PART 2
Di SMA 36 JAKARTA Pukul 09.30
"AAAAHHH AKHIRNYA ISTIRAHAT..."Teriak Dinda dengan ekspresi senang diwajahnya, sedari tadi perutnya sudah keroncongan minta diisi.
Rizky melirik tingkah Dinda dengan pandangan merendahkan. "Udah kaya anak SD." Pikir Rizky sambil melalui Dinda begitu saja.
Dinda yang memergoki Rizky memandangnya seperti tadi jadi makin tidak suka dengan tingkah Rizky. Bibirnya mulai komat kamit menyumpah serapahi Rizky. Melihat pacarnya yang menggemaskan Maxim jadi ingin menjahilinya, dia sengaja mencubit pipi Dinda.
"AAAAWWWW SAKIIITTT!" Teriak Dinda paling heboh sendiri dikelas yang mulai kosong ditinggal ke kantin oleh teman-temannya.
"Hahaha..." Maxim tertawa puas, lalu melepaskan cubitan dipipi Dinda, sekarang pipi Dinda yang berwarna eksotis merah, Dinda cemberut sambil menggosok-gosok pipinya yang sakit.
"Sakit tau!"
"Iya, iya maaf..." Ucap Maxim, tangannya mengelus pipi Dinda yang tadi dicubitnya, senyum adalah ciri khas Maxim, senyuman yang tampak tulus dan manis, tentu saja dengan permintaan maaf ditambah senyumannya itu Dinda tidak bisa marah lama padanya.
Dinda berjinjit sedikit tangannya mencoba menggapai kepala Maxim yang lebih tinggi darinya, dia mengelus rambut Maxim lembut. "Iya dimaafin, ke kantin yuk aku laper..." Ucap Dinda.
"Yang, kamu ke kantin sendiri yah, aku mau maen basket."
"Yaudah aku ke kantin duluan ya..."Ucap Dinda, tapi Maxim meraih tangannya dan memegang tangan Dinda lembut, kelembutan Maxim padanya itulah yang membuat jantungnya berdegup kencang.
"Bareng aja sampe depan pintu." Maxim menarik tangan Dinda membuat Dinda mengikutinya sambil senyum senyum sendiri. Mereka bergandengan tangan, dan berpisah didepan pintu kelas. Dinda berjalan menuju kantin dengan sangat semangat.
"EH YANG, LUPA, TITIP MINUM..." Teriak Maxim, dia melihat Dinda yang berbalik dari kejauhan dan mengacungkan ibu jarinya seolah berkata SIP. Dia tersenyum.
Mempunyai Dinda disampingnya seolah kebahagiaan tersendiri baginya. Dimatanya Dinda adalah gadis manis yang menggemaskan, setiap berada didekatnya selalu membuatnya tersenyum. Belum lagi dengan semua popularitasnya sebagai Ratu FTV dia tetap bisa humble pada semua orang. Begitu melihat Dinda lenyap dimakan jarak dia mulai berlari kearah lapangan basket, dan dia melihat seseorang yang baru saja masuk ke kelasnya sebagai siswa baru. Rizky. Dia sedang bermain basket dengan siswa yang lainnya, melihatnya sejenakpun Maxim sudah bisa tahu kalau Rizky pemain basket yang terlatih.
Rizky melihat Maxim berlari kearah lapangan, dia sengaja bermain basket terlebih dahulu sambil menunggu Maxim, dan sekarang orang yang ditunggunya sudah datang.
"Hai, gue Rizky, anak baru dikelas lo..." Sambut Rizky begitu Maxim sampai dilapangan.
Maxim tersenyum ramah. "Tenang aja gue inget kok... Maen basket lo bagus, lo mau gabung ke tim?"
Wajah Rizky sumringah mendengar ajakan itu, karena itulah alasan dia menunggu Maxim, kapten tim basket. "Mau banget, sebenernya gue nunggu lo mau bilang itu..."
"Ok, nanti gue bicarain sama pelatih buat masukin lo ke tim... sekarang enjoy yourself. Kita maen dulu aja..."
Begitu menyelesaikan kalimatnya senyum maxim berubah, menjadi senyum menantang, dengan sekejam mata dia mengambil bola yang ada ditangan Rizky dan mulai mendrible bola itu, Rizky tersenyum dan ikut bermain basket bersama maxim dan yang lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
"JATUH HATI"
Fiksi PenggemarDunia mereka selalu berkutat antara keduanya. Perlahan berubah ketika sosok baru muncul ditengah cerita. Dinda bertemu dengan sosok baru bernama Rizky. Tak ada pertemuan tanpa sebuah keributan. Mereka lupa bahwa batas benci dan cinta sangat tipis. ...
