Sarah menggeliat di kala tidurnya, ia mendengar ada sedikit kebisingan di luar kamarnya. Namun itu tak membuatnya memiliki niat untuk bangun dari tidurnya karena Sarah pikir itu hanyalah mimpi atau pendengarannya yang salah.
Sedang di sisi lain, Clarista juga Sarah yang nampak sedikit cekcok perihal persiapan kejutan untuk Sarah sedikit tertegun dengan kedatangan Tian yang tiba-tiba.
Tian nampak membawa kue ulang tahun dengan karakter panda juga boneka panda berukuran sedang.
"Kok lo tiba-tiba ada di sini?" tanya Clarista.
"Ya bisalah. Gue kan pacarnya, gue emang udah niat mau ngasih kejutan buat Sarah eh ternyata udah ada kalian," balas Tian.
"Ya udah kalau gituh ayo bareng aja!" sahut Elvaro.
"Eh tunggu! Tante ikut ya, mau tante rekam buat dikirimin ke papahnya Sarah, dia kan lagi tugas di luar kota," kata Tika.
"Boleh dong tante. Tante kan mamahnya Sarah masa iya gak boleh ikut," balas Clarista.
"Sarah tuh kalau tidur biasanya pintu kamarnya dikunci jadi biar tante yang ngerjain dia ya!" ujar Tika.
"Biar aku bantuin, tan. Aku punya ide," sahut Tian.
"Ide apa?" Tika bertanya dengan wajah kebingungan.
Tian tersenyum lalu mulai membisikan rencananya ke telinga Tika dan Tikapun menyetujuinya hingga pada akhirnya merekapun berjalan ke arah kamar Sarah.
"Sarah bangun sayang. Ini ada Tian katanya dia lagi ada masalah dan butuh bantuan kamu. Ayo cepet bangun sayang, itu Tian kasihan kayaknya dia lagi sedih banget tuh!" ujar Tika sebari terus menggedor pintu kamar Sarah.
Sarah yang memang sedari tadi tidurnya sudah mulai terganggu nampak terhenyak kaget mendengar teriakan dari ibunya. Mendengar nama Tian disebut membuat kesadaran Sarah mendadak penuh. Ia langsung merubah posisinya menjadi duduk lalu meraih ponsel yang ia simpan di atas nakas guna melihat jam.
"Jam 12 lewat 05 menit. Ini gak salah nih? Tian juga kenapa lagi? Kalau kenapa-napa kok gak ada ngabarin gue sih?" Sarah mulai bermonolog.
"Sarah bangun. Itu Tian lagi butuh kamu, temuin dulu sebentar, kasihan!" Tika kembali membuka suara membuat Sarah bertambah panik.
Dengan penuh rasa was-was Sarahpun beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan ke arah pintu kamar.
"Ih kok susah banget sih," dumel Sarah ketika ia mendadak susah membuka kunci.
"Happy birthday!" teriak Tian dengan yang lainnya terdengar sangat kompak.
Mata Sarah melotot tajam bahkan ia sampai mengucek matanya beberapa kali guna memastikan apa yang kini ia lihat benar adanya atau tidak.
"Selamat ulang tahun bestie gue. Makin tua aja lo!" kata Clarista dengan santai membuat Tika, ibu dari Sarah itupun terkekeh pelan.
"Selamat ulang tahun ya sayangnya aku. Semoga tambah berkah di umur yang sekarang ya!" sahut Tian.
"Ehem, ada mamahnya loh!" timpal Tika dan Tianpun hanya tersenyum tipis sebari mengangguk pelan sebagai permintaan maaf. "Santai aja, gak usah kaku. Tante cuma becanda kok," lanjutnya.
Melihat Sarah yang hanya diam tanpa mengeluarkan satu patah katapun membuat Tika mengernyit heran. Iapun lantas mematikan kamera ponselnya yang memang sedari tadi sudah aktif merekam.
"Kamu kenapa? Sakit? Kok malah diem kayak gituh?" tanya Tika sebari memegang kening Sarah. "Normal kok, gak demam," lanjutnya.
"Aku gak papa, aku gak sakit kok. Cuma bingung aja, kali aja ini mimpi," balas Sarah.
KAMU SEDANG MEMBACA
TIPU DAYA CINTA [End]
RomansaKata orang cinta itu indah. Di mana kita bisa disayangi sepenuh hati, diberi perhatian tanpa pamrih juga dilindungi tanpa dipinta. Tapi tidak bagi Clarista, ia terjebak dalam sebuah permain cinta yang penuh dengan tipu daya. Diberi suka juga diberi...
![TIPU DAYA CINTA [End]](https://img.wattpad.com/cover/372983057-64-k865237.jpg)