41. Jatuh Cinta

6 1 0
                                        

41. Jatuh Cinta

Clarista duduk di sebuah bangku yang ada di depan toko es krim, sedang Elvaro berada di dalam tengah memesan es krim.

Kurang dari 5 menit Elvaro sudah keluar dengan membawa 2 es krim crone dengan topping coklat.

"Rakus juga ya lo," celetuk Clarista.

"Maksudnya?" sahut Elvaro.

"Ya itu lo rakus, makan es krim sampai 2 kayak gituh," ujar Clarista.

Elvaro menarik napasnya kesal, lalu setelah itu iapun duduk di sebelah Clarista. Tanpa banyak bicara, Elvaro langsung menyodorkan satu es krim itu ke arah Clarista.

"Lo pikir gue gak punya etika apa? Masa iya gue makan sendiri," kata Elvaro namun Clarista tak kunjung menerima es krim itu. "Ambil cepetan. Pegel tahu," lanjutnya.

Dengan perasaan yang tak bisa dijelaskan, Claristapun menerima es krim pemberian Elvaro itu. Hatinya mendadak senang dan bahkan rasanya ia ingin sekali untuk tersenyum lebar namun sebisa mungkin Clarista tahan karena ia tak ingin menjadi bahan ejekan lagi.

"Tapi kan gue gak minta," ujar Clarista.

"Iya lo emang gak minta tapi kan gue yang ngajak. Daripada lo banyak omong mending lo cepet makan keburu cair," kata Elvaro.

Tak ada lagi adu mulut di antara mereka. Keduanya sama-sama sibuk menikmati es krim dengan perasaan yang sama-sama tidak bisa dijelaskan.

******

"Mah, Rista belum pulang? Kok papah gak lihat dia dari tadi?" tanya Irwan ketika dirinya duduk di kursi makan dan hendak menyantap makanan yang sudah tersaji, karena memang sejak 10 menit yang lalu Irwan baru saja pulang dari kerjaannya.

"Iya tuh, gak tahu ke mana itu anak. Dari tadi ditungguin gak dateng-dateng, gak lihat apa ini udah jam berapa," oceh Manda.

Irwan yang tengah menikmati makanannya itupun hanya bisa tersenyum menyaksikan istri tercintanya itu terus saja mengoceh. Padahal niatannya itu hanya ingin bertanya tidak bermaksud untuk memancing kekesalan istrinya.

"Udah, mah gak usah ngomel-ngomel terus. Mending sini temenin papah makan daripada ngomelin terus piring yang gak punya salah sama sekali," kata Irwan.

"Lah, mamah gak ngomelin piring, mamah ngomelin Rista," balas Manda.

"Ya kan yang dari tadi mamah urusin itu piring, Ristanya gak ada di sini jadi mana denger," kata Irwan.

Manda terdiam, ia yang baru saja selesai mencuci piring juga peralatan dapur lainnya langsung saja duduk di kursi sebelah suaminya.

Bukan hanya duduk, Manda juga ikut makan sebari berbincang ringan seolah melepas penat serta melepas rindu karena ditinggal kerja seharian. Umur mereka memang sudah tidak muda tetapi hubungan mereka tetap terjaga seperti anak remaja yang tengah kasmaran.

"Masakan mamah memang tiada duanya. Jadi makin sayang!" goda Irwan setelah makanan di piringnya habis tak tersisa.

Manda tersenyum malu sebari menatap ke arah suaminya, "Gak usah ngegombal, cuci tangan sana!"

Irwan terkekeh melihat tingkah istrinya yang terlihat begitu salah tingkah. Setelah puas menggoda Manda, Irwanpun bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah wastafel guna mencuci tangannya.

Selagi Sang suami tengah mencuci tangan, Mandapun sibuk membereskan piring bekas makan dan hendak mencucinya.

"Eh kamu mau ngapain?" tanya Irwan ketika melihat Manda menuangkan sabun cuci piring ke atas piring.

TIPU DAYA CINTA [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang