Bab 51-end

31 4 4
                                        

Perlahan satu persatu baju-baju yang tadi nya memenuhi lemari berpindah ke koper dengan lipatan-lipatan yang tidak terlalu rapih, tumpang tindih dengan barang-barang pribadi lainnya.

Raut wajah Jaehan tidak terlalu enak di pandang sejauh mata Yechan memperhatikan nya beberapa kali saat membantu kekasih nya itu berkemas.

Iya...kurang dari seminggu lagi Jaehan akan pindah ke apartment yang di sewanya dan tak jauh dari universitas pilihan Jaehan. Setelah pengumuman kelulusan, Jaehan di sibukkan dengan persiapan masuk universitas. Hingga tanpa sadar waktu kepindahan nya sudah dekat.

Yechan iseng menoel pipi Jaehan, tak tahan lihat bibir mungil itu mengerucut cemberut tanpa alasan yang Ia ketahui.

Jaehan melirik.
Tapi kembali sibuk dengan koper nya.

"Ada apa ?"

Akhirnya Yechan bertanya juga, ketimbang dia harus tersiksa memikirkan alasan kenapa pacar nya itu merajuk.

"Sepertinya Aku enggan meninggalkan asrama ini dan sekolah."

Ekekek....
tawa renyah, Yechan terkekeh.

Tak habis pikir dengan pacar nya itu, sudah bersusah payah lulus dan di terima di universitas pilihan nya tetiba dia tidak menginginkan semuanya lagi.

"Kamjagi ? wae ?"

"Kita akan berpisah kan ? Aku akan sulit bertemu dengan mu karna kesibukan ku. Dan kamu akan sibuk dengah Jehyun."

Huufftt...

Yechan menarik nafas dan menghembuskan nya. Ternyata ada episode tambahan dalam drama kecemburuan Jaehan.

"Ku kira sudah selesai..." Yechan membatin.

Tersenyum tipis sambil menjulurkan tangan nya untuk meraih tangan Jaehan. Menggenggam lembut sambil sesekali mengusap punggung telapak tangan Jaehan dengan jempol nya.

"Jehyun itu pacar Xen, mana mungkin dia akan sibuk dengan ku sementara dia punya pacar yang selalu ada di sisi nya."

Jaehan diam...
tentu pikiran seperti itu tetap ada, hanya saja cemburu nya masih belum dalam kendali hati nya.

Sejenak melirik Yechan sebelum benar-benar membalas tatapan nya.

"Eo, ara yo. tapi...aku hanya tidak bisa tidak cemburu."

Yechan paham, mungkin akan terus jadi bahan ungkitan selama mereka pacaran. Karna dokter manapun belum menemukan obat kecemburuan.

"Hyung bisa kesini kapan saja, atau aku yang ke apartment hyung. Kita bisa melakukan panggilan, atau panggilan video jika perpesanan belum cukup juga."

Tak ada protes,
tapi bukan berarti Jaehan setuju. apa dengan melakukan semua itu sudah pasti membuat Yechan jauh dari Jehyun ?

Hanya hembusan nafas berat dari Jaehan yang Yechan dengar.
Memberi tanda, semua bujukan nya sia-sia.

"Lalu Hyung mau nya bagaimana ?"

Kedua bola mata Jaehan bergerak naik, kini sejajar dengan posisi wajah kekasih nya.

Jaehan masih enggan bicara, berharap Yechan mengerti apa yang membuat hati nya kalut.
Tapi Yechan bukanlah seseorang yang bisa membaca hati hanya bermodalkan raut wajah cemberut meski itu imut sekalipun.

"Lupakan, Aku akan terbiasa setelah seminggu di apartemen."

Yechan tersenyum,
jika dia bisa memilih ingin rasanya tinggal bersama Jaehan. Tapi pilihan nya kini hanya satu, melanjutkan sekolah dan lulus dengan nilai terbaik hingga dia bisa berkuliah di universitas yang sama dengan Jaehan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 19 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Love Affirmation Stories to obsess over. Discover now