Setengah jam kemudian Rena datang. Tentu saja sepaket dengan Jessica. Karena selama diusir dari rumah, mereka tinggal di apartemen yang dulu pernah mereka tinggali sebelumnya.
Sepanjang acara, Jeffrey tampak marah. Bukan karena kedatangan Jessica dan Rena. Namun karena tahu jika Mega yang membawa Joanna datang. Karena saat ini dia sudah ikut masuk rumah. Berdiri di samping Joanna sepanjang acara. Seolah mereka pasangan.
"Kita perlu bicara!"
Jeffrey menepuk punggung Mega sangat keras selesai acara. Membuat Joanna yang sedang bertepuk tangan jelas langsung mengalihkan pandangan. Sebab tahu jika hal buruk akan datang.
"Aku saja, Ma. Mama ke sana saja! Ikut foto dengan Juno dan yang lain juga."
Joanna tidak jadi mengejar Jeffrey dan Mega. Namun berusaha mendekati Juno dan Rena yang sedang foto bersama. Mengingat sejak tadi mereka belum ada foto bersama. Hanya beberapa jepretan asal saja dari fotografer yang disewa.
"Ibu geser ke samping dulu, ya? Mas Juno foto dengan ibunya sebentar." ucapan si fotografer jelas membuat Joanna sakit hati. Meski ucapan orang ini terdengar halus dan tidak berniat menyakiti. Namun entah kenapa dia merasa sedih.
"Iya, Mas."
Di lain sisi, Jeffrey sudah mencengkram kerah depan kemeja Mega. Dia marah karena sadar jika si teman mulai mendekati mantan istrinya. Padahal dia sudah menyusun rencana agar bisa rujuk segera.
"Bajingan!"
"Sudah, Pa! Jangan bertengkar! Nanti kalau Mama tahu Papa seperti ini malah bahaya." Kevin menarik ayahnya, mencegah agar tidak melayangkan pukulan. Karena sejak tadi tangannya sudah mengepal.
"Kamu pikir aku tidak tahu niat busukmu, hah!? Tidak mungkin kamu mau mengantar mantan istriku tanpa maksud tertentu! Ngaku!"
Mega terkekeh pelan. Karena ucapan si teman memang benar. Sebab dia memang memiliki maksud tertentu sekarang. "Wah, hebat! Kok bisa tahu sih, Bro? Punya indra keenam, ya?"
"Jangan bercanda, Om! Papa sedang serius sekarang!" Kali ini Kevin yang berbicara. Dia terlihat emosi juga. Karena Mega tampak meremehkan mereka.
"Oke-oke. Aku serius sekarang. Sorry, Jeff. Aku suka mantan istrimu sekarang. Sebenarnya sejak dulu udah naksir—"
"BAJINGAN!" Jeffrey berhasil melayangkan pukulan. Membuat sudut bibir Mega berdarah. Sehingga Kevin kembali memegangi si ayah. Agar tidak semakin memperburuk keadaan.
"Bajingan kamu! Kamu tahu kalau aku masih sangat mencintai wanita itu! Kami akan rujuk! Jadi berhenti mendekati wanitaku!"
Mega yang mendengar itu jelas terkejut. Namun sedetik kemudian dia terkekeh pelan. Karena ingat jika selama satu bulan ini Joanna selalu bersama dirinya. Sehingga tidak mungkin wanita itu menyetujui rencana rujuk si teman.
"Kami? Kamu saja kali. Aku dan dia sudah dekat sekali. Kamu pikir, untuk apa dia mau kuantar datang kemari? Padahal dia bisa saja datang sendiri." Mega mulai maju perlahan. Lalu melipat tangan di depan dada sebelum kembali berbicara.
"Jeffrey, kalian sudah berakhir. Aku harap kamu bisa menerima ini. Joanna, dia sudah banyak terluka selama ini. Apa salah jika aku ingin membawanya keluar dari masalah ini? Aku janji akan membuatnya lebih bahagia dari yang kemarin!" Jeffrey ingin kembali memukul Mega. Namun Kevin langsung mencegah.
"Sudah, Pa! Kalau Mama Joanna melihat, dia akan semakin marah dan mereka akan semakin dekat."
Jeffrey tampak tidak peduli sepertinya. Karena dia terus saja berusaha memukul Mega. Meski terhalang si anak.
"Jeffrey! Ayo foto keluarga!" teriakan Jessica dari dalam membuat Mega berlari masuk rumah. Meninggalkan Jeffrey dan Kevin yang sudah menatapnya kesal.
"Sabar, Pa."
Jeffrey tidak menyahuti ucapan anaknya. Dia segera memasuki rumah. Diikuti si anak dari belakang.
Setelah tiba di dalam, Jeffrey menatap Kevin yang dipaksa foto dengan Joanna. Berdua saja. Dengan wajah yang ditekuk tentu saja.
"Terima kasih Juno." ucap Joanna sebelum beranjak. Dia ingin menyentuh rambut si anak, namun Juno langsung berlari mendekati Rena yang sejak tadi mengamati dari sisi kanan.
