HOLAA SELAMAT DATANG!!
Maiza Aluna, gadis ceria yang selalu mencoba membendung rasa cintanya kepada Langit Angkasa akibat perasaan ragu.
Masa lalunya yang hadir menjadi salah satu penyebab keraguannya hingga menjadi ketakutan terbesar gadis itu.
Si...
Ceisa menggulingkan tubuhnya kekanan dan ke kiri, jari jarinya masih setia menggenggam benda pipih yang terus saja ia scroll tanpa henti.
Ting!
Gadis itu segera menarik layar ponselnya mencari tahu siapa yang baru saja mengirimnya pesan lewat akun instagramnya.
Gadis dengan pakaian santainya itu mengubah posisinya menjadi duduk, sebuah pesan dari akun asing membuat dirinya membulatkan mata sempurna.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tangan kanan Ceisa bergetar memegangi dadanya, deru nafasnya kian tidak beraturan setelah membaca deretan pesan tersebut. Dengan segera ia mencari kontak Langit dan memilih untuk menghubungi cowok itu.
Setelah sambungan terhubung terdengar sapaan dari sebrang sana.
"Lang gue pengen ketemu lo sekarang, kalau bisa ajak Farel."
"Apa ada masalah?" terdengar suara khawatir dari sebrang.
"Gue tunggu di Cafe Rotella."
Setelah mengatakan itu Ceisa mematikan sambungan telfonnya kemudian segera beranjak dari ranjangnya untuk mengganti pakaian kemudian bersiap menuju ke Cafe yang sudah ia sebutkan kepada Langit.
Siapa? kenapa dia bisa mengetahui nama panggilan itu? Cisa? bukan sembarang orang yang tau nama panggilan itu.
Jantung Ceisa semakin berdetak tidak karuan gadis dengan hoddie berwarna cream di padu dengan celana jeans biru langit itu tengah menunggu sebuah angkutan umum untuk mengantarkannya ke tempat tujuan. Ia melirik sekilas jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya baru menunjukkan pukul 18.45.
"Optimis masih ada angkot," ucapnya pada diri sendiri, mencoba menoleh kanan kiri untuk menemukan benda berjalan yang biasa ia tumpangi itu. Senyumnya melebar ketika melihat angkot itu lewat di hadapannya dengan segera ia menghentikannya dan masuk kedalam.
Tidak membutuhkan waktu lama dalam 20 menit Ceisa sudah sampai di Cafe Rotella, ia berjalan mencari tempat kosong yang kebetulan berada pada pojok dekat jendela luar Cafe.
Setelah beberapa menit gadis itu menunggu Langit datang bersama Farel, mereka berdua terlihat kebingungan mencari keberadaan dirinya. Ceisa melambaikan tangannya membuat keduanya mengangguk dan berjalan menghampiri.
"Ada apa Ceisa?" Farel mulai bertanya dengan nada panik, Langit melirik cowok itu sekilas kenapa dia yang jadi terlihat sangat khawatir.
"Lo nggk papa?" lanjut cowok dingin itu, Ceisa menggeleng pelan, "gue nggk papa, tapi Luna,"ucapnya menggantung.