My secretary (8)

1.6K 102 75
                                        

Ceklek

Brakk

Isi makanan yang dibawa Azizah jatuh berserakan, karna melihat sesuatu yang membuat dirinya terkejut.

"Zah..." lirih Kay

Azizah menutup mulut dan menggeleng tak percaya dengan pemandangan di depanya.

Ia melihat suaminya sedang bercumbu dengan seorang wanita yang tak lain adalah Dania. Wanita yang hampir dijodohkan dengan suaminya.

Arhan dan Dania menghentikan kegiatan terlarangnya.

Arhan terkejut dengan kehadiran sang istri, dia langsung melepas cumbuanya dan mendorong Dania.

Dia langsung membenarkan kancing baju dan berusaha menghampiri istrinya memasang wajah bersalah.

Azizah mengalirkan air mata menolak sentuhan suaminya.

Sedangkan Dania menyeringai senyum melihat kehancuran rumah tangga di depanya.

"Love...." lirih Arhan dengan tatapan memohon

Arhan berusaha menyentuh tangan istrinya, namun Azizah berusaha melepas cekalan suaminya.

"Leppasss....." tolak zize

"Dengerin aku love..."

"Stop panggil aku dengan panggilan itu" bentak zize dengan air mata mengalir

Arhan langsung diam dan memandang dengan rasa bersalah pada istrinya

Azizah mengusap air matanya kasar.

"Aku benci sama kamu han" bentak zizah dan langsung melenggang pergi

"Love...." ujar Arhan sambil mengejar namun langkahnya sempet dicekal oleh Dania. Arhan langsung melepas sampai Dania terjungkal.

Azizah lari sambil terisak menangis.

Dia langsung menghentikan taksi dan masuk.

Arhan mencegat taksinya

"Jalan pak" ujar zizah

"Azizahhh Arghhh" kesal Arhan karna tak bisa mencegah istrinya pergi.

Arhan langsung menelfon supirnya untuk pergi menyusul istrinya.

****

Sampai rumah, Azizah berlari sambil menangis. Membuat mamah Lauza yang sedang duduk di depan mengernyit kebingungan menatap menantunya.

"Eapa?" tunjuk mamah Lauza pada Azizah yang melenggang pergi saja

"Kurang tau nyonyah" jawab bibi

"Ana ..." ujar mamah Lauza menarik bibi untuk menghampiri Azizah

Tak lama mamah Lauza hendak berjalan, Arhan datang dengan tergopoh-gopoh memanggil istrinya.

"Love..."

Mamah Lauza mencekal pergelangan tangan anak semata wayangnya

"Mah, bentar ya ini urgent" ujar Arhan menepis tangan mamahnya dan mengejar istrinya

Mamah Lauza menarik bibi, untuk membawanya ke kamar anak dan menantu.

"Love ...." Arhan memanggil istrinya, namun Azizah tidak menghiraukan panggilan suaminya

Dia tersedu-sedu menangis sambil berusaha mengambil koper.

Arhan tercengang saat istrinya mengambil koper dan mengemasi bajunya.

"Love kamu mau kemana?" tanya Arhan sembari mencegah zizah yang akan memasukkan bajunya ke koper.

"Lepasinn, gak usah perduliin aku" ujar zizah sembari menatap tajam Arhan

Love Story (oneshot)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang