Joanna dan Mega baru saja menyelesaikan urusan di Jakarta yang memakan waktu hampir seharian. Namun mereka melupakan satu hal. Yaitu menemui Jeffrey dan Juno di rumah. Karena sejak awal, Joanna memang enggan menemui mereka. Terlebih masih ada Rena di sana.
"Kita ke Jeffrey besok saja. Kamu pasti kelelahan." ucap Mega sembari memberikan selimut bersih. Karena malam ini mereka akan menginap di rumah Mira. Mengingat di sini wanita itu tinggal. Bersama Logan si anak kesayangan. Karena dia begitu penurut dan tidak pembangkang seperti Mega.
"Sebenarnya aku malas ke sana. Masih ada Rena. Aku takut kedatanganku akan menimbulkan masalah."
Mega yang mendengar itu mulai menarik nafas. Lalu meletakkan selimut di atas ranjang. Kemudian ikut duduk di samping Joanna yang kini tengah bersila di atas sofa.
"Aku tidak ingin hubunganmu dengan Jeffrey memburuk. Aku mau kita semua berdamai. Karena kamu ibu Juno, suatu saat nanti anak itu pasti akan membutuhkanmu. Aku ingin dia terus mengingatmu. Meski mungkin reaksi buruk yang akan diberikan kepadamu."
"Tapi—"
"Aku akan tetap membawamu ke rumah Jeffrey. Kita bicarakan perihal pernikahan kita secara baik-baik. Setelah itu kita pergi."
Joanna menatap Mega cemas. Rasanya dia belum siap kembali berperang. Karena emosinya masih terkuras setelah berdebat dengan keluarganya semalam.
Iya. sebelum saling meminta maaf dan berdamai bersama, Joanna sempat berdebat hebat dengan keluarganya. Berdebat tentang apa yang menjadi sumber masalah dalam keluarga mereka.
Joanna mengeluarkan segala unek-unek yang dipendam pada keluarganya. Pada orang tua yang kerap mengabaikan dan menganggap dirinya serba bisa sehingga tidak diperhatikan seperti adik-adiknya. Serta pada adik-adik yang terlihat begitu membenci dirinya karena kerap marah saat diajak berbicara. Sehingga hubungan mereka tidak pernah akur sejak beranjak dewasa.
Orang tua Joanna sudah meminta maaf. Mereka beralasan jika selama ini telah menganggap Joanna sudah dewasa, sehingga tidak perlu lagi perhatian mereka. Sehingga hal-hal kecil mengenai Joanna sering terlewatkan.
Untuk adik-adiknya, mereka mengatakan jika selama ini mereka iri pada Joanna. Karena si kakak selalu dipuji orang tua dan menjadi patokan mutlak untuk ditiru mereka. Sehingga mereka merasa muak namun diam-diam merasa bangga juga atas segala pencapaian si kakak. Namun tidak pernah ditunjukkan saja.
"Tidak perlu takut. Aku yang akan berbicara dengannya. Kamu cukup duduk manis saja." Mega mulai memeluk Joanna. Mendekap wanita itu erat-erat. Guna menyalurkan rasa sayang, sekaligus sedikit semangat. Agar dia menyetujui usulan.
"Aku tidak ingin ada pertengkaran besok. Apapun yang terjadi, kamu dan Jeffrey tidak boleh saling pukul seperti apa yang terjadi terakhir kali." Joanna membalas pelukan. Sedangkan Mega mulai terkekeh saja. Karena ingat jika dirinya dan Jeffrey pernah bertengkar hebat sebelumnya.
"Iya-iya. Aku janji. Tapi tidak jika kamu disakiti." Mega mengeratkan pelukan. Mencegah Joanna bergerak karena ingin protes tentu saja. Karena bagaimanapun juga dia tidak ingin ada pertikaian lagi di antara mereka.
9. 30 AM
Joanna dan Mega susah tiba di rumah Jeffrey. Mereka tentu disambut baik oleh Kevin yang sudah terlebih dahulu dikabari. Karena dia bahkan sudah tahu akan berita bahagia ini sejak jauh-jauh hari. Mengingat dia dan Joanna sudah dekat sekali. Meski jarak memisahkan mereka saat ini.
