Joanna terkekeh sekarang. Lalu kembali menatap makanan. Karena masih lapar. "Lebih baik kita lanjut makan dulu. Nanti kita bicarakan lebih lanjut."
Mega yang mendengar itu jelas menurut saja. Namun dia tidak lagi nafsu makan. Mengingat perbincangan ini begitu mendebarkan.
Apalagi satu bulan adalah waktu yang singkat. Mega sanksi jika Joanna bisa langsung menerima dirinya. Mengingat waktu pendekatan mereka begitu singkat.
Satu bulan—itu waktu yang singkat, bukan? Tolong yakinkan Mega jika memang tidak.
Selesai makan, Joanna dan Mega membersihkan peralatan makan bersama. Lalu meminum es kopi di tepi kolam. Sembari berjemur di kursi panjang.
"Aku jadi ngantuk, padahal baru saja bangun tidur." Joanna menguap. Lalu menoleh ke arah Mega yang sedang duduk bersila sembari memangku laptopnya. Karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan segera.
"Mungkin karena kualitas tidurmu buruk, makanya masih ngantuk." Mega mulai menutup laptopnya. Karena pekerjaan urgent yang diminta orang kepercayaannya sudah selesai sekarang.
Joanna mengangguk saja. Lalu meminum es kopi buatan Mega hingga tandas. Agar rasa kantuk menghilang.
"Mega, aku nyaman berada di sini. Entah karena tempat ini, atau karena ada kamu di sini." Ucapan Joanna yang tiba-tiba membuat Mega tersedak. Karena dia baru saja meminum esnya.
Uhuk...
Joanna terkekeh pelan. Lalu meraih beberapa lembar tisu di atas meja. Lalu diberikan pada si pria.
"Aku nyaman denganmu, aku menyukaimu dan aku rasa, bukan ide buruk untuk memulai hubungan baru denganmu. Tapi aku tidak mau terburu-buru." Joanna menyunggingkan senyum. Lalu menatap depan karena banyak burung yang akan minum di air kolam.
"Aku ingin kita menikmati masa-masa ini lebih lama. Menikmati perasan mendebarkan saat bertemu orang yang disuka, merencanakan kegiatan yang belum pernah dilakukan bersama, bercerita tentang kehidupan yang sebelumnya dan masih banyak lagi sebenarnya. Aku ingin hubungan yang santai saja, tidak perlu terburu-buru untuk menikah. Karena kamu tahu sendiri, aku pernah gagal." Joanna kembali menatap Mega. Senyumnya masih belum pudar. Seolah dia sudah merelakan masa lalunya dan sudah siap membuka lembaran baru sekarang.
"Kamu serius?" tanya Mega dengan suara lirih. Dia benar-benar merasa terkejut saat ini. Tidak menyangka jika Joanna bisa menyukainya saat ini.
"Apa sekarang aku terlihat sedang bercanda padamu?"
Mega menggeleng cepat. Membuat Joanna terkekeh dan bangkit dari kursinya. Lalu mendekati Mega yang ada di kursi sampingnya.
"Mega, aku serius. Aku juga menyukaimu. Jadi, ayo kita berhubungan dengan serius!"
Mega yang masih shock diam saja. Antara senang dan takut tentu saja. Karena takut dipermainkan. Mengingat ini begitu mudah. Padahal dia tahu Jeffrey begitu dalam menaklukan si wanita.
"Maksudnya tidak seserius itu, bagaimana, ya maksudnya..." Joanna tampak kebingungan. Membuat Mega yang paham apa maksudnya mulai bangkit dari duduknya. Meraih kedua tangan si wanita yang sudah berdiri di dekatnya.
"Aku paham. Aku juga menaruh perasaan. Jadi sekarang, kita resmi pacaran?"
Joanna tidak sanggup menahan senyumnya. Dia mengangguk singkat. Membuat Mega langsung memeluknya. Sembari mencubit lengan diam-diam. Karena masih tidak percaya jika Joanna memiliki rasa yang sama.
"Aku masih tidak percaya kamu juga menyukaiku. Maksudku, kenapa bisa secepat itu?" tanya Mega di tengah pelukan. Membuat Joanna mulai membalas pelukan.
"Aku juga tidak menyangka bisa begitu mudah membuka hati padamu." Joanna memejamkan mata. Rasanya dia tidak percaya akan kembali menjalin cinta. Mengingat dia agak terguncang akan hubungan yang sebelumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GET TO KNOW BETTER [END]
RomanceJoanna dan Jeffrey menikah karena perjodohan. Kisah klise yang sering berakhir menyedihkan. Namun Joanna berusaha menolak segala penderitaan. Sebab tidak ingin berakhir menyedihkan karena menikahi pria yang masih belum selesai dengan masa lalunya.
![GET TO KNOW BETTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/382375072-64-k953488.jpg)