THIS WORK BELONGS TO MY_LODY (My_Lody)
VOTE DAN KOMEN YANG BANYAK!
🔥🔥🔥
Arzein tersenyum membalas teriakan gadisnya. "Inilah saatnya, aku mengambil peran, sayang. Akan aku berikan seluruh pengalaman ini hanya untukmu."
"Hah?"
Namun selang berapa detik, Syelen kembali bisa merasakan tubuhnya saat ini benar-benar terasa amat sangat penuh. Perlahan, sesuatu yang memenuhinya itu, mulai bergerak maju kemudian mundur, memompa miliknya, memberi sensasi yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Bahkan rasa yang Syelen rasakan saat ini, tidak bisa dijelaskan dengan materi yang pernah dia dapatkan semasa sekolah. Gerakan tubuh kakak iparnya, dari yang tadinya perlahan, kini mulai terasa lebih cepat. Pria itu, pria panas yang telah memasukinya itu, seperti ingin mengamuk di dalam Syelen.
Setiap gerakan yang diambil pria panas ini, begitu penuh, dan juga ketat. Tubuh Syelen menggelinjang, tangannya kemudian menarik kepala Arzein, mencium bibir sialan yang terus tersenyum melihat ekspresi Syelen.
Namun, celakanya, pilihan Syelen justru semakin membuat pikirannya bertambah kacau. Tubuhnya benar-benar terasa sangat menyatu, dan melekat pada tubuh Arzein. Gerakan Arzein yang memompa memek Syelen, semakin berganti waktu, semakin cepat juga yang Syelen rasakan.
Terus seperti itu, sampai sesuatu dari dalam dirinya seperti ingin meledak, mengamuk, meronta, ingin keluar dari dalam perut Syelen. Syelen pernah merasakannya, itu adalah sensasi seperti dia akan buang air kecil. Tapi kali ini, dia yakin, itu bukan hal itu.
"Ahhh Ini membuatku gila, Zein!!!"
"Yah.. panggil namaku, Sayang."
"Aahhh Zeinhh!"
"Enak sayang?"
Syelen tidak munafik, dia yang tadinya menyesali perbuatannya karena telah membiarkan Arzein merobek, menghancurkan selaput dara miliknya, sekarang justru dia yang terlihat lebih menikmatinya, tangannya bahkan terus mendekap tubuh Arzein, dia ingin begitu rapat dengan Arzein, dia ingin menyatu dengan Arzein, dia begitu menginginkan.
"Yeahhhh! Please, lebih keras Zein, lebih dalam... aahhh!" racau Syelen menggila.
Tusukan demi tusukan terus menghujani vagina Syelen, sampai membuat tubuh Syelen bergetar. Kedua kakinya yang tertekuk, kini perlahan mendorong membuat pantatnya terangkat. Melihat itu, tangan Arzein pun menarik pinggul Syelen, mengajaknya dalam pertempuran yang sejak tadi dia mainkan.
Syelen kira, pilihannya mengangkat pinggulnya, bisa menghilangkan kegilaan dalam kepalanya. Namun, itu justru semakin menarik kesadarannya, tubuhnya meronta, menggila, bersama dengan setiap gerakan kakak iparnya.
Entah sudah berapa lama mereka melakukan gerakan yang begitu intens itu. Karena yang Syelen rasakan, yang Syelen pikirkan, dia hanya ingin terus dan terus melakukan ini. Jika sang waktu akan memisahkan mereka, Syelen bahkan rela waktu membeku, menyisakan dirinya dan sang kakak ipar yang terus bergumul dalam kegiatan penuh nikmat ini.
Tapi, sebuah dorongan yang begitu dari dalam perut rata Syelen seperti tidak bisa dia tahan lagi. "Zein... aku mau pipis..."
"Bareng ya, Sayang."
Hanya perintah itu yang dikeluarkan oleh Arzein. Syelen tidak paham akan apa yang dimaksud 'bareng' oleh Arzein. Namun dia yakin pada tubuh mereka yang menuntun Syelen dalam rasa terbang yang begitu tinggi.
Rasa terbang yang terus menusuk langit, melawan setiap ketinggian yang tidak pernah bisa diukur oleh alat apapun. Hingga tepat ketika mencapai puncaknya,....
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WWG HOLIDAY PROJECT
ContoThe WWG datang lagi membawa project baru bertema THE WWG HOLIDAY PROJECT. Terdiri dari kumpulan cerita adult romance. Dalam kumpulan cerita ini, kamu akan dibawa ke dalam kisah-kisah romansa yang muncul tanpa rencana, di mana setiap tatapan, setiap...
