Boboiboy Fanfiction
© Boboiboy | Animonsta Studio
A/N: seluruh cerita ini merupakan karangan semata dan penulis tidak mengambil keuntungan dari penulisan cerita ini. Apabila ada kesamaan ide, nama tokoh atau tempat, semua itu murni ketidaksengajaan.
≫ ──── ≪•◦ ❈ ◦•≫ ──── ≪
Entah berapa kalipun aku melihat tubuh ini, aku masih merasa ngeri akan fakta betapa kurusnya tubuh yang kini kutempati. Diriku sebelumnya juga tidak memiliki tubuh yang berotot seperti kebanyakan teman-temanku atau saudaraku. Namun setidaknya aku tidak kurus seperti tubuh Taufan, sang Pangeran Kedua Ignisia. Mungkin tak akan berlebihan jika aku mengatakan dia seperti mayat berjalan. Jemarinya saja terlihat seperti tulang dibungkus kulit dan kulitnya begitu pucat. Seperti contoh saat ini, pakaian yang aku kenakan terasa begitu longgar di tubuhku padahal aku melihat tanda pakaian ini telah berkali-kali diperkecil untuk menyesuaikan dengan tubuh Taufan. Apa anak ini tidak pernah makan sebelumnya? Mengapa dia sangat kurus? Juga kulitnya sangat pucat walau aku telah mulai membiasakan diri untuk berjemur setiap pagi dan tidur lebih awal.
Sungguh lucu bagaimana Taufan adalah seorang yang diberkati oleh Dewi Angin tetapi tubuhnya nampak akan terbang hanya dalam sekali tiupan angin.
"Udara menjadi begitu panas belakangan ini, pilihkan aku pakaian yang lebih tipis dan ringan." Perintahku pada Maripos. Oh, aku sudah mulai terbiasa dengan urusan perintah memerintah ini.
"Tentu, Yang Mulia. Saya akan segera menyiapkannya."
Dikala Maripos tengah menyiapkan pakaian yang akan aku kenakan hari itu, aku memikirkan kemana aku harus pergi hari ini. Apa aku harus ke danau dan menyelesaikan lukisanku atau bermalas-malasan di teras sambil membaca buku? Hm, tetapi aku sudah memiliki rencana untuk memperkuat sedikit tubuh ini sambil mencoba kekuatan yang dimiliki. Taufan diberkati oleh Dewi Angin, 'kan? Halilintar di dalam novel diberkati oleh Dewi Petir yang membuatnya dapat menggunakan sihir petir dalam berbagai pertarungan. Seharusnya Taufan juga memiliki kekuatan yang cukup kuat walau tubuhnya lemah. Sepertinya aku harus menyusahkan Kapten Fang untuk menemaniku hari ini.
"Maripos, setelah ini panggilkan Kapten Fang." Aku berkata selagi Maripos membantuku berpakaian.
"Baik, Yang Mulia."
Sekarang, bagaimana caraku menguji coba kekuatan Taufan? Apa aku harus menyebutkan sesuatu untuk memunculkan kekuatannya atau itu bisa terjadi secara alami? Sungguh, bagaimana para MC dalam cerita transmigrasi bisa langsung menggunakan kekuatan mereka? Kenapa mereka tak memberikan buku panduan cara menggunakan kekuatan seperti tarik nafas lalu fokuskan pikiran pada sesuatu seperti itu? Ah, sangat menyusahkan saja.
Karena Taufan diberkati oleh Dewi Angin, seharusnya kekuatan yang dia miliki berkaitan dengan angin. Namun, aku tak mengingat adikku pernah membahas sesuatu berkaitan dengan angin dalam novel. Bahkan dia hanya membahas mengenai Dewi Angin sekilas untuk menjelaskan latar belakang Taufan yang sangat singkat.
Mungkinkah alasan lain Taufan dianggap tidak layak sebagai pangeran karena dia tak dapat menggunakan kekuatannya? Jadi jika seperti itu, tak akan ada yang mencurigaiku jika aku tak bisa menggunakan kekuatan angin, 'kan? Aku hanya akan mencoba apakah Taufan memiliki kekuatan dan aku bisa menggunakannya atau tidak. Jika tidak, aku akan mulai melatih stamina tubuhku agar tidak menderita karena fisik yang lemah terus menerus. Dan mungkin jika begini aku tak lagi perlu meminum obat-obatan yang pahit itu.
Pemikiranku terhenti oleh suara ketukan di pintu beserta suara Maripos yang mengatakan jika dia datang bersama Kapten Fang. Segera kuberi ijin pada keduanya untuk masuk ke dalam ruangan yang telah menjadi kamarku selama sebulan ini. Maripos masuk lebih dahulu, di belakangnya berdiri pemuda lainnya yang memiliki rambut ungu gelap dan mata merah. Tubuhnya tegap dan berotot, dia mengenakan seragam prajurit dan di pinggangnya terikat sebuah pedang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Di Bawah Langit yang Sama
Hayran Kurgu~"Nyatanya, kita semua berada di bawah langit yang sama, bukan begitu, Taufan?"~
