Bagian 40: Kuberikan Segalanya III

760 80 22
                                        

Boboiboy Fanfiction

© Boboiboy | Animonsta Studio

A/N: seluruh cerita ini merupakan karangan semata dan penulis tidak mengambil keuntungan dari penulisan cerita ini. Apabila ada kesamaan ide, nama tokoh atau tempat, semua itu murni ketidaksengajaan.

≫ ──── ≪•◦ ❈ ◦•≫ ──── ≪


Wilayah Tenggara telah sepenuhnya jatuh. Wabah sudah menyebar ke seluruh wilayah dan kini telah memasuki wilayah Selatan dan wilayah Timur. Tidak peduli apapun yang dilakukan untuk mengontrol penyebaran wabah, wabah tetap saja menyebar dengan sangat cepat.

Taufan menggigit ibu jarinya dengan gelisah. Mereka telah melakukan karantina wilayah terhadap wilayah Tenggara sepenuhnya, mengisolasi beberapa wilayah di Selatan juga Timur untuk mencegah siapapun masuk ke wilayah yang terdampak ataupun keluar. Bahkan para sukarelawan dan prajurit yang ditugaskan ke sana tidak bisa kembali ke rumah mereka karena dikhawatirkan akan membawa penyakit ke keluarga mereka. Sudah banyak tenaga medis dan prajurit yang ikut terkena wabah dan tak sedikit dari mereka yang meninggal dunia.

Ibu juga tidak bisa kembali ke Istana sejak 2 minggu yang lalu. Taufan merasa semakin cemas dari waktu ke waktu. Apa yang harus dia lakukan?

Wilayah Selatan mungkin bisa bertahan lebih lama dibanding wilayah lainnya, tapi bukan berarti mereka akan membiarkan wilayah Selatan juga jatuh. Sumber pangan Ignisia bergantung padanya setelah Tenggara jatuh! Di lain sisi, wilayah Timur sungguh menghawatirkan. Wilayah Timur tidak seperti wilayah Tenggara ataupun Selatan yang kaya. Tanah mereka berpasir dan tandus, lebih banyak gurun dibanding Sungai. Tidak pula seperti wilayah Utara dan Barat laut yang penuh hutan dengan bermacam flora dan fauna. Bukan juga seperti wilayah Barat, yang walau kekurangan pangan, memiliki pengasilan dari menjual bagian-bagian dari binatang buas yang menyerang wilayah mereka.

Perbatasan Timur yang dikenal sebagai wilayah termiskin di Ignisia. Mereka berbatasan langsung dengan 'Tanah tak Bertuan' yang tidak dikenal potensi bahayanya atau apa yang ada di dalamnya. Tumbuhan sulit tumbuh, sangat sedikit hewan di sana, hewan-hewan yang bertahan hidup di sana kebanyakan beracun atau tidak dapat dimakan, tidak memiliki potensi untuk pertambangan ataupun lainnya. Rakyat di sana sudah sangat menderita, jika wabah penyakit ini juga masuk ke dalam wilayah mereka, Taufan tak yakin mereka bisa bertahan.

Masalah dengan wabah penyakit ini saja sudah membuat kepala Taufan pusing, belum dengan permasalahan bandit. Taufan yakin ada beberapa di antara para bandit itu juga yang tertular wabah—mereka merampok di wilayah yang tertular, bagaimana bisa mereka tetap bertahan?

Taufan tidak tau bagaimana mereka malah menjadi semakin kuat dari waktu ke waktu dan bukannya melemah, tapi dia tau jika mereka harus membereskan masalah bandit ini. Jika para bandit yang tertular wabah pergi ke wilayah lain yang masih bersih dan mulai menyebarkannya, Ignisia akan dilanda kekacauan total.

Dia harus melakukan sesuatu sekarang.

"Tuan Jason, aku percaya pada kemampuanmu dalam membuat obat-obatan. Kita harus segera menemukan obat untuk penyakit yang sedang menyebar di Kerajaan. Sudah banyak nyawa yang hilang dan kita tak boleh membiarkan rakyat menderita lebih jauh. Jika kau harus merekrut dokter atau alkemis dari negara lain, jangan ragu dan katakan padaku. Aku akan memastikan Istana membiayai semua itu. Pastikan pula untuk bekerja sama dengan Count Balakung dan bawahannya. Mereka adalah orang-orang yang diberkati oleh Dewi Gevix. Aku pula akan membantu semampuku."

Pria di hadapannya masih berlutut di tanah dengan kepala menunduk, "Hamba akan melaksanakan perintah anda, Yang Mulia."

Taufan mengangguk dengan kaku. Dengan Ayah dan Paman Pian yang sibuk mengurus bandit, Ibu yang tak dapat kembali ke Istana karena tingkat penularan yang semakin meningkat dari hari ke hari, Taufan ditinggalkan mengurus berbagai hal sebisanya sebagai Pangeran Ignisia. Halilintar mungkin membantu dalam beberapa hal, tapi masih ada begitu banyak yang harus dilakukan.

Di Bawah Langit yang SamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang