Setelah pertandingan melawan club Asnawi selesai. Arhan bersalaman dan tukar kaos dengan Asnawi. Tak disangka mantan pelatihnya dulu coach STY datang menyaksikan pertandinganya.
Arhan dan Asnawi kaget sekaligus senang, sekian lama mereka bisa bertemu kembali dengan coach yang memberikan banyak kesempatan dan pembelajaran untuk mereka.
Mereka menyalami coach dan berpelukan. "Sukses kalian"
Ucapan kecil dari coach STY membuat Arhan dan Asnawi merasakan gelenyar dihati mereka. Selesai berbincang dengan coach STY. Arhan dipanggil tim dari Thailand untuk berganti baju dan menemui istrinya.
Iya Azizah datang ke pertandingan terakhir Arhan sebelum dia fokus ke timnas.
Setelah berganti baju dan segar, Arhan menemui istrinya yang menunggu di depan gedung.
Arhan memeluk erat istrinya, diciumnya berkali-kali. "Miss you" serak Arhan
Zizah terkekeh sembari erat memeluk sang suami,"Dua hari lalu kita baru ketemu seng"
Lama berpelukan membuat dara berdeham keras, "Laparrr ni mami papii" goda Dara
"Dih gua gak mau ya punya anak kaya lo" Ucap zize menaikkan alis sedangkan Arhan tertawa
***
Mereka makan malam bersama, sebelum besok Arhan berangkat ke Sydney untuk pertandingan timnas melawan Australia.
"Makan yang banyak" Zize berucap sembari mengambilkan daging dan menambahkanya. Dia juga mengusap mulut Arhan yang berantakan. Moment inilah yang tak terlihat orang luar, cinta mereka sama besar bukan hanya Arhan tapi zize pun sama. hanya saja zize menunjukkan dengan cara berbeda.
Sound velocity bergema terus menerus di hp dara. "Zah bikin ini aja" tunjuk dara
"pengak telinga gua dar velocity mulu" kesal zize
"Ih ayoo, han ikut ya" paksa dara
Arhan hendak menjawab namun sudah disambar zizah, "Gak ada, Arhan bentar lagi mau tanding dar"
"Oiya lupa sorry han, eh elu ikut tapi dikit aja ko keliatanya" usul Dara
Diangguki zize dan Arhan.
Selesai makan, Dara kembali ke hotel. Sedangkan zize pastinya pulang ke apartemenya yang ada di bangkok bersama Arhan.
Zize mengomel tanpa henti melihat beberapa barang berserakan ulah suaminya.
"Iya maaf" tunduk Arhan
Zize menghela nafas, dan mulai menata baju untuk dibawa Arhan.
Srett
Bunyi koper ditutup menandakan zize sudah selesai memberesi barang yang akan dibawa Arhan ke sydney. Zizah mengelus wajah suaminya yang tampak gelisah sekaligus takut.
"Kamu harus bisa beradaptasi han, aku yakin coach yang baru punya cara lain" ucap zize menenangkan
"Aamiin, aku takut zah" sendu Arhan
zize mengernyit alis, "Takut kenapa?"
"Banyak pemain lebih bagus dari aku, maaf ya kalo nanti aku..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Story (oneshot)
Historia CortaGais aku buat cerita pendek buat mereka ya, jadi sekali tamat aja. Kalo suka boleh mampir Terimakasih
