Assalamu'alaikum semuaa
Dapaet cerita ini dari mana
Kuy absen dari kota mana aja
-Happy Reading-
°
°
°
°
Seorang gadis tersenyum menyeringai menahan tubuhnya menggunakan kedua tangannya pada meja belakangnya, matanya menelisik tajam kedua manik mata Langit begitupun sebaliknya.
Setelah tadi cowok itu mencekal erat tangannya dan membawa dirinya ke dalam kelas Langit, kini mereka justru hanya saling beradu pandang.
Kedua tangan Langit mengepal kuat hingga ototnya terlihat menonjol, rahangnya mengeras membuat dia semakin terlihat menakutkan.
Hingga beberapa menit kemudian.
"Maksud lo apa teror Luna kaya gitu hah?!" Langit membuka suara, nafasnya terengah engah menahan emosi yang siap membeludak.
"Kenapa? keberatan?" tanya Fasya mencoba santai ia merasa seolah sedang tidak terjadi apa apa.
"FASYA!"
"kenapa Kasa? Lo nggk suka sama perlakuan gue ke Luna kemarin?" Fasya membenarkan posisi duduknya kemudian merubah ekspresi wajahnya seanggun mungkin dengan senyum manisnya.
"Tindakan lo udah keterlaluan Sya," ujar Langit melemah.
"Tapi ini belum seberapa Kasa." Senyum kecil tercetak di kedua sudut bibir Fasya, gadis itu menatap kuku jarinya yang terlihat sangat cantik hari ini.
"Mau lo sebenarnya apa?!" Fasya tersenyum ke arah Langit dan mencoba merapikan kerah baju cowok itu, menepuk debu yang sebenarnya tidak pernah ada pada seragam rapinya sehingga Langit menepisnya kasar.
"Jangan kasar Angkasa," ucapnya terlihat lemah, gadis berkuncir kuda itu mengerucutkan bibirnya lalu mengalungkan kedua tangannya pada leher Langit menatap dari dekat manik mata indah yang membuat Fasya akhirnya jatuh cinta kepada lelaki itu.
"Lo udah Gila Fasya!!" ucap Langit menghempaskan kasar tangan sialan itu dari tubuhnya.
Fasya menghembuskan nafasnya berat, senyuman yang sempat menghangat itu berangsur sirna mendengar ucapan laki laki yang ia damba barusan. Rasanya ribuan lebah tengah menyengat seluruh tubuhnya, sakit itulah yang gadis itu rasakan.
Sedetik kemudian.
"LO BARU TAU KASA?! IYA!! GUE UDAH GILA DAN LO YANG UDAH BIKIN GUE GILA KASA!!" bentak Fasya secara tiba tiba matanya terlihat melotot dengan genangan air yang sudah penuh di dalamnya, setelah mengatakan itu ia menunduk merubah ekspresi wajahnya menjadi sedih.
Deru nafas Langit naik turun tangannya semakin mengepal menahan emosi yang kapan saja bisa membeludak, tindakan Fasya kali ini sungguh keterlaluan ia tidak bisa lagi memberikan toleransi kepada gadis itu. Dia sudah membuat kehidupan Luna terancam, sedikit gertakan seharusnya akan menyadarkannya.
"Gue cinta sama lo Kasa, gue juga sayang sama lo tapi kenapa lo lebih pilih dia ketimbang gue?" Fasya kembali menatap Langit dengan tatapan sulit diartikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
LANGITNYA LUNA
RomanceHOLAA SELAMAT DATANG!! Maiza Aluna, gadis ceria yang selalu mencoba membendung rasa cintanya kepada Langit Angkasa akibat perasaan ragu. Masa lalunya yang hadir menjadi salah satu penyebab keraguannya hingga menjadi ketakutan terbesar gadis itu. Si...
