luluh dan mau pulang ke Surabaya."

"Ya sudah, nanti akan kami coba. Semoga saja keputusan ini benar."

"Aminnn, Pak." Jeffrey mengangguk cepat setelah Rendy berbicara.

Begitu pula dengan Kevin yang sejak tadi diam saja. Karena tidak ingin kelepasan memanggil Jeffrey Papa. Mengingat Rendy dan Liana masih belum tahu jika dia adalah darah daging menantunya. Hasil dari pembuahan dengan Serena.

Ceklek...

Pintu unit terbuka. Serena yang sedang memasak terkejut saat melihat orang tua Joanna datang. Bersama Jeffrey dan Kevin juga. Padahal tadi, mereka pamit ingin jogging saja. Namun justru membawa tamu yang tidak diundang.

"Om, Tante..." sapa Rena setelah mencuci tangan. Lalu menyalami Rendy dan Liana. Karena dia memang berhubungan baik dengan mereka. Sama seperti Jessica juga. Sehingga dia tidak akan menyangka jika akan kembali diusir nantinya.

"Kok datang tidak bilang? Ada apa?" tanya Jessica yang baru saja keluar kamar. Dia berniat mengecek keadaan Juno di kamar anaknya. Karena dia memang memiliki akses 24 jam di kamar mereka. Selagi Juno berada di dalam.

"Jeffrey bilang kalau ASI anakku masih belum keluar. Kok kamu tidak bilang apa-apa?" tanya Liana setelah menyalami besannya. Diikuti Rendy juga. Karena mereka memang tidak berniat bertengkar sebenarnya. Namun ucapan Jessica saat menyapa justru membuat mereka merasa tidak enak.

"Dokter bilang kalau itu wajar. Aku sudah bekerjasama dengan dokter gizi juga. Setiap hari aku dan Rena sudah menyiapkan makanan khusus untuk Joanna. Supaya nutrisi yang didapat-"

"Nutrisi saja tidak cukup, Ma. Mama lupa kalau dokter mengatakan jika ini dipengaruhi stress juga? Joanna seperti ini karena dia merasa tertekan akan kehadiran Mama dan Rena!"

Selaan Jeffrey membuat Jessica naik pitam. Alisnya langsung diadu sekarang. Sama seperti Rena yang mulai melirik Kevin tajam. Karena sadar jika kedatangan mereka pasti adalah rencana si anak dan Jeffrey juga.

"Mama dan Rena di sini justru membantu kalian, ya! Tanpa Mama dan Rena, kebutuhan nutrisi Joanna dan Juno tidak akan terpenuhi! Juno juga tidak akan bisa bertahan sampai lahir!"

"Maksudnya apa kamu berbicara seperti itu, Jess?" tanya Liana tidak terima. Karena dia dan suaminya memang tidak tahu tentang keguguran Joanna yang sebelumnya. Sehingga dia agak tersinggung akan ucapan si besan.

Jessica yang keceplosan agak panik sekarang. Karena dia dan Jeffrey sepakat untuk menyembunyikan hal ini dari mereka. Tentang keguguran Joanna dan status Kevin di keluarga mereka. Tentu saja hal ini atas persetujuan Joanna juga. Karena dia tidak merasa butuh perlindungan dari Rendy dan Liana sekarang.

"Aku menyesal karena tidak datang lebih awal! Pantas saja ASI anakku tidak keluar! Dia pasti stress karena kamu yang sok paling berjasa ini selalu koar-koar di depannya! Lebih baik kamu pulang! Mulai sekarang aku yang akan menjaga anakku! Jadi kamu tidak perlu takut dia dan cucuku kekurangan nutrisi karena tidak ada yang mengurus!"

Jessica ingin membantah, namun tatapan tajam Jeffrey membuat dirinya bungkam. Sebab dia memang sudah sejak lama ingin mengatakan tentang Kevin pada sang mertua. Namun selalu Jessica halangi tentu saja. Karena takut mereka murka dan akhirnya membawa Joanna dan cucunya pergi darinya. Mengingat selama ini, Rena dan Kevin masih berkeliaran di sekitar mereka.

Ya. Jessica sebenarnya tahu dan sadar jika perbuatannya ini sangat menyakiti Joanna. Namun entah kenapa dia menjadi buta akan itu semua. Sehingga mengabaikan perasaan si menantu yang dulu begitu dipuja.

