Part. 60

2.8K 153 10
                                        


Sesaat keheningan menyelimuti dua orang yang kini berada dalam satu ruangan itu, ucapan Reynald yang tidak terduga membuat Renhard bungkam dan terdiam mencerna apa yang sudah di ucapkannya.

"Maksud lo Rey? Jangan membuat semuanya semakin rumit"

"Itu prihal mudah Ren, rasa gua, perasaan gua itu bukan atas kecemburuan gua sama lo, tapi itu karena Larissa yang masih berada disisi lo" Jelasnya dengan tegas.

"Itu gak lucu Rey" ucapnya seakan merasa frustasi, lalu menatap tajam ke arah Reynald "ucapan lo gak lucu bangsat!!"

Reynald menatap intens ke arahnya "Bebas, lo bebas berpendapat, mau lo anggap lawakan, hinaan, atau bahkan makian, lo berhak ungkapin semua itu ke gua Renhard" ucapnya dengan jeda "Tapi satu hal Ren, apa yang gua ungkapin itu nyata, dan gua gak mau lo bersanding dengan orang lain selain gua. Gua cinta sama lo Renhard" Tekannya.

Renhard menatap terkejut "lo sadar dengan apa yang lo ucapin itu Reynald?!"

Reynald mendorong tubuh Renhard hingga membuat dia mundur ke belakang, tertahan dengan dinding yang pada akhirnya membuat dia terpojok.

"Lo pikir gua bercanda Ren?" ungkapnya dengan serius, namun Renhard hanha terdiam membisu, masih mencerna dengan apa yang Reynald katakan.

"Gua buktiin semuanya, gua buktiin bahwa apa yang gua ucapin itu bukan sekedar bualan" ucapnya.

Renhard menatap tajam ketika Reynald kembali mendekatkan tubuhnya hingga membuat jarak di antara mereka terkikis "apa yang mau lo-"

Ucapannya terpotong kala benda kenyal itu mendarat tepat di bibir Renhard, bahkan tubuhnya membeku seketika menegang mencerna dengan apa yang ia terima.

Semakin tertahan lama, membuat ciuman itu perlahan menjadi lumatan, hingga akhirnya Renhard tersadar kala bibirnya merasakan cairan basah yang menempel.

Membelalakan matanya terkejut, Renhard mendorong tubuh Reynald menjauh dengan kasar "Berengsek lo Reynald!!" Makinya menatap nyalang

"Ren-"

"Tutup mulut lo sialan!! Lo rusak kepercayaan gua sama lo" ucapnya lalu berbalik namun sebelum menjauh Reynald menahan tangannya.

Tanpa basa-basi Renhard langsung menarik kembali tangan Reynald, sembari melayangkan bogeman mentah tepat mengenai wajahnya.

Bught!!

"Jangan lagi lo liatin muka lo di hadapan gua Reynald" Tekannya yang tersirat sebuah ancaman.

Flashback Jeda>>

"Kisah cinta segitiga?" tanya Alvan seketika.

Helaan nafas terdengar dari bibir milik Renhard, lalu kembali menatap cucu bungsunya itu "sebenarnya itu bukan kali pertama dia berniat menghancurkan Opa" ucapnya dengan jeda "ada satu kesalahan Opa yang membuat dia masih berkeliaran seperti ini"

"Maksud opa?"

"Opa terlal naif pada saat itu, yang lebih mengedepankan perasaan Opa, karena masih menganggap dia sebagai sodara Opa sendiri karena kita yang hidup dan tumbuh bersama di lingkup yang sama"

"Memang kesalahan seperti apa yang Opa perbuat?"

"Opa yang masih berharap dia bisa berubah dan kita bisa kembali seperti sedia kala. Dia menjadi sahabat sekaligus saudara untuk Opa, hingga Opa membiarkannya dan tidak membunuhnya, karena waktu itu...

Alvan's Transmigrasi [End] ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang