THIS WORK BELONGS TO RY-SANTI (Ry-santi)
VOTE DAN KOMEN YANG BANYAK
🔥🔥🔥
Dewa's POV
Setiap sudut kamar hotel menjadi tempat kami memadu asmara bak pengantin baru. Nafsu yang membelengguku juga tak kenal waktu tuk terus menggagahi lembah kewanitaan Rara. Seperti orang kecanduan, aku benar-benar dibuat mabuk walau tahu Rara sudah kehabisan tenaga melayaniku.
Adik iparku itu terpejam dengan napas naik turun begitu teratur ketika aku sedang menikmati vaginanya yang basah. Sesekali dia mengerang sambil memanggil namaku. Aku tersenyum bangga mengabadikan raut indah Rara yang hanyut dalam mimpi.
Aku menegakkan punggung, mengangkangi dan menggesek-gesekkan kontolku di lipatan memeknya. Rara menggeliat seraya mendesah pelan kemudian mengerjapkan mata.
"Belum capek?"
Aku menggeleng.
"Nanti dicariin Mbak Lita gimana?"
"Dia pulang malam kok," jawabku hapal betul kapan istriku balik ke rumah. "Mau nen lagi, Sayang," godaku menyentil klitorisnya.
"Sshh ... Mas, jangan digituin," rengek Rara. "Diisep aja nggak apa-apa."
Lagi-lagi aku menggeleng kemudian merebahkan tubuhku. "Kalau mau diisep, kamu ngangkang di atas wajah Mas."
Rara mengangguk begitu saja selanjutnya memosisikan diri sembari melebarkan kakinya. Kusambut vaginanya dengan lidahku dan Rara menyambar ponsel tuk merekam aksiku menikmati memeknya.
"Ssh... Mmph..." Rara mengerang pelan merasakan lidahku menggoda memeknya.
Tanganku mengocok kontol begitu cepat lalu Rara berbalik, menyandarkan ponsel di laci sebelum kembali menyajikan memeknya yang enak. Dia menunduk, melahap batang penisku serta menggantikan tanganku mengocok.
"Ah ... Ah ... Sshh ..." Rara menggoyangkan pinggul ketika lidahku menusuk-nusuk biji klitorisnya. Jariku tak tinggal diam, menelusuk masuk ke memek Rara dan menggerakkannya cepat.
Sialnya, permainan kami terhenti kala Lita mendadak meneleponku. Rara dengan tenang menyerahkan ponsel itu kepadaku dan melanjutkan aksinya di bawah sana ketika suara Lita terdengar,
"Ada apa, Sayang?"
"Mobilku mogok, Mas. Pulangku agak telat ya, maaf..."
Aku mendongak, sebisa mungkin menahan intonasi suaraku tetap normal walau sejujurnya Rara sedang mendorongku ke dalam jurang kenikmatan.
"Iya nggak apa-apa," tandasku. "Udah nelepon bengkel terdekat?"
"Udah, sepuluh menit mereka bakal ke sini," jawab Lita. "Oh ya, tadi Rara telepon katanya mau balik ke rumah. Nggak enak numpang di tempat kita terus."
Mataku membeliak saat Rara mengarahkan kontolku ke memeknya kemudian perlahan-lahan menggoyangkan pinggul.
"Iya, lagian kan dia ada usaha kue, masa mau absen terus?" Tanganku meremas payudara Rara.
"Masalah sama suaminya kayaknya udah selesai. Pas kami video call tadi, bocil itu senyum-senyum nggak jelas," sambung Lita cekikikan.
"Syukur deh, kalau dia udah baikan," kataku.
"Ya udah, Mas, nanti aku beliin nasi Padang ya. Kamu belum makan kan?"
"Belum," kataku. "Aku tunggu di rumah ya."
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WWG HOLIDAY PROJECT
ContoThe WWG datang lagi membawa project baru bertema THE WWG HOLIDAY PROJECT. Terdiri dari kumpulan cerita adult romance. Dalam kumpulan cerita ini, kamu akan dibawa ke dalam kisah-kisah romansa yang muncul tanpa rencana, di mana setiap tatapan, setiap...