"Aku akan bantu Mama mengemasi barang!" seru Jeffrey dengan senyum yang mengembang. Diikuti Kevin juga. Karena dia ingin mengemasi barang-barang Rena agar tidak ada yang tertinggal. Supaya dia tidak memiliki alasan untuk kembali datang.

Mau tidak mau Jessica dan Rena kembali ke Surabaya pada hari itu juga. Jeffrey dan Rendy yang mengantar. Sedangkan Kevin dan Liana lebih memilih tinggal di apartemen bersama Joanna dan Juno yang baru saja menangis kencang. Karena haus tentu saja. Sehingga Kevin yang sudah terbiasa membuatkan susu untuk adiknya langsung siap siaga.

"Aku bisa merawat Juno sendiri. Kalian bisa pulang nanti." ucap Joanna yang sedang sarapan bersama Kevin. Sedangkan Liana tengah memangku si bayi di atas sofa depan TV. Karena dia sudah sarapan bersama si suami di kereta tadi.

"Iya, kita akan pulang besok pagi."

Kevin menatap Joanna sedih. Karena merasa jika wanita ini sedang dalam keadaan tidak baik. Padahal seharusnya, dia bahagia karena memiliki bayi.

"Mama pengen makan sesuatu? Aku belikan setelah pulang les nanti." bisikan Kevin membuat Liana melirik. Karena dia jelas agak merasa terganggu akan kehadiran Kevin. Sebab anak itu ditinggal oleh ibunya di sini. Meski sebenarnya tidak masalah juga bagi Joanna dan Jeffrey, karena kehadiran Kevin bisa meringankan sedikit beban orang tuanya untuk mengurus bayi.

"Tidak ada."

Kevin mengangguk kecil. Lalu meletakkan beberapa potong daging ke piring si ibu tiri. Karena wanita itu memang hanya makan sedikit jika tidak diawasi.

Satu bulan kemudian.

ASI Joanna tidak kunjung keluar. Padahal Jeffrey sudah tidak ke kantor sejak si istri melahirkan. Sehingga dia bisa fokus mengurus si istri dan anak. Meski harus mencuri-curi waktu sekitar tiga sampai empat jam untuk bekerja. Karena dia sudah memiliki banyak karyawan yang bisa mengurus para kliennya.

"Aku memang tidak becus jadi ibu!" seru Joanna setelah berkali-kali meremas dada. Tentu saja dibantu Jeffrey juga. Karena mereka masih berusaha agar Juno bisa mendapat ASI dari ibu kandungnya, meski sekarang dia sudah terbiasa meminum susu formula.

"Sabar, Sayang. Di luar sana ada yang seperti ini juga. Kamu tidak perlu berkecil hati seperti ini, ya?" Jeffrey mulai menghapus air mata istrinya. Lalu membantu membereskan alat pompa ASI yang sebelumnya terpasang. Karena hampir satu jam mereka berusaha mendapatkan ASI namun berujung gagal.

"Mamamu bilang kalau akan kembali datang jika ASIku tidak kunjung keluar. Aku tidak mau Jeffrey! Aku tidak mau mereka datang lagi!"

"Iya, aku akan berusaha agar mereka tidak datang. Kamu tenang saja, ya?"

Jeffrey memeluk Joanna. Saat ini mereka sedang duduk di tepi ranjang. Sembari menatap Juno yang sedang tidur nyenyak.

"Janji?"

"Iya, aku janji!"

"Kalau sampai mereka menginjakkan kaki di sini lagi, aku yang akan pergi dari sini!"

"Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi."

Jeffrey mengusap punggung istrinya. Dia berusaha menenangkan. Meski sebenarnya dia merasa was-was juga. Karena takut usahanya kembali gagal. Mengingat selama ini dia selalu gagal mengusir ibunya dan Rena tanpa bantuan siapa-siapa.

Di lain tempat, Jessica dan Rena baru saja tiba di bandara. Mereka membawa koper juga. Karena sudah berniat mengunjungi Joanna dan bayinya. Guna membuktikan sendiri apakah ASI Joanna sudah keluar seperti apa yang sudah diharapkan. Mengingat Kevin, Jeffrey dan Joanna kompak tidak pernah membalas pesan dan panggilan mereka selama satu bulan ke belakang.

Kalau mau baca duluan bisa di karyakarsa.

Tbc...

GET TO KNOW BETTER [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang