Jeffrey sudah berbicara dengan Serena dan Kevin untuk membahas hal ini. Tentang masa depan kehidupan mereka nanti, pasca fakta besar ini diketahui.
Sama seperti keputusan yang sudah diambil oleh Sandi dan Jessica kemarin, jika Rena dan Kevin akan tinggal di rumah ini. Untuk sementara Sampai Joanna mengetahui fakta jika Kevin adalah anak kandung Jeffrey. Sebab keputusan final lain tetap akan diambil jika Joanna sudah menyepakati.
"Mama tidak mau ikut campur. Ini masalahmu, kamu yang harus berbicara sendiri dengan istrimu. Mama tidak akan bantu!"
Jeffrey tampak kalut. Sebab dia benar-benar takut Joanna murka akan hal itu. Mengingat semenyeramkan apa Joanna saat marah besar akan sesuatu.
"Iya, Ma. Aku akan bicara sendiri soal hal ini. Tapi aku butuh waktu, aku tidak bisa membicarakan hal ini secepat itu. Untuk itu, aku ingin Mama dan Papa merahasiakan hal ini. Sampai aku mengatakan sendiri."
Jessica dan Sandi saling tatap, lalu menangguk singkat. Karena mereka jelas tidak mau Joanna murka dan akhirnya meminta berpisah. Sebab bagaimanapun juga, dia tidak ingin Jeffrey menjadi duda. Meski tahu jika ada Rena yang siap menggantikan istrinya.
"Mama tidak ingin ada perceraian. Sebisa mungkin pertahankan pernikahan kalian!"
Jeffrey menangguk cepat. Dia baru saja mendapat tepukan di bahu kanan oleh ayahnya. Karena dia tahu Joanna pasti akan marah besar dan mungkin saja akan mengajukan perceraian saat itu juga. Sehingga Jeffrey harus pintar-pintar bernegosiasi untuk mempertahankan pernikahan.
Setelah berbicara dengan orang tuanya, Jeffrey menemui Kevin yang sedang belajar. Guna berpamitan. Karena dia akan pulang dan mungkin akan berkunjung dua hari sekali saja. Mengingat jarak rumah dan kantor cukup jauh dengan rumah orang tuanya.
"Seharusnya kita bisa berkumpul sekarang. Maaf karena sudah menempatkan kamu dalam keadaan yang tidak nyaman."
Kevin mengangguk pelan. Dia menatap Jeffrey penuh binar. Apalagi saat kepalanya diusap pelan oleh si pria.
"Its okay, Pa. Aku tahu Papa sedang berusaha memperbaiki ini semua. At least aku tahu sedang diusahakan, itu sudah lebih dari cukup, Pa. Karena akhirnya, aku merasa diinginkan. Aku bisa merasakan punya ayah. Apalagi itu Papa."
Jeffrey yang mendengar itu jelas mulai berkaca-kaca. Dia mengecup kepala Kevin berulang, lalu memeluk kepalanya. Sebab dia begitu merasa bersalah. Karena telah menelantarkan si anak. Sejak bayi hingga sekarang.
Lebih parah lagi saat dia secara sadar mengabaikan Kevin sebelumnya. Saat si anak mencoba mencari perhatiannya. Dengan mengusik Joanna, istrinya.
Iya. Sejak pertama kali Kevin di tinggal rumahnya, dia sudah tahu jika mereka sedarah. Namun dia berusaha menahan diri untuk tidak mengungkapkan karena sudah berjanji pada ibunya. Sampai ketika Kevin tahu jika Joanna tidak sebaik yang dikira, perlahan dia mulai memberontak. Merengek pada ibunya untuk segera membeberkan fakta yang sudah lama disembunyikan. Jika dirinya adalah anak kandung Jeffrey Iskandar.
"Papa akan menebus semuanya. Papa akan memberikan banyak cinta untukmu mulai dari sekarang."
Kevin mengangguk kecil. Dia juga membalas pelukan pria ini. Pria yang sejak kecil sudah disukai. Karena Rena sudah mengenalkan dirinya pada Jeffrey meski fakta jika mereka berhubungan secara biologis belum diketahui.
———
Jeffrey tiba di rumah pada jam satu malam. Tubuhnya terasa pegal. Karena sejak pagi hingga sekarang dia tidak kunjung beristirahat.
