Bab 34

1.5K 19 0
                                        

Bella bergegas meninggalkan gedung megah milik Riko setelah insiden memalukan yang terjadi sebelumnya. Rasa malu, marah, dan sakit hati bercampur menjadi satu di hatinya. Dengan napas terengah-engah, ia berjalan cepat menuju jalan utama, berusaha menenangkan pikirannya. Namun, perasaan aneh mulai menyelimuti dirinya.

Bella menoleh ke belakang dengan cepat. Ia merasa ada yang mengawasinya, tetapi jalanan terlihat biasa saja. Beberapa mobil berlalu lalang, dan orang-orang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

"Jangan paranoid, Bella," bisiknya pada diri sendiri. Tetapi naluri kuatnya berkata lain.

Ia melanjutkan langkahnya menuju apartemen dengan lebih cepat. Kali ini, ia merasa yakin ada mobil hitam yang membuntutinya sejak ia meninggalkan gedung perusahaan milik Riko. Untuk menguji dugaannya, Bella memutar arah secara tiba-tiba dan memasuki gang kecil di dekatnya. Mobil itu berhenti sejenak di ujung jalan sebelum perlahan bergerak maju lagi.

"Sial! Riko pasti mengirim mereka," gumam Bella dengan nada bergetar.

Ketika ia akhirnya mencapai apartemennya, Bella segera menutup pintu rapat-rapat dan menguncinya. Ia berdiri di dekat jendela, mengintip ke bawah, memastikan apakah mobil hitam itu masih ada. Tidak ada apa-apa di luar. Hanya jalanan yang sepi.

Dengan napas yang mulai tenang, Bella menghempaskan tubuhnya ke sofa. "Dia ingin mengancamku, ya? Baiklah, Riko. Kita lihat siapa yang akan menang."

Setelah mandi dan membersihkan diri, Bella berdiri di depan cermin kamar mandi. Wajahnya yang cantik terlihat tenang, tetapi matanya memancarkan tekad yang tak tergoyahkan.

"Kalau kau pikir bisa menakutiku dengan cara ini, kau salah besar, Riko," katanya dengan penuh kebencian. "Aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku."

Bella tahu bahwa untuk memenangkan permainan ini, ia harus berpikir cerdas dan menyerang kelemahan Riko. Apakah ia harus memakai cara pasaran, seperti menjebak Riko?

Ya sepertinya harus itu awal mula rencana yang tepat, Bella yakin Riko akan menikahi nya setelah mengetahui mereka tidur bersama.

"Riko, kamu harus jadi milik aku. Sudah cukup penantian aku bertahun tahun ini" ucap Bella kepada cermin kamar mandi dihadapannya.

Keesokan paginya, Bella menghubungi temannya, Amira, yang memiliki jaringan luas dan kemampuan untuk menggali informasi dengan cepat.

"Amira, aku butuh bantuanmu lagi," kata Bella saat mereka berbincang di telepon.

"Bantuan apa kali ini, Bella?" balas Amira.

"Aku butuh obat perangsang terkuat, aku akan melakukan jebakan ke Riko."

Amira terdiam sejenak sebelum menjawab.

"Baiklah, barang yang kau mau segera aku kirim." Bella tersenyum penuh kepuasan mendengar nya.

"Kau memang selalu bisa diandalkan, Amira."

Beberapa jam kemudian, Amira kembali menghubungi Bella dengan informasi yang ia butuhkan.

"Aku sudah kirim barang yang kau mau, aku tunggu bayaran mu" kata Amira.

"Oke, aku sudah kirim" balas Bella.

"Oke, senang bekerja sama dengan kamu Bella."

"Terima Kasih, Amira"

Amira melanjutkan, "Hati-hati, Bella. Kau tahu siapa Riko sebenarnya. Dia bukan sekadar CEO. Dia punya sisi gelap yang tidak boleh kau remehkan."

Bella tertawa kecil. "Aku tahu, Amira. Kau lupa aku ini teman satu jurusan Riko di kampus? Justru itulah yang membuatnya semakin menarik. Jangan khawatir, aku tahu apa yang kulakukan."

Setelah menutup telepon, Bella segera merencanakan langkah berikutnya. Ia harus memanfaatkan semuanya untuk mendekati Riko kembali.

