Assalamu'alaikum semuaa
-HappyReading-
Seorang gadis sedang berjalan menyusuri koridor yang sepi dengan sebatang es krim coklat di tangannya, memanjakan mulut dengan ice dingin di siang hari memang menyegarkan.
"Ceisa," panggil seseorang, dari suaranya yang datar ia bisa langsung tahu siapa pemiliknya dan itu membuat tubuh Ceisa menegang kaku di tempat.
Ceisa Gissella, gadis itu membalikkan tubuhnya dan langsung disuguhkan dengan wajah dingin cowok yang selama ini dia idam idamkan.
"Huh jantung gue pliss, bisa biasa aja nggk? nggk usah mulai konser gitu," batinnya mencoba untuk tersenyum dan tidak terlihat canggung.
"Eh Farel, kenapa?" balasnya berjalan mendekat kearah cowok itu.
"Nanti malam bisa jalan?"
WOW rasanya seperti mendapatkan peringkat 1 tanpa belajar bagi Ceissa, gadis itu mengerjapkan dua kali matanya merasa bingung tetapi tak urung untuk menganggukkan kepalanya.
"Boleh."
"Jam tujuh gue jemput," ujar Farel lalu pergi begitu saja meninggalkan Ceisa yang masih termenung. Gadis berwajah bulat itu memegangi dadanya yang sedikit nyeri.
"Bentar, ini pingsan disini boleh gasii?" tanyanya pada diri sendiri lalu menatap sekitarnya.
"WOY!! SELANGKAH LAGI CINTA GUE TERBALASSSKAN!!!" teriaknya sembari melonjak lonjakkan badannya kegirangan, tanpa ia sadari cowok itu menatapnya dengan senyuman tipis.
Gimana nih Ceisa, baru diajak jalan aja udah melayang-layang gimana kalau diajain nikahh beuhhh.
"Oke, nanti malam harus dandan yang cantik, tapi harus tetap apaadanya Ceissaa," ujarnya menepuk bangga dadanya dua kali.
"Harus tetap jadi diri sendiri sesuai isi dompet." Setelah mengatakan itu, Ceisa kembali memakan es krimnya dan berjalan menuju kelas.
•••
"Kenapa senyum senyum Cei?" tanya Luna menatap sahabatnya itu heran.
"Kepo banget ya buk?" balasnya lalu ngakak sendiri. Jiwa saltingnya belum juga hilang sampai saat ini, kejadiannya memang hanya beberapa menit tapi bisa membuat Ceisa sebungah ini.
"Idih gajelas lo yah, mending perhatiin bu Sus sana." Luna kembali menatap depan mendengarkan penjelasan dari guru sejarahnya, berbanding terbalik dengan Ceisa yang masih berhalu ria.
"Na," panggil Cei pelan membuat orang yang ia panggil menoleh.
"Kenapa?"
"Gimana rasanya pacaran?"
"Pertanyaan lo aneh, gaperlu dijawab." Ceisa menghentakkan kakinya pelan merasa kesal dengan Luna.
"Kasih tau kenapa sih Na," pinta gadis itu memasang wajah menggemaskan, matanya berkedip kucu ingin mengelabuhi sahabatnya.
"Taulah, pacaran sendiri aja sana. Gue mau ke toilet." Ceisa meniup rambutnya yang menutupi matanya.
"Tai lo Na."
Fasya menyeringai kemudian mendorong pelan kursinya, ada misi yang harus ia selesaikan saat ini. Dan Ceisa tidak menyadari hal itu.
•••
Luna keluar dari bilik toilet merasa lega, buang air kecil di siang hari saat ingin menghindari topik Ceisa memang pilihan yang tepat.
Gadis itu tersenyum lalu segera pergi kembali menuju kelasnya tetapi belum sempat ia berjalan, sebuah tangan terlebih dahulu melingkar dipergelangan tangan kecilnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LANGITNYA LUNA
RomanceHOLAA SELAMAT DATANG!! Maiza Aluna, gadis ceria yang selalu mencoba membendung rasa cintanya kepada Langit Angkasa akibat perasaan ragu. Masa lalunya yang hadir menjadi salah satu penyebab keraguannya hingga menjadi ketakutan terbesar gadis itu. Si...