"Papa sudah menunggu di dalam, Ma." ucap Kevin setelah melepas pelukan. Sebab setelah menyalami Mega, dia berhambur memeluk Joanna. Karena mereka sudah lama tidak saling jumpa.
"Juno di mana?"
"Ada di kamar, dengan Mama." Joanna menangguk singkat. Meski sebenarnya masih ada sedikit rasa iri di hatinya. Iri karena anak kandungnya lebih dengan dengan Rena.
"Nanti Mama aku antar ke atas kalau sudah bertemu Papa. Ayo masuk!" Joanna mengangguk singkat. Lalu bergandengan tangan dengan Kevin menuju ruang keluarga. Guna menemui Jeffrey yang sudah sejak tadi menunggu mereka.
"Hei, Bro! Long time no see! Makin ganteng aja!" Mega berusaha mencairkan suasana. Meski tahu Jeffrey sedang tidak dalam mood bercanda. Karena sangat terlihat dari raut wajahnya yang begitu masam.
Mega sudah duduk di sofa panjang, diikuti Joanna disampingnya. Kevin juga sama. Namun dia lebih memilih duduk di samping ayahnya. Meski sofa di samping Joanna masih lega.
"Kalian akan menikah? Lalu ingin meminta restu, begitu?" tanya Jeffrey dengan wajah kesal. Dia menatap Mega dan Joanna bergantian. Dengan tatapan culas karena tidak terima tentu saja.
"Iya, kami akan menikah. Tapi kedatangan kami tidak untuk meminta restu darimu. Damn! Memangnya kamu siapa? Hanya mantan suami Joanna. Kamu sudah tidak berarti apa-apa." Mega yang tersulut tampak tertawa. Karena dia merasa kesal tentu saja, sebab Jeffrey tidak menampilkan raut ramah saat menyambut mereka.
"Mega..." Joanna menyentuh pada Mega. Berniat menenangkan si pria. Karena dia tampak marah.
Jeffrey jelas melihat interaksi mereka. Membuat rahangnya mengeras begitu saja. Tangannya juga mengepal seolah siap meninju Mega sekarang juga.
"Lalu untuk apa kalian repot-repot datang kemari? Untuk memberi undangan? Tidak perlu, aku tidak akan datang!" Jeffrey berdiri dari duduknya. Karena merasa tidak kuasa melihat Joanna dan Mega lebih lama akibat hanya rasa sakit yang dirasa.
"Aku hanya ingin memberitahu secara langsung. Mau bagaimanapun juga kamu adalah ayah dari anakku. Kamu berhak tahu dengan siapa aku akan melanjutkan hidup." ucapan Joanna membuat langkah Jeffrey terhenti begitu saja. Padahal dia sudah berniat meninggalkan ruangan, karena merasa begitu sesak di dada. Namun sekarang, dia harus mematung dan menatap Joanna dengan rasa sakit yang lebih parah.
"Kamu ingin melanjutkan hidup dengan Mega? Lalu bagaimana denganku? Kamu tega meninggalkan aku? Kamu tega meninggalkan—"
Mega berdiri dan meraih tangan Joanna. Berniat membawa pergi si wanita. Karena tahu jika Jeffrey sedang emosional sekarang. Sehingga dia berniat pergi saja. Takut jika hal ini akan menggoyahkan Joanna.
"Sudahi omong kosongmu! Karena Joanna sudah tidak memiliki perasaan denganmu! Ayo kita pergi, Sayang!" Mega merangkul pundak Joanna. Membawa wanita itu pergi begitu saja. Meninggalkan Kevin dan Jeffrey yang tampak kecewa akan keputusan mereka.
Kalau mau baca duluan bisa di karyakarsa, ya.
Tbc...
KAMU SEDANG MEMBACA
GET TO KNOW BETTER [END]
RomansaJoanna dan Jeffrey menikah karena perjodohan. Kisah klise yang sering berakhir menyedihkan. Namun Joanna berusaha menolak segala penderitaan. Sebab tidak ingin berakhir menyedihkan karena menikahi pria yang masih belum selesai dengan masa lalunya.
![GET TO KNOW BETTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/382375072-64-k953488.jpg)