27. Langit, Luna takut!

21 5 0
                                        

Assalamualaikum semuaaa

🌵🌵🌵
Happy Reading


Seorang gadis duduk termenung di tepi ranjangnya, pikirannya berkelana mengutuk dirinya sendiri. Bahkan suara langkah kaki mendekatpun tak ia hiraukan hingga sebuah tangan kekar menyentuh pundaknya.

Luna tersentak menatap Langit berada di hadapannya kemudian berkata, "Langit, sejak kapan ada di sini?"

"Kenapa nggak bilang semuanya ke gue Na?" Bukannya menjawab cowok berpawakan tinggi yang sudah mengenakan seragam rapi itu balik bertanya menatap sedikit kecewa pada gadisnya.

"Kamu udah tau segalanya Lang?" Langit mengangguk lalu memilih duduk di samping Luna, tangannya terulur untuk memegang kedua pundak gadisnya lalu memutar tubuh itu agar menghadap padanya.

Langit memeluk erat tubuh mungil itu membuat jantungnya berdetak tidak normal.

Setelah tadi malam Farel sempat menelpon dan memberi tahu segalanya, ia tidak bisa tidur semalaman. Bahkan cowok datar itu juga menahannya untuk tidak kesini sebelum pagi.

"Maafin aku Na, karna pernah melukai hati kamu dengan menuduh dia." Luna tersenyum melepas rangkulan Langit, menghapus air mata cowok itu.

"Aiden sepupu aku, dia perisai pelindungku," ujarnya lalu menarik nafas dan merundukkan kepalanya.

"Tapi itu dulu Langit," lanjutnya.

"Dia sekarang udah menjadi monster paling ganas dalam hidup aku, dia lupa akan janjinya yang akan selalu melindungi Una kecilnya ini." Luna menyeka air matanya, menyorot lentera mata Langit yang juga tengah menatapnya.

"Aku bakal bawa dia kembali, dan meminta pertanggung jawaban atas perbuatannya pada pacarku ini," ujar Langit membuat Luna tertawa kecil.

"Aku juga pernah bilang gitu ke mamah, tapi kenyataannya aku nggak bisa lakuin itu Lang," gadis itu kembali menyeka air matanya yang menetes.

"Aku bahkan nggk tau dia ada dimana sekarang," lanjutnya dengan nada melemah.

"Dia selalu ada untuk mengintai keberadaan kamu Na. Jadi, bisa di pastikan kalau dia ada di sekitar kita," jelas Langit, cowok itu menarik kepala Luna membawanya ke dalam pelukannya kembali.

"Makasih Langit udah mau bertahan." Cowok itu mengangguk.

"Sekarang mau pergi sekolah atau istirahat aja di rumah hm?" tanya Langit membuat Luna berpikir sejenak sebelum berkata, "Aku ke sekolah aja."

"Yaudah kalau gitu siap siap aku tunggu di bawah ya." ucapnya menoel dagu Luna.

*

"Gimana Rel lo temuin sesuatu?" tanya Langit memperhatikan layar monitor dengan tangan Farel yang tengah sibuk berkutik pada laptop di hadapannya.

Cowok itu menggeleng pelan, menjadikan Langit sedikit meringkuk kecewa.

"Gila, gue gak nyangka Luna kuat banget ngadepin peneror itu selama ini," ucap Ervin tak habis pikir dengan kejadian yang menimpa sahabatnya itu.

Saat ini cowok itu ikut andil dalam menjalankan misi untuk memecahkan siapa dalang dari peneroran ini.

"Dia gak sekuat itu Vin, tapi hanya pura pura kuat demi menyembunyikan semuanya agar gak ada yang khawatir sama dia," balas Langit merasa bangga oleh gadisnya, tapi di sisi lain ia merasa gagal karna tidak pernah mengetahui ini sebelumnya.

LANGITNYA LUNACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang