Assalamu'alaikum semuaa!!
Dapet cerita ini dari mana??
Kuy absen dari kota mana aja
-Happy Reading-
°
°
°
°
Tatapan Luna tidak berpaling sedikitpun dari dua manusia yang duduk tak jauh dari dirinya berada, mulutnya terus menggerutu mengucapkan sumpah serapah. Gadis itu mengaduk kasar es teh miliknya lalu meneguknya hingga tandas. Benar benar habis tidak tersisa, setelahnya ia mengusap mulutnya menggunakan punggung tangannya.
"Langit bener-bener ya, minta di smackdown," ucapnya berapi api, Ceisa yang berada di sampingnya hanya bisa tertawa.
"Makan tuh cemburu!!" batin Ceisa cekikikan
"Lagian siapa sih tuh adek kelas, gatel banget," lanjut Luna masih dengan tatapan yang sama.
Bagaimana bisa Luna tidak kesal dengan wajah asing yang terlihat sangat menempel di bahu cowoknya itu, dilihat dari bad yang dikenakannya ternyata dia masih kelas 10.
Bukan apa-apa hanya saja gadis resek itu terus bergelayutan manja pada lengan Langit, bahkan cowok itu tidak sedikitpun memperdulikan kelakuan si sisiwi baru. Marah kek apa kek kan bisa, dia terlalu fokus dengan laptop di depannya.
"Cemburu mbak?" tanya Ceisa dengan nada menggoda.
"Awas aja kalau ketemu, bakal gue diemin seharian. Biar tau rasa si Labu gosong!!" sungut Luna menghentakkan gelas yang ia pegang pada meja kayu. Mungkin jika bisa di gambarkan, saat ini kepala Luna sudah tumbuh dua tanduk berwarna merah.
"Cemburu nih ceritanya?" Ceisa menaik turunkan alisnya menggoda.
"Mending lo diem deh Cei!" sembur Luna membuat sahabatnya itu semakin ngakak, jarang sekali ia melihat Luna sekesal ini. Wajahnya yang memerah dengan semburat api di kedua bola matanya membuat Luna terlihat sangat menggemaskan.
"Kak Langit, kak Langitt," ujar Luna mempraktikkan bagaimana gadis itu berbicara tadi, ia bergelayut manja pada lengan Ceisa agar menambah kesan realistis yang dilakukan oleh siswi tadi.
Langit yang baru saja datang menaikkan satu alisnya merasa bingung, ada apa dengan pacarnya ini. Sedari tadi ia memang tidak terlalu fokus dengan sekitarnya karena ada beberapa dokumen yang harus ia cek sebelum diserahkan ke bu Jelita.
Setelah mengetahui alasan apa yang membuat gadisnya itu terlihat murung dan jutek kepadanya, cowok berpawakan tinggi itu tertawa lepass sebelum berkata, "Kamu cemburu Na?"
Luna merubah ekspresinya menjadi masam, "PEDE BANGET GUE CEMBURU!!" Luna menekankan setiap katanya.
"Bilang aja kali Na, lucu banget pacar aku." Langit mengacak gemas rambut gadisnya, sungguh pipi Luna saat ini tengah memerah merasa malu. Langit sialan!!
"Jangan pegang pegang sih Lang ihh." Luna mencoba menyingkirkan tangan itu dari atas kepalanya. Entah kenapa kelapa itu menjadi bagian paling sensitif kalau sudah diusap seperti ini, rasanya ribuan kupu kupu tengah terbang di dalam perutnya.
Langit mendekatkan wajahnya pada wajah cantik Luna, mengikis jarak diantara mereka berdua. Cowok itu menatap teduh kedua bola mata gadisnya. "Aku suka kamu cemburu gini Na," lirih Langit dengan senyuman yang mampu membuat Luna terbang.
"Cemburu terus ya?" lanjut Langit mengedipkan sebelah matanya.
Demi apapun jantung Luna rasanya ingin melompat dari tempat asalnya, sial kenapa Langit begitu tampan.
KAMU SEDANG MEMBACA
LANGITNYA LUNA
RomansaHOLAA SELAMAT DATANG!! Maiza Aluna, gadis ceria yang selalu mencoba membendung rasa cintanya kepada Langit Angkasa akibat perasaan ragu. Masa lalunya yang hadir menjadi salah satu penyebab keraguannya hingga menjadi ketakutan terbesar gadis itu. Si...
