Bagian 44 : Tanah Tak Bertuan IV

363 42 9
                                        

Boboiboy Fanfiction

© Boboiboy | Animonsta Studio

A/N: seluruh cerita ini merupakan karangan semata dan penulis tidak mengambil keuntungan dari penulisan cerita ini. Apabila ada kesamaan ide, nama tokoh atau tempat, semua itu murni ketidaksengajaan.

≫ ──── ≪•◦ ❈ ◦•≫ ──── ≪


"Itu... Apa-apaan itu?!" Teriak Halilintar.

"Itu Olgoi-Khorkhoi [1]." Taufan menjawab, menarik Halilintar menjauh dari makhluk yang menimbun dirinya di bawah pasir itu.

[1] Olgoi-Khorkhoi berasal dari bahasa Mongolia yang berarti Cacing Kematian Mongolia. Hewan ini termasuk makhluk kriptid yang digambarkan sebagai cacing besar berwarna merah darah, berbentuk seperti usus besar dan mampu menyemburkan asam sulfat juga listrik, dan sangat berbisa sehingga sentuhan saja bisa mematikan. Dalam cerita ini, Olgoi-Khorkhoi tetap memiliki kemampuan yang sama, hanya saja tubuhnya jauh lebih besar dan memiliki ratusan gigi yang tajam.

"Olgoi—apa?!"

"Berhenti bicara dan lari saja!"

Mengapa kakaknya harus menanyakan pertanyaan tidak penting di saat seperti ini?

Entah Halilintar akhirnya sadar bahwa mereka sedang terdesak atau apa, dia menyelipkan tangannya di pinggang Taufan dan mereka mulai bergerak dengan cepat menjauh dari lubang besar yang tadi terbentuk. Astaga, Taufan merasa dia akan muntah karena bergerak begitu cepat dengan tiba-tiba.

Halilintar membawa mereka cukup jauh dari lubang tempat makhluk itu berada dan itu berarti cukup jauh juga dari Tetesan Matahari. Taufan seharusnya sudah memperkirakan jika mendapatkan tanaman langka macam Tetesan Matahari akan sulit, bahkan Tuan Jason sudah memperingatkannya jika tanaman itu dijaga oleh banyak monster. Salah satunya adalah makhluk yang baru saja mereka lihat.

Olgoi-Khorkhoi adalah sejenis monster berbentuk cacing raksasa berwarna merah. Karena tubuh mereka yang besar, pergerakan mereka cukup lambat, tetapi mereka tetap termasuk makhluk yang sangat mematikan. Dari apa yang Taufan baca, makhluk itu bisa menyemburkan asam dan listrik, belum lagi bisa pada tubuhnya yang bisa membunuh hanya dengan sentuhan. Olgoi-Khorkhoi berburu dengan cara mengubur diri mereka di dalam pasir, begitu mendeteksi mangsanya, dia akan membuat longsor pasir yang membuat mangsa jauh langsung ke dalam mulutnya. Jika tadi Halilintar tidak menariknya, mungkin sekarang Taufan sedang dicerna di dalam perut makhluk itu.

Mereka tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan makhluk itu. Kemampuan Taufan adalah angin dan dia tidak memiliki serangan yang cukup kuat untuk menembus pertahanan kulit Olgoi-Khorkhoi yang begitu tebal dan berlapis. Sementara itu, kemampuan Halilintar adalah petir, yang mana serupa dengan kemampuan Olgoi-Khorkhoi. Ada kemungkinan makhluk itu kebal terhadap petir, jadi mengalahkan makhluk itu terdengar mustahil bagi mereka.

"Apa yang harus kita lakukan, Taufan? Bagaimana kita bisa mengalahkan makhluk itu?"

"Kita tidak akan bisa," Taufan berkata dengan jujur. Dia bisa melihat Halilintar menjadi lebih gelisah saat dia mengatakannya, "Makhluk itu punya pertahanan kelas atas, mustahil kita yang hanya anak remaja bisa mengalahkannya."

"Lalu apa rencanamu?"

"Kita hanya harus melewatinya. Tidak perlu mengalahkannya, cukup hindari saja makhluk itu dan ambil Tetesan Matahari lalu pergi."

"Dan apa rencanamu untuk melewati makhluk itu?!" Halilintar menunjuk pada makhluk besar yang kembali mengubur dirinya ke dalam pasir.

Sebenarnya, Taufan bisa menggunakan Windstep untuk berjalan di udara dan melewati Olgoi-Khorkhoi, menurut catatan yang diberikan oleh Tuan Jason, hewan itu hanya mendeteksi mangsa yang berjalan di atas pasir. Tapi catatan itu tidak lengkap, dan ada kemungkinan makhluk itu bisa merasakannya lalu menyemburkan asam atau sengatan listrik saat Taufan berada di udara. Belum lagi dia hanya bisa pergi seorang diri karena dia tidak cukup kuat untuk menggendong Halilintar bersamanya. Saat memanen Tetesan Matahari, salah satu dari mereka harus berjaga agar tidak diserang oleh monster lain.

Di Bawah Langit yang SamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang