Kita beralih ke cerita baru.
THIS WORK BELONGS TO MY_LODY (My_Lody)
VOTE DAN KOMEN YANG BANYAK
🔥🔥🔥
"Babysitter? Mbak nggak lagi ngaco kan? Masa lulusan teknik sipil, yang biasanya bangun jembatan, gedung, bahkan bendungan, sekarang malah jadi ngurus anak kecil?" ucap Syelen yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran mbak sulungnya.
Padahal, sudah sangat jelas kalau Syelen Kireina yang merupakan lulusan teknik sipil dengan nilai ipk 3,71 tidak pernah sekalipun berurusan dengan anak kecil. Tapi sekarang justru ditawari menjadi babysitter? pengasuh anak! ngemong anak!
Mau disimpan di mana muka Syelen. Kalau sampai teman seangkatannya tahu seandainya Syelen menerima tawaran itu? Bisa-bisa Syelen akan dipermalukan mereka, saat reuni angkatan. Lebih parahnya, bisa saja Syelen dijauhi mereka.
"Ya... dari pada kamu nganggur, jadi beban ibu dan beban negara? Lebih baik jadi babysitter Ellea aja kan?" saran mulus dari Fara.
"Nganggur? Aku nggak nganggur Mbak. Aku cuma sedang fokus ujian CPNS doang," elak Syelen.
"Fokus ujian apaan, Syelen? Kamu aja udah gagal 3 kali. 3 kali loh Syelen."
"Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, Mbak. Siapa tau aja tahun ini aku lolos," optimis Syelen yang semakin membuat Fara gemas.
"Iya kalo berhasil. Kalo nggak gimana? Kamu nggak mikir, kalau usia kamu semakin bertambah, kamu belum dapat kerja, dan lebih penting lagi... Kamu belum nikah."
"Masih ada tahun depan, Mbak. Jatahnya kan sampai usia 35 tahun. Nah, tahun ini aku baru 24 tahun. Masih panjang-"
"Terus, selama kamu masih fokus mencoba, biaya hidup kamu dari mulai makan, skincare, pembalut, sabun, dari mana Syelen? Kamu mau ngandelin Mbak terus emang?"
"Nggak. Aku selama ini nggak pernah dikasih uang sama Mbak Fara, yang ngasih uang ke aku itu Ibu," bela Syelen.
"Ibu tidak kerja, Syelen. Selama ini Ibu dapat uang dari mana, kalau bukan dari Mbak? Jadi secara tidak langsung, kamu makan pakai uang dari Mbak Fara."
Itu memang benar, selama ini uang yang dikirimkan Arzein untuk Fara, selalu dibagi untuk biaya anak, biaya Syelen, dan biaya ibunya. Meskipun Arzein tidak pernah mempermasalahkan hal itu, hanya saja, Fara tidak enak.
"OH! Jadi Mbak Fara nggak ikhlas? Terus sekarang mau itung-itungan sama aku?" balas Syelen.
"Bukan masalah tidak ikhlas, Syelen. Tapi kamu coba pikir, kalau seandainya dulu kamu mau terima tawaran Mbak, buat masuk ke PT. Narendra Jaya Teknik. Pasti kamu tidak akan mengalami hal ini," jelas Fara.
"Narendra lagi Narendra lagi. Mbak Fara nggak bosen apa, gunain orang dalam buat mencapai kesuksesan?"
"Bukan masalah gunain orang dalam, Syelen. Tapi..."
"Nggak. Aku bakal sukses dengan usahaku sendiri. Udah cukup Mbak Fara ngatur hidup aku. Aku dulu disuruh masuk sekolah negeri favorit, terus masuk jurusan teknik sipil yang bikin aku mual liat angka. Sekarang Mbak juga mau ngatur aku kerja di mana? Mbak itu cuma Mbak... Bukan ayah!"
"Cukup! Ini semua salah Ibu," ucap Bu Sri.
Detik itu juga Fara dan Syelen tampak menghela napas. Jika ibu mereka sudah angkat suara, tentu saja mereka tidak boleh mementingkan ego mereka. Apapun keputusan ibu, sudah pasti mereka harus menurutinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WWG HOLIDAY PROJECT
ContoThe WWG datang lagi membawa project baru bertema THE WWG HOLIDAY PROJECT. Terdiri dari kumpulan cerita adult romance. Dalam kumpulan cerita ini, kamu akan dibawa ke dalam kisah-kisah romansa yang muncul tanpa rencana, di mana setiap tatapan, setiap...
