Sekian tahun Azizah tak menginjakkan kakinya di kota yang terkenal dengan rendangnya.
Berkali-kali Azizah menguap, dengan penerbangan pagi ini.
Arhan terkekeh dengan kelakuan sang istri, dia menempatkam kakinya dipangkuan sang istri, membuat zize cemberut. "Beratt ho"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ngantuk ya? makanya jangan keluyuran malem" ejek Arhan sembaru memeluk erat sang istri
Zizah cemberut,"Aku kan menghargai undangan mba gigi"
"Eh ayoo biarding" ajak bunda ke arah mereka
Arhan mengangguk sembari menggandeng dua perempuan kesayanganya. Tak lain ialah teteh dan sang istri.
Di dalam pesawat, paha Arhan sudah menjadi tumpuan 2 wanita kesayangan keluarga Rosiade ini.
Sebenarnya ada yang mau Arhan bicarakan pada istrinya. namun ia tak mau mengacaukan liburan ini.
sampai di padang abi mengajak mereka ke rumah makan autentik yang ada disana. Zizah menatap suaminya tertawa lucu.
Dia tau Arhan risih dengan kerumunan di area rumah makan. Maka dari itu zizah menggoda suaminya. Membuat Arhan kesal, sehingga dia menjenggut kecil rambut sang istri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kak Arhann foto dongg" goda zize saat mereka sudah duduk
"Sayang ihh" kesal Arhan melotot pada sang istri
Sesudah makan teriakan untuk nama mereka begitu ramai, menbuat Arhan tersenyum canggung risih.
"Bi yang itu enak gak?" zizah bertanya sembari menunjuk udang di depanya.
"Enak, han mau gak?" tawar abi
Arhan tersenyum mengangguk, membuat zize kesal. "Yang mau kaka loh bi"
Abi tertawa,"Loh anak abi gak cuma kamu"
****
Tujuan selanjutnya adalah pulau Mandeh. Pulau yang menjadi primadona daerah ini. Sekaligus abi mau pulau ini memdapatkan promosi. Apalagi dia membawa anak dan menantunya. (bisaan ya bi)