Satu minggu kemudian, kini acara pernikahan antara Arga dan Anisa diselenggarakan. Pernikahan yang di mimpi mimpikan oleh Anisa kini terwujud, bukan hanya yang di mimpi-mimpikan Anisa saja yang terwujud, tetapi reques dari tantenya pun terwujud.
Anisa yang sedang di rias oleh MUA kini hanya menatap dari pantulan cermin sambil bergumam, "Cantik banget gue hari ini, gila."
MUA yang sedang memperhatikan Anisa pun berucap, "Maa syaa allah, cantiknya."
"Terima kasih mbak, ini juga mbak yang meriasnya," ucap Anisa sambil tersenyum.
"Hehe iya neng," imbuh sang MUA.
Jika Anisa sedang mempersiapkan diri, lain halnya dengan Arga yang sudah berada duduk di depan pak penghulu dan semua tamu undangan untuk mengucapkan akad nikah.
"Nak Arga, apakah kamu sudah siap?" tanya pak penghulu sambil menatap Arga.
"In syaa allah siap," jawab Arga.
Arga dipersilahkan untuk menjabat tangan dengan pak penghulu dan mengucapkan akad nikah.
"Bismillahirohmanirrohim, saya nikahkan engkau dengan putri saya yang bernama Anisa Apriliyani binti Agam Adyatama kepada Arga Diantara bin Akbar Diantara dengan seperangkat emas 7 gram, 4 villa dan uang senilai 20 juta rupiah dibayar tunai," ucap ayah Anisa dengan lantang.
"Saya Terima nikah dan kawinnya Anisa Apriliyani binti Agam Adyatama dengan mahar yang telah disebutkan, dibayar tunai, " ucap Arga tak kalah lantang.
"Gimana para saksi?" ujar pak penghulu.
"Sah..." jawab serentak.
"Alhamdulilah, akhirnya kalian sudah menjadi sepasang suami-istri," ucap pak penghulu.
Setelah ijab kobul telah dilaksanakan kini Anisa dengan Arga akhirnya bersama untuk selamanya menjadi sepasang suami istri.
Anisa yang sedaritadi dikamarnya kini keluar dengan gaun yang sangat indah dituntun bersama kedua teman baiknya untuk bertemu sang suami, Arga.
"Gak, liat istri lu, cakep bener," ucap Ridwan, temannya.
Arga yang tadinya menunduk kini menoleh kepada Anisa yang sedang berjalan ke arahnya sambil tersenyum manis.
"Maa syaa allah, bini gue cantik bener," batin Arga menganga sambil menelan salipanya.
"Biasa aja kali, bang, sampe nelen air liur gitu liatnya," sahut Hira sambil memutar bola matanya malas.
Arga yang mendengarnya hanya menundukkan pandangannya dikarenakan malu.
Setelah pertemuan Anisa dan Arga, kini mereka duduk dipelaminan dan tamu undangan dipersilahkan untuk makan.
(Btw cincinnya udah disematkan ke jari manis Anisa ya:)).
Sudah tiga jam Anisa duduk di pelaminan. Namun, akhirnya dia jenuh dan cemberut.
Arga yang melihatnya pun bertanya, "perlu bantuan? "
"Nggak Ada pak, cuman maaf nih pak mau nanya," ucap Anisa.
"Nanya apa?" tanya Arga sambil menatap Anisa.
"Orang yang ingin Nisa undang kok belum datang?" tanya Anisa sambil melirik.
"Mungkin dalam perjalanan, tunggu ya," jawab Arga.
"Hmm iya," imbuh Anisa.
^^^
Beberapa menit kemudian...
Ada sepasang kekasih baru yang menghampiri Anisa dengan Arga untuk bersalaman.
"Hai ponakanku yang cantik, selamat ya," ucap tante Lufi yang baru datang dengan kekasihnya.
"Iya tan, makasih udah dateng," ujar Anisa sambil tersenyum.
"Iya." jawab Tante Lufi.
"Ini siapa tan?" tanya Anisa sambil melirik yang disampingnya.
"Kenalin Nis, ini pacar tante," ucap tante Lufi memperkenalkan kekasihnya.
"Owh iya, hai om salam kenal," sapa Anisa tersenyum manis.
Orang yang di sapanya hanya tersenyum manis saja.
"Maaf nis, pacar tante belum bisa bahasa Indonesia dan hari-hari biasanya hanya memakai bahasa Inggris," ucap tante Lufi panjang lebar.
"Owh, iya tan kalo gitu," imbuh Anisa.
Jam demi jam pun berlalu dan malam pun tiba...
***
Hai guys sampai sini dulu bab ini, dilanjut bab berikutnya😍🤗
***
Jangan lupa vote dan komentnya ya😗😉
***
See you next chapter🙌🙌
KAMU SEDANG MEMBACA
Dosen my Husband
Romance"Ayah, aku tidak ingin di jodohkan dengan dosen itu!" lirih Anisa dengan isak menahan tangisan yang akan keluar dari kedua matanya. "Cukup nak, keputusan ayah sudah bulat untuk menjodohkan kamu dengan nak Arga," ujar ayah. Aku menaiki anak tangga sa...
