THIS WORK BELONGS TO LOVELLY (LoVelly09)
VOTE DAN KOMEN YANG BANYAK.
🔥🔥🔥
Devan's POV
Bibirku terus menciumi leher Hanum hingga turun ke tulang selangkanya yang menonjol. Aroma tubuh Hanum sangat wangi. Bukan aroma parfum yang aku cium, melainkan tubuhnya. Aku suka.
"Oh, Mas.” Hanum mendesah.
Aku lantas membalikkan tubuh Hanum kemudian meraup dagu dan melumat bibirnya dengan rakus. Bibirku terus mengulum bibir Hanum yang tebal. Sesekali aku memasukkan lidah ke dalam mulutnya.
Hanum membalas ciumanku dengan tidak kalah brutal. Aku mendorong tubuhnya hingga ke meja tengah pantry. Kuangkat kaki Hanum tanpa melepaskan kecupan kami. Sementara itu tangan Hanum sibuk melepaskan kancing sweater-nya.
Aku mengais-ngais oksigen ketika ciuman kami akhirnya terlepas. Begitu pula dengan Hanum yang dadanya naik turun karena napas terengah. Kami saling bertatapan sepersekian detik.
Rasanya masih tidak percaya jika wanita yang sedang aku cumbu ini adalah Hanum. Bertahun- tahun aku berusaha mencari cara untuk mencari informasi dan mendekatinya tanpa hasil, kini tiba-tiba dia mendekat begitu saja. Well, tidak mungkin aku mencari informasi terlalu detil tentang Hanum dari Ajeng 'kan?
Terakhir kali aku mengetahui informasi mengenai Hanum saat junior kapalku berpacaran dengan teman Hanum. Cara berpakaian Hanum serta sikap beraninya di postingan media sosial membuatku penasaran. Sangat berbeda dengan Hanum ketika berada bersama keluarganya.
Aku hanya bisa memerhatikan Hanum dari media sosial. Namun sekarang, aku bisa mengecup dan menjilat setiap inchi tubuhnya.
Hanum berhasil tumbuh menjadi wanita yang sexy dan cantik. Entah apa yang diperbuat oleh Hanum hingga memiliki tubuh berlekuk yang begitu indah. Apalagi sekarang dia sedang duduk sambil membusungkan dada. Dia memamerkan dadanya yang bulat berbalut bra merah merona.
"Kenapa mas liatin aku gitu?” tanya Hanum.
"Kamu cantik,” jawabku sambil menyelipkan beberapa helai rambut Hanum ke belakang telinga.
Hanum tersenyum lalu bergelayut manja di leherku. “Ayo mas, aku udah sange.”
"Memekmu udah pengen dimasukin ya?” Aku melucuti celana Hanum kemudian menampar gemas vaginanya.
"Ah!” Hanum mengerang.
Gairahku semakin membubung ketika melihat Hanum keenakan seperti ini. Kembali aku tampar vaginanya.
"Oh, Mas!”
"Kenapa, Dek? Memekmu udah gatal ya?”
"Heem, Mas. Ayo!”
Aku membelai bibir vagina Hanum yang merah menggoda. Cairan sudah membasahinya dan becek di sana.
"Udah basah. Enak ini,” kataku.
Hanum menggigit bibir bawah diikuti napas yang mulai berat. Aku lantas memainkan vaginanya hingga terdengar suara merdu yang semakin membakar gairahku.
"Oh, Mas!” Hanum menggelinjang saat aku menggosok-gosok klitorisnya.
"Kenapa, Dek? Enak nggak kalau Mas giniin?” Aku terus menggoda Hanum dengan memainkan klitorisnya.
"Enak banget.”
Aku langsung beringsut ke bawah, menatap vagina Hanum yang merah menggoda. Lantas aku menjilatinya. Membuat gerakan memutar pada klitoris dan menghisapnya kuat-kuat. Vagina Hanum harum, lembut dan hangat. Berbeda dengan milik Ajeng. Pernah aku ingin menjilatinya, tetapi Ajeng enggan dan aku juga kurang berselera sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WWG HOLIDAY PROJECT
Short StoryThe WWG datang lagi membawa project baru bertema THE WWG HOLIDAY PROJECT. Terdiri dari kumpulan cerita adult romance. Dalam kumpulan cerita ini, kamu akan dibawa ke dalam kisah-kisah romansa yang muncul tanpa rencana, di mana setiap tatapan, setiap...