Beruntung saja besok masih libur kerja. Sehingga dia bisa bangun siang dan menikmati tidur lebih lama. Bersama istri tercintanya.
Selesai mandi dan berganti pakaian, Jeffrey mulai naik ranjang. Mendekati istrinya yang kini tidur membelakangi dirinya. Padahal sebelumnya, dia masih terlentang.
"Maaf kalau sejak kemarin aku terlalu keras padamu." Jeffrey berbisik pada Joanna. Lalu merapikan anak rambut yang menutupi wajah istrinya.
"Aku tahu kamu juga pasti tidak bisa tenang jika masih berkonflik dengan keluargamu. Aku marah karena tidak mau kamu berlarut-larut menanggung masalah itu. Sekarang ada aku, kamu bisa berbagi denganku agar setidaknya, kamu bisa tidur dengan nyenyak di sampingku."
Jeffrey mulai merebahkan badan. Dia ikut tidur miring menghadap Joanna. Lalu memeluk wanita itu dari belakang. Sembari mengusap rambutnya.
Joanna yang sejak tadi memang masih terjaga mulai menitikkan air mata. Dia tidak semarah itu pada Jeffrey sebenarnya. Karena tahu maksudnya baik juga. Namun entah kenapa dia selalu merasa kesal saat membahas keluarga. Sehingga hal buruk yang akhirnya tersampaikan.
Jeffrey dan Joanna mulai terlelap tidak lama kemudian. Karena mereka sama-sama lelah mungkin saja. Dengkuran halus juga mulai terdengar dari keduanya. Seolah kompak meski di alam bawah sadar.
Besoknya, Jeffrey bangun jam sembilan. Dia sudah tidak menemukan Joanna di sampingnya. Pertanda jika wanita itu telah bangun mendahului dirinya.
Jeffrey langsung meraih ponselnya, membalas pesan Kevin yang sejak semalam dimimpikan. Dia bermimpi sedang liburan di pantai bersama si anak dan istrinya. Tentu saja istri di sini Joanna dan bukan Rena.
Karena setelah tertarik dengan Joanna, kehadiran Rena benar-benar sudah tidak lagi Jeffrey pedulikan. Cintanya sudah habis mungkin saja. Sehingga kini, hanya ada Joanna yang terlihat. Mau seburuk apapun perlakuan si wanita pada keluarganya.
Ya. Jeffrey tahu jika kelakuan Joanna memang red flag sebenarnya. Namun dia berusaha untuk menerima. Berusaha untuk mengerti apa yang wanita itu lakukan pada keluarganya. Apalagi mereka terhitung masih baru mengenal juga. Sehingga dia masih mencoba untuk menoleransi semuanya. Sampai dia tahu kebenarannya.
"Kevin datang!"
Jeffrey yang akan meletakkan ponsel di atas meja mulai menatap pintu yang baru saja terbuka. Dia menatap Joanna yang kini berwajah merah padam. Entah apa yang baru saja dihadapi sebelumnya.
"Kevin? Ada perlu apa? Dengan siapa?" Jeffrey bangkit dari ranjang. Mendekati Joanna yang kini justru berkaca-kaca.
"Kevin anakmu? Dia anakmu dengan Rena? Jeffrey, ini tidak benar, kan?"
Jeffrey terdiam sejenak. Dia membeku di tempat. Karena dunia terasa berhenti berputar. Hingga tamparan mendarat di pipi kanan dan membuatnya kembali tersadar.
PLAK...
"BAJINGAN!"
Joanna menampar Jeffrey sangat kencang. Meski telapak tangannya terasa sakit sekarang. Air matanya juga mengalir perlahan, pertanda jika sakit hatinya sudah tidak tertahankan.
Tenang gengs, di sini Joanna nggak bakalan banyak nangis. Karena di sini dia agak sinting. So, keep reading 😂
Tbc...
KAMU SEDANG MEMBACA
GET TO KNOW BETTER [END]
RomansaJoanna dan Jeffrey menikah karena perjodohan. Kisah klise yang sering berakhir menyedihkan. Namun Joanna berusaha menolak segala penderitaan. Sebab tidak ingin berakhir menyedihkan karena menikahi pria yang masih belum selesai dengan masa lalunya.
![GET TO KNOW BETTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/382375072-64-k953488.jpg)