Satu minggu kemudian.
Rencana Jeffrey untuk membawa keluarga kecilnya liburan gagal. Karena Sandi sakit tiba-tiba dan harus dibawa ke rumah sakit besar. Sehingga tiket pesawat dan hotel hangus sekarang.
"Kamu tunggu di rumah sakit dengan Mama saja, ya? Rena dan Kevin pulang sebentar untuk mengambil pakaian."
Joanna mengangguk singkat. Karena dia tidak ada kegiatan. Dia juga baru saja pulang karena jarak rumah sakit dan rumahnya lebih dekat. Sehingga Kevin dan Rena akan pulang ke rumahnya guna mengambil pakaian kotor yang semalam dijemput Nolan.
"Mama butuh apa lagi?" tanya Rena yang sudah siap pergi. Bersama Kevin dan supir.
"Pakaian saja."
"Nenek tidak ada request makanan?" Kevin ikut bertanya. Karena dia tahu Jessica hanya makan sedikit saja. Sehingga dia berinisiatif untuk menggugah nafsu makan neneknya.
"Tidak perlu, Sayang. Nenek sedang tidak lapar."
Penolakan Jessica membuat Kevin diam. Dia langsung pamit bersama ibunya. Karena dia harus bergegas sebab sudah ditunggu supir di bawah.
"Kamu tidak keberatan, kan? Kalau Rena sering datang ke rumah kalian?" tanya Jessica pada Joanna saat Kevin dan Rena keluar ruangan. Sebab dia jelas merasa tidak enak pada menantunya. Mengingat sejarah masa lalu mereka.
"Tidak, Ma. Santai saja. Jeffrey pulang dua jam lagi. Nanti aku minta dia langsung ke rumah untuk bersih-bersih dan istirahat sebentar. Kasihan kalau dia langsung ke rumah sakit."
Jessica menangguk saja. Karena dia jelas setuju akan usulan Joanna. Mengingat keadaan suaminya sudah membaik sekarang. Sehingga dia tidak masalah jika anaknya tidak langsung datang. Apalagi dia pasti lelah karena baru saja terbang lebih dari lima jam.
"Hubunganmu dengan Jeffrey akhir-akhir ini baik, kan? Kamu dan Kevin bagaimana? Dia tidak nakal, kan?"
"Aman, Ma. Aku dan Jeffrey masih berhubungan baik meski LDR selama beberapa hari. Kevin juga tidak membuat masalah belakangan ini. Sudah berubah mungkin, sehingga tidak sinis padaku lagi."
Jessica terkekeh pelan. Karena merasa lucu tentu saja. Sebab Joanna tidak tahu akan apa yang terjadi di belakang. Tentang dirinya dan Sandi yang sudah mewanti-wanti Kevin sebelum pindah ke rumahnya.
"Di malam sebelum Kevin pindah ke rumah kalian, dia sempat merengek pada kami. Dia ingin ikut tinggal dengan Jeffrey. Awalnya kami tidak menyetujui, karena takut dia berulah lagi. Tapi setelah melihatnya menangis selama satu jam lebih, kami tidak tega dan akhirnya mengiyakan. Dengan syarat untuk tidak mengganggu kamu di rumah. Ternyata dia patuh juga."
Joanna tersenyum saja. Karena dia belum mengatakan yang sebenarnya. Jika saat awal anak itu datang, dia justru dibuat menangis dan pergi dari rumah selama satu mingguan. Bahkan berniat menceraikan Jeffrey jika dia terus memaksa agar mereka tinggal bersama.
"Mama minta maaf, ya? Karena sudah membuatmu kecewa. Mama juga tidak tahu kalau akan seperti ini akhirnya." Jessica meraih tangan Joanna. Menggenggam erat-erat. Sebab dia kembali ingat akan rasa sakit yang si menantu dapatkan. Akan Kevin tentu saja.
"Ini bukan salah Mama. Jadi tidak perlu meminta maaf. Dan juga, sebenarnya Kevin jadi baik padaku akhir-akhir ini bukan karena ucapan Mama dan Papa. Karena saat dia pertama kali datang, dia justru langsung mengatakan bahwa dia anak Jeffrey, membuatku sempat shock dan pergi dari rumah selama satu minggu kurang lebih. Aku bahkan berencana untuk tidak pulang lagi kalau memang Kevin masih ada di rumah. Tapi Jeffrey berusaha keras meyakinkanku jika Kevin akan berubah. Entah apa yang sudah dia katakan pada anaknya, sampai Kevin bisa berubah baik belakangan."
Jessica yang mendengar itu jelas terkejut. Karena dia baru tahu jika Joanna sempat pergi dari rumah selama seminggu. Sebab Jeffrey tidak mengatakan apapun. Dia hanya mengatakan jika Joanna sudah tahu dan mengizinkan Kevin tinggal di rumah itu.
"Kok Jeffrey tidak bilang apapun?"
"Mungkin karena dia tidak mau Mama dan Papa panik. Atau justru ingin namaku tetap baik. Padahal ya, aku manusia biasa. Punya rasa sakit hati dan sisi jahat juga. Kalau Mama dan Papa menganggapku jelek dan jahat, aku tidak masalah. Karena aku tidak bisa berlaku positif selamanya. Jika marah, aku bisa meledak dan berperilaku impulsif juga. Pergi dari rumah seperti anak-anak. Maaf, ya, Ma. Karena aku tidak bisa menjadi menantu yang sempurna."
