52. Memahami Perasaan

7 0 0
                                        

Sudah 15 menit berlalu Elvaro tak kunjung datang dan hal itu membuat hati Clarista sedikit resah bahkan di akhir seruputan es kelapa mudanyapun Elvaro belum juga datang.

Hati Clarista semakin tak tenang, iapun bangkit dari duduknya dan berniat mencari keberadaan Elvaro. Namun baru juga ia membalikan badan, Clarista sudah dikejutkan dengan kehadiran Elvaro yang tengah tersenyum.

"Kamu ini, ngagetin aku aja!" kata Clarista setengah mendumel.

"Ngagetin apanya? Kamu aja yang kagetan," ledek Elvaro.

Clarista merengut kesal. Ia kembali duduk masih dengan muka kesalnya. Di tempatnya, Elvaro tersenyum kecil lalu mulai menyodorkan sebuah paper bowl membuat Clarista mengerut heran.

"Apa ini?" tanya Clarista.

"Buka aja!" balas Elvaro.

Paper bowl itu terasa hangat dan aromanyapun terasa begitu nikmat. Dengan cepat Clarista membuka tutup paper bowl itu dan seketika ia tersenyum lebar.

"Wonton? Kok bisa kamu tahu aku lagi pengen ini?" kata Clarista terdengar begitu girang.

"Bisa dong. Ya udah makan cepet!" balas Elvaro.

"Makasih ya!" sorak Clarista lalu mulai menyantap wonton itu dengan penuh excited.

Di kala Clarista tengah asyik menikmati makanannya, lain halnya dengan Elvaro yang nampak diam sebari memikrkan sesuatu. Ia tengah berusaha untuk memahami perasaannya saat ini yang nampak begitu membingungkan. Sepertinya Elvaro tengah terjebak dalam permainannya sendiri.

Benci dan cinta memang suatu perasaan yang sulit untuk diartikan dan saat ini Elvaro tengah berada di titik itu. Kebenciannya pada Clarista sepertinya saat ini perlahan sudah berubah tetapi Elvaro belum bisa menerima kenyataan itu bahwasannya ia sudah mulai mencintai Clarista.

"Kamu kenapa? Sakit?"

Suara itu sontak membuyarkan lamunan Elvaro dan bahkan tanpa sadar Elvaro mengeluarkan air mata walau hanya sedikit tetapi Clarista bisa melihatnya.

"Kamu nangis ya?" tanya Clarista dengan nada panik.

"Enggak kok, cuma kelilipan aja," balas Elvaro.

"Serius?" Clarista berusaha memastikan.

"Iya. Kamu udah selesai makannya? Kita pulang sekarang yu! Udah kesorean nanti orangtua kamu khawatir lagi," kata Elvaro yang langsung disetujui oleh Clarista.

Seperti biasa, mereka berjalan bersisian sebari terus berpegangan tangan. Namun tanpa sengaja, mereka berpapasan dengan Sarah dan juga Tian.

"Eh ada new couple!" ledek Sarah dan Clarista hanya melirik malas.

Belum sempat Clarista membalas ledekan Sarah, Elvaro sudah lebih dulu menarik Clarista untuk segera melanjutkan perjalanannya.

"Maaf ya, kita buru-buru!" kata Elvaro yang sukses membuat Sarah juga yang lainnya heran, termasuk juga Clarista.

Clarista sebenarnya ingin bertanya namun ia bisa melihat bahwa sepertinya suasana hati Elvaro sedang tidak baik-baik saja. Seperti ada yang tengah dipikirkan tetapi Clarista tidak tahu apa.

"Kamu kenapa? Lagi ada masalah?" tanya Clarista ketika mereka sudah sampai di parkiran.

"Aku gak papa kok. Mungkin sedikit capek aja!" balas Elvaro.

Di sisi lain, Sarah menemukan foto kecil yang tergeletak di dekat kakinya. Sarahpun bergegas mengambilnya lalu keningnya mengernyit heran ketika ia melihat foto itu.

"Kayak kenal," kata Sarah sebari terus menatap foto itu.

Dalam foto itu terlihat dua remaja laki-laki tengah saling merangkul. Mereka nampak kembar tetapi mereka memiliki gaya yang berbeda.

Satu di antaranya bergaya modis dan rapih sedang yang satunya bergaya agak culun. Berkacamata juga rambut yang klimis.

Sarah mencoba membalik foto itu dan di sana terdapat sebuah tulisan 'Al & El'. Seketika Sarah terpaku dan hal itu membuat Tian merasa heran lalu mengambil alih foto itu.

Tian menatap intens ke arah foto itu guna memastikan siapa orang di dalam foto itu. "Yang ini Elvaro kan?" ujarnya sebari menunjuk ke arah foto laki-laki modis itu.

"Iya. Itu El," balas Sarah.

"Terus yang ini siapa?" tanya Tian sebari menunjuk foto laki-laki yang satunya lagi.

"Kalau gak salah itu Aldrian, laki-laki yang dulu suka sama Clarista tapi Clarista tolak mentah-mentah," kata Sarah.

"Ini mereka kayak kembar? Iya gak sih?" ujar Tian.

TIPU DAYA CINTA [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang