SELAMAT BERBUKA PUASA!
THIS WORK BELONGS TO RY-SANTI (Ry-santi)
VOTE DAN KOMEN YANG BANYAK.
🔥🔥🔥
Dewa's POV
Pulang dari Trawas tak lantas meredam nafsuku terhadap kehadiran Rara di rumah. Ini sudah seminggu lebih dan tidak ada tanda-tanda adik iparku itu akan hengkang dari kediamanku. Bila terus-terusan seperti ini aku bisa kehilangan kendali.
Bukan tanpa alasan mengapa Rara begitu betah menetap di rumah kakaknya. Melalui istriku pula, aku mengetahui kalau Rara bertengkar hebat dengan suaminya melalui sambungan telepon akibat dikirimi video yang dianggap tak senonoh. Tentu hal itu langsung mengundang iba Lita yang tidak tega mendapati adiknya menangis meratapi bahtera rumah tangga yang tak seindah impian.
Sejujurnya pekerjaan manapun pasti bakal berisiko terjadinya perselingkuhan, sehingga mau tak mau kedua belah pihak perlu saling percaya alih-alih menaruh curiga. Aku paham usia pernikahan Rara yang baru sebiji jagung tersebut pasti menimbulkan banyak keraguan walau mereka bertahun-tahun menjalani masa penjajakan.
Karakter manusia juga tidak bisa ditebak sedalam apa pun kita mengenalnya. Mungkin saja selama ini kita mengetahui sosok tersebut sebagai manusia setia. Namun, bila iblis sudah membisikkan rayuan hingga membutakan logika, maka kata setia hanya sebatas di lidah saja.
"Izin masuk, Kapten!" Suara tegas di balik pintu membuyarkan lamunan panjangku.
"Masuk!"
Tak berapa lama, seorang perwira berpangkat Letda yang bernama Budi menghampiriku sembari membawa beberapa map tebal. Di sini, dia menjabat sebagai apoteker baru di rumah sakit tempatku mengabdi. Dengan sopan sekaligus menjunjung hirarki sebagai sesama anggota militer, dia memberiku hormat kemudian menarik kursi di depanku lantas mendudukkan diri.
"Izin menyerahkan dokumen pengajuan stok obat yang sudah menipis," lapor Budi. "Lalu, saya mau melaporkan beberapa permasalahan di gudang farmasi, Kapten."
"Banyak obat yang sudah hampir habis, termasuk antibiotik untuk pasien rawat inap terutama Ceftriaxon. Saya dibantu sama Bu Sri beberapa kali menghubungi distributor tapi katanya memang ada kendala dari PBF-nya. Apalagi minggu depan sudah libur nasional."
"Kalau pakai alternatif lain bisa nggak? Coba nanti saya hubungi dokter yang biasanya ngasih resep ini ya," jawabku membaca cepat data yang diberikan Budi.
"Kalau dokter Jo sih tidak masalah misal antibiotiknya diganti yang lain hanya saja kan bulan ini banyak pasien yang dioperasi, Kapten," keluh Budi. "Apalagi beliau sering meresepkan obat tramadol injeksi atau phenitoin buat anti nyeri post-op, Kapten."
"Kan masih ada Ketorolak atau Metamizol," kilahku. "Ya sudah, gini saja. Saya bantu koordinasikan dengan pihak pengadaan. Kalau enggak, saya hubungi dokter Jo atau DPJP yang kiranya sering meresepkan obat-obat yang sekarang udah menipis. Soalnya, ada beberapa jenis obat lain yang harus kita keluarkan dari gudang."
"Baik," kata Bud sembari beranjak. "Oh iya, saya sempat lihat Iptu Lita di televisi yang kemarin berhasil nangkap jaringan narkoba itu. Keren banget istrinya, Kapten."
"Oh iya, makasih," ujarku malu-malu sambil terkekeh. "Istri saya nggak kenal takut. Apa pun dihajar sama dia."
Kecuali di ranjang, dia selalu klimaks duluan.
Sebelum Budi menyahut, tiba-tiba ponselku berdering menunjukkan nama Rara tengah memanggilku begitu tak sabar. Tak butuh waktu dan tempat, Budi segera berpamitan dan aku menjawab panggilan dadakan tersebut saat mendengar suara rintihan Rara.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WWG HOLIDAY PROJECT
ContoThe WWG datang lagi membawa project baru bertema THE WWG HOLIDAY PROJECT. Terdiri dari kumpulan cerita adult romance. Dalam kumpulan cerita ini, kamu akan dibawa ke dalam kisah-kisah romansa yang muncul tanpa rencana, di mana setiap tatapan, setiap...
