THIS WORK BELONGS TO MY_LODY (My_Lody)
VOTE DAN KOMEN YANG BANYAK.
🔥🔥🔥
Arzein tidak mengerti dengan tubuhnya, kenapa setelah dia tanpa sengaja menyentuh tubuh Syelen. Membiarkan tangannya sempat memainkan payudara gadis muda itu, hingga mencelupkan jarinya ke dalam memek gadis itu. Kini, Arzein tidak lagi memiliki minat dengan Fara.
Bahkan tubuh Fara yang sekarang terbalut dengan lingerie seksi pun, sudah tidak menggiurkan seperti biasanya. Ada apa dengan Arzein sekarang?
“Mas? Mau ke mana?” tanya Fara, yang melihat suaminya seperti akan pergi keluar.
“Tidurlah,” perintah Arzein.
“Tapi Mas mau ke mana? Ini masih jam 2 loh,” ucap Fara yang kali ini sudah berada dalam posisi duduk, sambil melihat ponselnya.
“Aku ada urusan di luar,” jawab Arzein, yang masih tidak mau mengatakan alasan sebenarnya.
Arzein pun segera memilih untuk pergi sendirian, membiarkan mobilnya melaju di kesunyian Semarang. Ya benar. Meskipun Semarang ketika siang dan malam hari, selalu padat kendaraan. Tapi, kalau dini hari seperi ini, kota besar ini tetap akan sepi.
Sampai Arzein berhenti di Kota Lama.
Dulu Arzein yang tinggal di Tlogosari, membuat Arzein lebih sering datang ke tempat ini. Jadi, mungkin iya yang menjadi alasan, kenapa Arzein bisa berada di L-Klub. Sampai pria ini bisa bertemu dengan gadis yang membuat dia tidak seperti biasanya.
“Kalau begitu, mau tidur denganku… kakak ipar?” tawar Syelen.
“Apa kamu tidak takut Fara marah padamu?” tanya Arzein.
Itu memang benar, Syelen seharusnya memikirkan hal itu. Apa lagi, Arzein adalah suami Fara, itu artinya Arzein adalah kakak ipar Syelen. Kalau Syelen bermain-main dengan Arzein, bukankah ini akan menarik Syelen dalam masalah?
“Kamu benar, Om Zein. Kalau begitu, aku pergi dulu,” ucap Syelen, kemudian turun dari kursinya.
Namun belum satu langkah Syelen pergi meninggalkan Arzein, tangan Arzein menangkap tangan Syelen. Pria itu menatap tajam ke arah Syelen, seolah Syelen sudah membuat pria itu marah. Tapi marah kenapa?
“Berapa nilaimu? Agar aku bisa menyentuhmu,” ucap Arzein.
“Maksud Om apa?” tanya Syelen, mencoba memastikan pendengarannya.
“Aku yakin, kamu tau maksud aku, Syelen,” balas Arzein.
“Seratus…”
“Baiklah, aku akan menyewa kamu-”
“Juta per malam,” lanjut Syelen.
Jangan anggap Syelen sombong, hanya karena ucapannya barusan. Karena Syelen belum pernah sekalipun melakukan hubungan seks, sekalipun dia sering keluar masuk klub. Tapi tiba-tiba saja, kakak iparnya menganggap Syelen seolah sudah sering melakukan seks bebas.
Setelah itu, Syelen melanjutkan langkahnya, dia tidak ingin lagi berurusan dengan kakak ipar tidak tahu diri ini. Lebih baik dia pulang ke Pekalongan saja, menikmati dunia rebahan, sambil menjadi freelancer drafter. Dibanding harus tinggal di Semarang yang kejam ini.
“Beri aku nomor rekeningmu,” ucap Arzein.
“Hah? Apa?"
“Apa aku harus mengulanginya?”
Bukan itu maksud, Syelen. Tapi, harusnya Syelen mengatakan nilainya lebih tinggi lagi, jadi dia bisa sekalian mengeruk uang kakak ipar kejamnya ini. Padahal, Syelen mengatakan nilainya sampai di angka 3 digit, karena menganggap kalau Arzein pasti akan menolak.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WWG HOLIDAY PROJECT
NouvellesThe WWG datang lagi membawa project baru bertema THE WWG HOLIDAY PROJECT. Terdiri dari kumpulan cerita adult romance. Dalam kumpulan cerita ini, kamu akan dibawa ke dalam kisah-kisah romansa yang muncul tanpa rencana, di mana setiap tatapan, setiap...