Mata Jessica berkaca-kaca saat mendengar ucapan Joanna. Bukannya marah, dia justru merasa terharu tentu saja. Karena Joanna begitu banyak menyadarkan dirinya. Jika tidak masalah kalau berperilaku buruk terkadang. Sebab kita memang manusia, bukan malaikat. Wajar kalau terkadang juga bersikap jahat. Karena memang itu sifat alami manusia, untuk memberi perlawanan dengan cara memberontak jika dihadapkan dengan keadaan yang tidak ideal.
"Kamu tidak salah, Sayang. Anak Mama tidak sempurna. Mama dan Papa sebagai orang tua juga tidak sempurna. Makanya Kevin sampai ada. Ini adalah bentuk kelalaian kami. Joanna, Mama harap kamu dan Jeffrey bisa selamanya. Mama ingin kamu dan Jeffrey menua bersama. Pokoknya jangan sampai berpisah! Kalau ada apa-apa, kamu bisa menghubungi Mama. Tidak perlu sungkan. Mama akan menjadi garda terdepan untuk membelamu jika ada masalah. Termasuk jika itu dengan anak Mama."
Joanna mengangguk singkat. Saat ini dia sudah dipeluk oleh si mertua. Dipeluk begitu erat. Karena dia jelas sangat menyukai menantunya meski Joanna mulai menunjukkan sifat-sifat tercela belakangan. Seperti masa lalunya dengan Jordan dan sikap suka lari dari masalah karena sudah pergi dari rumah selama satu minggu sebelumnya.
Dulu, Jessica memilih Joanna karena wanita itu yang paling bisa diandalkan di rumah. Dia mengurus orang tuanya dan adik-adiknya. Memasak, bersih-bersih, mencuci dan masih banyak yang lain kecuali mencari uang. Karena dia memiliki orang tua yang berkecukupan.
Atau lebih tepatnya ibunya saja. Karena tentu Liana yang selama ini paling banyak berkontribusi secara finansial. Sebab Rendy tidak bisa diandalkan, karena setiap bisnis yang dijalankan berakhir gulung tikar akibat terlalu sering ditipu orang.
Jessica tahu jika keadaan rumah Joanna tidak ideal. Namun dia bisa menghadapi semuanya dengan sabar. Karena awal mula Jessica jatuh cinta adalah ketika mereka tidak sengaja berpapasan di pasar. Saat Joanna menjemput ibunya pulang kerja dan saat Jessica pulang ke kampung halaman.
Jessica langsung suka saat melihat senyumnya. Lebih suka lagi saat dirinya mampir di rumah Liana yang merupakan salah satu kenalan temannya. Dia sangat takjub dengan keadaan rumah Liana yang bersih meski masih siang. Lebih takjub lagi saat melihat jemuran yang masih basah pertanda jika wanita muda itu yang mencucinya. Tidak lupa dengan berbagai masakan yang sudah matang. Serta isi kulkas yang tertata rapi seperti akan jualan.
Tidak heran jika mulai saat itu Jessica langsung ingin menikahkan Jeffrey dengan Joanna. Meski tahu jika kelak Joanna tidak akan banyak mengurus rumah juga karena ada asisten rumah tangga. Selain itu, Jessica semakin suka karena dia bagai melihat dirinya saat muda. Sebelum menikahi anak tunggal kaya raya. Sehingga hidupnya berubah seperti sekarang.
Iya. Jessica melihat Joanna sama seperti dirinya. Menjadi anak pertama dan harus bertanggung jawab akan si adik di rumah. Menggantikan orang tuanya yang masih ada. Dia tahu bagaimana beratnya. Dibenci dan emosi naik turun setiap harinya. Karena itu risiko tinggal bersama banyak kepala dan mengambil peran yang seharusnya tidak dilakukan.
Hingga Tuhan memberi penawar, Jessica dipertemukan dengan suaminya. Dia mampu merubah hidupnya yang dulu tampak suram karena harus mengabdi di rumah cukup lama. Sama seperti Jeffrey yang mungkin akan melakukan hal yang sama. Menjadi penawar luka batin Joanna yang selama ini merasa tidak adil pada hidupnya. Karena Jessica tahu jika Joanna rutin menemui psikiater belakangan. Sebab sampai sekarang, dia juga melakukan hal yang sama.
Semua anak punya masing-masing beban. Begitu juga anak perempuan pertama yang sering menjadi samsak orang rumah. Karena jadi yang paling dipercaya oleh orang tua. Namun berakhir dibenci adik-adiknya, karena dirasa terlalu mengatur dan sok berkuasa. Padahal dia adalah perpanjangan mulut orang tua. Karena mereka terlalu lelah atau justru malas saja.
Sebab jika diminta memilih, Jessica dan Joanna sama-sama ingin terlahir belakangan saja. Supaya ada yang mengurus mereka. Bukan justru sebaliknya. Karena anak pertama adalah seorang anak juga, mereka butuh dimanja seperti adik-adiknya. Bukan justru dipaksa dewasa untuk menjadi pemimpin di rumah saat orang tua tidak ada.
Tbc…
KAMU SEDANG MEMBACA
GET TO KNOW BETTER [END]
Roman d'amourJoanna dan Jeffrey menikah karena perjodohan. Kisah klise yang sering berakhir menyedihkan. Namun Joanna berusaha menolak segala penderitaan. Sebab tidak ingin berakhir menyedihkan karena menikahi pria yang masih belum selesai dengan masa lalunya.
![GET TO KNOW BETTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/382375072-64-k953488.jpg)