HASRAT TERPENDAM SANG IPAR (4)

1.3K 4 0
                                        

THIS WORK BELONGS TO LOVELLY (LoVelly09)

VOTE DAN KOMEN YANG BANYAK

🔥🔥🔥

Hanum's POV

Waktu berjalan begitu cepat. Hingga tanpa sadar aku dan Mas Devan sudah melucuti pakaian kami. Aku masih menindih Mas Devan dan membiarkannya memainkan payudaraku. Sesekali dia menghisap puting sambil menjilati bagian areola.

BuIu kudukku meremang seketika, setiap Mas Devan memainkan lidahnya. Sangat menggoda dan membuat tubuhku bergelinjang tidak karuan. Wajahnya yang tampan serta tubuh yang terpahat sempurna menaikkan gairahku. Fantasi-fantasi liar langsung mengumpul dan ingin diwujudkan segera.

“Ah, Mas,” desahku ketika Mas Devan menggesekkan penisnya di bibir vagina.

“Dek Hanum suka sama kontol Mas?” tanyanya.

“Suka,” jawabku sambil menggigit bibir bawah. Ukurannya yang besar dengan otot menonjol membuatku semakin bergairah.

“Mau coba dimasukin nggak, Dek?” tanya Mas Devan yang masih giat membuat vaginaku basah.

“Mau,” jawabku sambil mengangguk. “Pengen pegang.”

“Pegang aja.” Mas Devan mempersilahkan.

Aku memegang penis berotot Mas Devan lalu mengurutnya. Ukurannya terasa pas di genggamanku. Nafsu yang semakin memenuhi kepalaku semakin tidak terkontrol. Perlahan aku memasukkannya ke dalam milikku sedikit demi sedikit.

“Oh!” Mas Devan melenguh.

“Ah.” Vaginaku terasa penuh saat dimasuki milik Mas Devan.

“Oh, Dek.” Mas Devan tampak menikmatinya.

“Ah, Mas.” Aku menengadahkan kepala. Membiarkan penis Mas Devan menjelajah ke dalam sana dengan bebas.

“Argh!” desahku ketika penis Mas Devan masuk penuh.

Aku mengubah posisi menjadi jongkok lalu menggoyangkan pinggul keluar masuk. Suara becek yang tercipta membuat gairah kami semakin tidak terkontrol.

“Oh, becek banget, Dek,” ucap Mas Devan.

Aku terus bergoyang. Membiarkan tubuhku terlena dalam kenikmatan.

“Oh, kamu pinter banget, Dek,” puji Mas Devan sekali lagi.

“Mas suka? Ah,” tanyaku terus bergoyang di atas Mas Devan.

“Suka banget, Dek.”

Aku mempercepat ritme. Terus menghentak dan memanjakan penis Mas Devan. Sementara bibir Mas Devan kembali mengulum putingku dengan brutal.

“Ah! Mas!” teriakku ketika penis Mas Devan memenuhiku.

“Oh, Dek sempit banget memekmu.”

“Ah, Mas. Kontolmu juga enak.”

“Argh!” Mas Devan ikut mendesah sambil memegangi pinggangku untuk mengontrol hentakanku.

“Oh!” Aku terus mendesah dan bergoyang tanpa henti.

Melihat ritmeku yang memelan, Mas Devan ambil alih. Dia bergantian menindihku lalu menciumi leherku dan perlahan turun ke bawah. Tubuhku semakin bergelinjang tidak karuan.

Bibir Mas Devan terus menciumi perut, lalu berhenti di depan vagina. Spontan aku menekuk kedua lutut. Seolah mempersilahkan Mas Devan untuk mengeksplorasi vaginaku.

“Mulus banget, nggak ada rambutnya,” ucap Mas Devan. “Mas jilat ya?”

Tanpa menunggu persetujuanku, lidah Mas Devan sudah bergerilya di bawah sana. Membuka satu per satu bibir Vagina dan menggoda klitorisku dengan jilatannya.

THE WWG HOLIDAY PROJECTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang