Pertarungan memperebutkan Red Diamond tidak terelakkan lagi. Antara kubu putih dan Pangeran Kegelapan saling tarik menarik untuk mendapatkan pusaka sakti itu. Dua kekuatan yang sangat besar beradu cukup lama. Dunia menjadi gempar! Seolah bisa merasakan apa yang sedang terjadi di dimensi lain.
"Kalian tidak akan bisa mendapatkan kembali Diamond ini. Dari awal ini memanglah milikku! " tukas Druff dengan lantang, tegas, dan penuh keyakinan.
" Diamond ini tidak diciptakan untuk orang-orang jahat dan berhati keji seperti kau pangeran! " jawab ketus Alghafa di sela-sela pertarungan kekuatan mereka.
Bayangan hitam beradu dengan kekuatan cahaya. Antara rantai besi milik Pangeran Kegelapan dan Cahaya milik kubu putih, keduanya sama sama begitu hebat.
Belum ada yang tumbang, belum ada yang terkalahkan. Keduanya imbang!
Sementara di ujung timur sana, Raja Kegelapan dengan ide liciknya menyandera Azkia yang pada saat pertempuran itu sedang sembunyi.
"Apa yang kau lakukan disini? "
Wajah Azkia sangat jelas jika ia sedang ketakutan. Tapi kali ini tidak akan ada yang membantunya karena semuanya sedang sibuk melawan Pangeran Kegelapan.
"Putri Jain Alexander, seorang protector yang kini telah hilang kekuatannya. Kau masih ingat dengan janjimu kepadaku dulu? Menyerahkan Red Diamond begitu pusaka itu ditemukan. Itu janjimu padaku!! " Sembari menunjuk Azkia dengan tetapan tajam Freedrick menagih janji Kia.
"Ya, tapi---"
Belum sempat Kia menjawab, Raja Kegelapan mengambil tubuh Kia dan mencekik lehernya di hadapan penghuni Academy dan Pangeran Kegelapan.
The Cadion panik. Ia melihat bagaimana Raja Kegelapan mencekik leher Kia hingga gadis itu mengerang kesakitan tanpa bisa melawan.
Begitupun Druff, ia melihat ayahandanya menjadikan Kia sebagai sandera. Hatinya panas, pikirannya kalut. Ini tidak seperti apa yang sudah mereka rencakan. Ini diluar semua plan yang mereka sepakati. Raja Kegelapan melampaui batasannya.
" Ayah, apa yang kau lakukan? Ini bukan rencana kita! " kata Druff dengan kesal pada Raja Kegelapan.
" Semuanya bisa terjadi di medan pertempuran Druff.. HAHAHAHA... " ucap Raja Kegelapan tanpa rasa bersalah, tanpa sedikitpun goyah.
" Jika kalian ingin gadis ini selamat, maka berhentilah memperembutkan Diamond itu, berhenti bermimpi ingin memiliki Red Diamond! " jumawa Raja Kegelapan yang saat itu merasa kemenangan akan menjadi miliknya.
Sementara Kia terus berusaha untuk bertahan di tengah sesaknya nafas yang coba ia hirup untuk tetap hidup.
"Bagaimana ini? Kita harus menyelamatkan Azkia segera, atau... atau dia tidak akan selamat selamanya.. " buru Dira pada The Cadion lainnya.
"Bagaimana bisa kita melawan Raja Kegelapan sekaligus Pangeran Kegelapan tanpa Red Diamond? Menghadapi salah satunya saja membuat kita kerepotan, kita tidak punya kekuatan sebesar itu untuk menghadapi keduanya. " jelas Talitha pesimis.
Tidak ada pilihan lain. Pangeran Kegelapan terpaksa menggunakan kekuatan yang selama ini ia sembunyikan. Bukan untuk membuat dia terlihat lebih lemah tapi butuh energi yang begitu besar untuk mengeluarkan kekuatan ini. Belah Raga memerlukan tenaga dalam yang utuh. Mengeluarkannya berarti siap dengan resikonya.
Dengan fokus yang terbagi dua, Pangeran Kegelapan berusaha membagi raganya. Ia memejamkan matanya sejenak sebelum sebuah sinar keemasan menyelimuti dirinya. Tak berselang lama, ia berhasil membelah raganya.
Raga satu melawan The Cadion dan para master. Ia adalah raga bayangan. Tugasnya hanya melawan apa yang di perintahkan raga asli dengan kekuatan yang telah di berikan sebelumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Axton Academy
FantasiAzkia Lauren Alexander berpetualang mencari Mommy-nya di Hutan Desa Sebrang. Hingga sampai membawanya masuk ke dalam sebuah Academy yang sangat asing. Academy yang banyak menunjukkan keanehan dan berhasil membuat Azkia pusing dengan banyaknya deret...