"Ayo kita foto bertiga!" Jeffrey mendekati Juno, menggendong anak itu tanpa aba-aba. Lalu menarik tangan Joanna. Sehingga si anak tidak sempat memeberi penolakan. "Ayo, Mas! Yang banyak!"
Joanna senang. Senyumnya tersungging lebar. Karena bisa memiliki foto dengan Juno lebih banyak. Mengingat pada tahun sebelumnya, dia tidak bisa berfoto dengannya. Karena anak itu terus menangis saat melihatnya.
"Papa, ikut!" seru Kevin sebelum ikut bergabung. Dia memeluk Joanna dan Jeffrey dari belakang. Seolah sengaja ingin menyatukan. Membuat Rena dan Jessica segera ikut bergabung juga. Sehingga kini mereka terpisah.
Mega juga tidak tinggal diam. Joanna yang tersisihkan karena Jeffrey sudah diapit Rena dan Jessica jelas tidak mau melewatkan kesempatan. Dia langsung merangkul Joanna dan Kevin yang sejak tadi masih di belakang. Seolah dia adalah pasangan si wanita dan memiliki anak laki-laki yang sudah besar. Membuat Jeffrey semakin meradang dan memasang wajah marah di akhir jepretan.
Setelah pamit dengan Juno dan yang lainnya, Jeffrey mengekori Joanna hingga di parkiran. Dia ingin memprotes tindakan si wanita yang mulai dekat dengan Mega. Padahal dia tahu jika mereka berteman.
"Kamu mau berhubungan dengannya? Joanna, dia temanku! Teman baikku! Teganya kamu melakukan itu!"
"Aku rasa ini bukan lagi urusanmu. Toh, aku tidak pernah melarangmu berhubungan dengan siapapun." Joanna tampak sinis. Karena dia tahu jika Mega mendapat pukulan dari Jeffrey. Sehingga dia tidak menyangkal jika sedang ada hubungan dengan pria ini.
"Mama..." ucap Kevin yang sejak tadi mengekori ayahnya. Dia belum puas bertemu ibunya, sehingga dia ingin ikut mengantar kepergian.
"Maaf Kevin, Papamu memang harus disadarkan seperti ini. Seharusnya dia menikahi Mamamu sejak dulu, bukan justru mengusirnya dari rumah itu! Dia sudah mengurus anakmu! Kenapa bisa kamu sejahat itu!?" Joanna marah. Karena itu yang dia harapkan saat berpisah. Dia ingin Rena yang menggantikan dirinya. Baik menjadi istri maupun ibu untuk anaknya.
"Ma, tapi Papa melakukan ini demi Mama. Papa masih mencintai Mama Joanna, makanya Papa tidak menikahi Mama Rena. Soal diusirnya Nenek dan Mama, ini karena mereka sudah mempengaruhi Juno untuk membenci Mama. Papa seperti ini bukan tanpa alasan. Jadi tolong, Ma. Pertimbangan lagi hubungan Mama dengan Om Mega, aku mau kita kembali bersama." Kevin mendekati Joanna. Meraih kedua tangannya, dengan mata berkaca-kaca.
"Mama hanya dekat dengan Om Mega, kami masih belum ada hubungan apa-apa." ucap Joanna sembari memeluk anak tirinya. Sedangkan Jeffrey mulai memalingkan muka. Sesekali dia juga menatap tajam si teman yang sudah berada di mobil sekarang. Dengan raut jumawa seperti biasa.
"Mama sangat berterima kasih karena kamu masih baik pada Mama. Masih menaggap Mama ada. Tapi Kevin, keputusan ini sudah Mama pikirkan matang-matang sejak lama. Kamu dan Papa, seharusnya bisa menerima. Kamu anak baik, Mama akan selalu berdoa yang terbaik untukmu. Untuk masa depanmu dan semua hal yang kamu impikan sejak dulu."
"Tapi bagaimana kalau mimpiku itu adalah melihat Mama dan Papa bersatu?" Kevin melepas pelukan. Lalu menatap wajah Joanna yang berkaca-kaca.
"Kevin, Mama minta maaf." Joanna menggeleng pelan. Dia mengusap pipi si anak sebentar. Sebelum akhirnya dia pergi begitu saja. Karena air matanya sudah tidak tertahan dan ingin tumpah.
"Kita langsung pergi!"
Mega mengangguk singkat setelah Joanna duduk di sampingnya. Dia langsung tancap gas. Agar Kevin dan Jeffrey tidak melihat tangisan Joanna. Agar mereka tidak merasa masih ada kesempatan untuk memenangkan hati si wanita.
Tbc...
KAMU SEDANG MEMBACA
GET TO KNOW BETTER [END]
RomanceJoanna dan Jeffrey menikah karena perjodohan. Kisah klise yang sering berakhir menyedihkan. Namun Joanna berusaha menolak segala penderitaan. Sebab tidak ingin berakhir menyedihkan karena menikahi pria yang masih belum selesai dengan masa lalunya.
![GET TO KNOW BETTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/382375072-64-k953488.jpg)