"Amira, apa kamu bisa kasih aku jadwal pertemuan pemegang saham nanti di perusahaan Riko? Aku akan melakukan nya disana" tanya Bella.

"Aku tau, nanti aku kirim chat jadwal nya ke kamu" balas Amira.

"Terima kasih, Amira kamu memang selalu bisa aku andalkan." Ucap Bella dengan tersenyum penuh arti.

Keesokan harinya, Bella kembali ke gedung perusahaan Riko dengan rencana untuk mengguncang dunianya. Namun, sebelum ia sempat masuk ke dalam gedung, matanya menangkap sosok Riko yang sedang berjalan keluar, dikelilingi oleh beberapa pria berpakaian formal yang tampak seperti pengawalnya.

Bella segera menyadari bahwa ini adalah kesempatan emas. Dengan langkah cepat, ia mendekati Riko yang sedang menuju mobilnya.

"Riko!" panggil Bella dengan suara tegas.

Riko berhenti sejenak, menoleh ke arahnya dengan tatapan datar.

"Kamu tidak akan bisa menyingkirkanku semudah itu. Aku hanya ingin bicara, Riko" Bella tersenyum licik

"Kamu pikir saya punya waktu untuk mendengarkan omong kosongmu?" Riko mengangkat alis, tampak tidak terpengaruh.

"Ingat Bella, jangan melampaui batas kesabaran saya. Yang sedang kamu hadapi ini adalah jalan kematian mu sendiri. Jika kamu pintar, kamu akan berhenti dari sekarang." Lanjut Riko. Namun, Bella hanya tertawa kecil.

"Kamu kenal aku, Riko. Aku tidak akan berhenti begitu saja, kamu akan menjadi milikku, Riko. Tidak peduli seberapa keras kamu mencoba menolak nya atau mengancam aku, Riko." tegas Bella.

Riko menatap Bella dengan tatapan yang sulit ditebak, lalu berbalik menuju mobilnya tanpa berkata apa-apa lagi.

Saat mobil Riko melaju pergi, Bella merasa bahwa pertemuan itu adalah langkah pertama menuju kemenangannya. Namun, ia tidak menyadari bahwa Riko, di dalam mobilnya, sedang merencanakan sesuatu.

"Sialan, wanita itu semakin berani." Bisik Riko, anak buahnya yang duduk di sampingnya mendengar lalu menatap sang Tuan.

"Apa yang harus kita lakukan, Tuan?" tanya pria itu.

"Bawa wanita itu ke markas, dia harus segera disingkirkan sebelum melakukan hal yang merugikan saya" Dengan tatapan datar Riko memerintah pria yang sedang duduk tepat di sebelah nya.

"Siap, Tuan. Saya akan suruh mereka membawa wanita itu ke markas."

mereka yang di maksud adalah anak buah Riko yang berada di dunia gelap, tidak lupa kan bahwa Riko Mafia berdarah dingin.

Saat ini keinginan untuk membunuh seseorang sedang meningkat di tubuh Riko, mangsa nya kali ini sangat menguntungkan bagi nya.

Seingat nya sudah lama tangan ini tidak menyentuh darah segar, dengan hanya membayangkan saja sudah membuat jiwa membunuh nya muncul.

Jangan kaget kenapa di beda negara pun Riko dikenal, ya karena Riko pemimpin grup Mafia di seluruh dunia. Bahkan gak semua anggota tau wajah aslinya, ia selalu menyamar demi menjaga privasi keamanan milik nya. Hanya kalangan terpercaya Riko saja yang bisa melihat wajah aslinya.

••••••

Terima kasih kepada reader's setia Crazy Obsession, yang masih setia menunggu kelanjutan cerita ini.

Aku mau up satu persatu draft aku ya secara bertahap, silahkan komen dan vote sebanyak-banyak nya...supaya aku tau seberapa banyak yang masih nungguin cerita Crazy Obsession 😍

👇🏻SPAM KOMEN UNTUK NEXT👇🏻

Jangan lupa bantu vote & follow juga share ke teman-teman kalian, bantu ramaikan cerita ini biar author semangat update nya🫶🏻

Crazy ObsessionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang