46. Nasib Hubungan

5 0 0
                                        

"Kamu suka sama dia?"

Elvaro begitu tercengang ketika mendapati pertanyaan itu sampai-sampai membuatnya tersedak.

Melihat hal itu, Rena lantas terkejut dan iapun buru-buru menyodorkan gelas yang berisi air pada anaknya itu.

"Minum dulu!" titah Rena yang langsung dilakukan oleh Elvaro.

Satu gelas air habis dalam satu tegukan namun itu tak membuat kepanikan Elvaro hilang. Jika sudah seperti ini Elvaro sendiri tidak tahu harus menjawab apa.

Suka? Apa benar Elvaro memiliki rasa suka terhadap Clarista? Dalam hati, Elvaropun masih bertanya-tanya. Dan jika memang benar itu terjadi rasanya Elvaro tidak bisa menerima perasaannya sendiri.

Tujuan dirinya mendekati juga berbuat baik pada Clarista bukanlan untuk jatuh hati. Tetapi Elvaro sendiri bingung bagaimana menyikapi juga menyingkirkan jikalau perasaannya itu memang ada.

"El!" tegur Rena karena anaknya tak kunjung membuka suara.

"Enggak kok, El gak suka sama dia. Biasa aja!" kata Elvaro.

"Mamah lihat dia tuh anaknya baik. Mamah harap kamu gak ngelakuin hal yang macem-macem. Sudahilah semuanya, mamah sama papah udah ikhlas kok, kamu juga harus ikhlas!" ujar Rena.

"El gak bakal macem-macem kok. El cuma ngelakuin hal yang sepadan," balas Elvaro lalu iapun memilih untuk beranjak dari tempat duduknya.

"Sarapannya kok gak dihabisin?" tanya Rena.

"Udah siang, takut keburu macet," balas Elvaro lantas iapun menyalami tangan ibunya itu.

**

Clarista masih senantiasa berdiri di depan rumahnya guna menunggu kedatangan ojek online pesanannya. Sudah lebih dari 5 menit tapi yang ditunggu tak kunjung datang.

Kesal, Claristapun hendak mengirimi driver itu pesan lewat fitur pesan yang tersedia di aplikasi. Namun sebelum pesan itu terkirim driver yang sedari tadi Clarista tunggu akhirnya datang.

"Maaf lama kak, tadi di jalan macet ada perbaikan jalan!" kata driver ojek online itu.

"Iya pak, gak papa. Tapi sekarang jalannya agak cepet ya, takut kesiangan," ujar Clarista yang langsung disetujui driver itu.

Sesuai permintaan, driver itu langsung melajukan motornya dengan cukup cepat. Suasana sudah lumayan padat dan dalam hatipun Clarista merasa gelisah karena ditakutkan ia akan gagal masuk sekolah.

Sepertinya ini memang hari sial bagi Clarista karena motor yang ditumpangi Clarista tiba-tiba berhenti. Dengan penuh kegelisahan, Clarista turun dari motornya begitu juga dengan drivernya.

"Kenapa, pak?" tanya Clarista.

"Maaf, kak! Bannya bocor!" kata driver itu.

Mata Clarista melotot tajam, iapun menampilkan wajah cemas sebari terus mondar-mandir karena bingung harus melakukan apa.

"Ini pak, saya bayar setengahnya aja ya! Bapak kalau mau cari bengkel silahkan berangkat aja!" kata Clarista.

"Maaf ya, kak sekali lagi! Makasih juga tapi tolong jangan laporin saya ke kantor ya kak!" ujar driver itu.

"Enggak kok, pak. Santai aja!" balas Clarista.

Setelah menerima uang yang diberikan Clarista, driver itupun langsung menuntun motornya guna mencari bengkel. Sedang di tempatnya, Clarista masih dilanda kebingungan.

Tak ada pilihan lain, Clarista mencoba memesan kembali ojek online tapi sialnya tak ada satupun driver yang masuk.

"Ngapain lo di sini?"

TIPU DAYA CINTA [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang