43. Ulang Tahun Sarah

6 1 0
                                        

Elvaro tengah duduk di atas jok motornya sebari memainkan kunci motornya. Mendengar pintu rumah hendak terbuka, Elvaropun mulai menatap ke arah pintu dan muncullah seorang gadis yang tengah tersenyum sebari berjalan ke arahnya.

"Maaf ya lama," kata Clarista.

Entah sejak kapan, Elvaro merasa sedikit gugup ketika berhadapan dengan Clarista, tak seperti biasanya dan hal itu cukup membuat Elvaro sedikit canggung.

"Its oke," balas Elvaro lalu setelah itu ia menyodorkan satu helm ke arah Clarista. "Dipake!" lanjutnya.

Claristapun menerima helm itu dibarengi dengan senyuman, "makasih!" ujarnya lalu mulai memakai helmnya.

Setelah Clarista duduk dengan aman di jok belakang, Elvaro melirik kaca spion sekilas, entah untuk apa.

"Kita mau ke mana?" tanya Elvaro.

"Ke jalan Rajawali," balas Clarista.

"Oke," jawab Elvaro lalu mulai melajukan motornya dengan pelan guna memperlambat perjalanannya.

**

Hanya membutuhkan waktu 15 menit akhirnya mereka telah sampai di tempat yang dituju. Suasana di jalan Rajawali cukup ramai karena memang di sana setiap malam selalu menjadi pusat kuliner.

Clarista mulai menyapu pandangannya guna mencari tempat yang ia tuju, suasana yang cukup ramai membuat Clarista sedikit sulit untuk menemukannya.

Merasa tak menemukan hasil, Claristapun mulai berjalan pelan menyusuri setiap stand yang berjejer di sana, melihat hal itu Elvaropun mulai ikut berjalan mengikuti langkah Clarista.

"Cla!" panggil Elvaro.

Clarista menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Elvaro. "Kenapa?" tanyanya.

"Lo mau cari apa sih sebenarnya?" tanya Elvaro.

"Dimsum mentai," balas Clarista.

Elvaro mengangguk paham lalu iapun mulai menyapukan pandangannya ke arah sekitar. Tak perlu waktu lama, Elvaropun sudah menenukan apa yang ia cari.

Tanpa mengatakan apapun lagi, Elvaro langusung menarik lengan Clarista secara tiba-tiba membuat Clarista terkejut bukan main.

"EL!" teriak Clarista yang sedikit tak terima karena Elvaro menariknya secara tiba-tiba tanpa penjelasan.

"Udah sampai!" kata Elvaro ketika mereka sudah sampai di depan sebuah stand.

Rasa kesal Clarista akhirnya tergantikan dengan rasa lega ketika pandangannya mendapati sebuah stand bertuliskan Dimsum Mentai.

"Lo mau beli ini buat Sarah?" tanya Elvaro.

"Iya, kan dia sukanya jajanan. Kebetulan juga kemarin-kemarin dia bilang pengen banget ini," kata Clarista.

"Oh oke. Kalau gituh gue aja yang pesen, lo tunggu di sini soalnya kan itu rame banget takutnya lo gak kuat desek-desekan," ujar Elvaro.

"Gak usah, biar gue aja, ini kan gue yang butuh," balas Clarista.

"Biar gue aja," tegas Elvaro yang langsung berjalan ke arah antrean dan Claristapun tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti perintah Elvaro karena tidak mungkin juga jika ia harus berdebat di tengah keramaian.

Sudah sekitar 15 menit Clarista menunggu dan iapun sudah merasa bosan. Clarista memutarkan kepalanya ke arah belakang berniat mencari keberadaan Elvaro namun rupanya Clarista dibuat terkejut ketika ia tak mendapati Elvaro di barisan antrean.

Cemas, Clarista langsung menyapu pandangannya guna mencari keberadaan Elvaro, namun sayang tak ada hasil.

"Hai!" panggil seseorang dari arah belakang membuat Clarista yang saat itu tengah panik menjadi semakin panik.

TIPU DAYA CINTA [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang