Untuk kamu yang pernah membaca, menunggu, atau sekadar singgah,
Maaf kalau tulisanku menggantung.
Bukan karena aku lupa, atau kehilangan arah. Tapi karena ada sesuatu dalam cerita ini—sesuatu yang sangat dekat dengan lukaku—yang akhirnya menuntutku untuk berhenti sejenak.
Tanpa kusadari, bagian yang seharusnya menjadi klimaks cerita justru menjadi pemicu terbesar dalam diriku.
Titik balik bagi tokoh-tokohku, rupanya juga menyentuh bagian terdalam dari diriku yang belum selesai pulih.
Dan sejak itu, aku memilih untuk berobat. Bukan keputusan yang mudah, tapi perlu.
Aku tidak ingin memaksa diri menyelesaikan sesuatu yang sedang menyayat.
Aku ingin kembali menulis bukan hanya dengan teknik, tapi dengan hati yang utuh—atau setidaknya sedang dalam perjalanan menuju ke sana.
Terima kasih telah membaca sejauh ini.
Terima kasih telah sabar.
Dan terima kasih karena di tengah segala rasa takutku, aku masih ingin kembali—karena tahu ada yang bersedia mendengarkan.
Cerita ini belum selesai. Aku juga belum.
Tapi aku akan kembali, dengan langkah yang lebih pelan, dan napas yang lebih jujur.
Peluk hangat,
OchioDC
KAMU SEDANG MEMBACA
MEZZANINE
Novela JuvenilMas Ar, begitu panggilan kesayangan dari Kala. Namanya Arkhi Izzaddin Khaliq, laki-laki sederhana yang sedang berusaha menjaga hati dan memilih fokus pada pendidikan dan mimpinya. Tuntutan keluarga membuatnya menjadi laki-laki yang ambisius, cuek da...
