#40

32 5 10
                                        

Sebelum berkumpul mendengarkan arahan ulang dari jendral Rama, Ejen muda duduk di ruang berkumpul, Alicia memperhatikan sekitar mencari keberadaan Ali karena dari tadi dia tidak melihat bocah itu.

"Ejen Bakar, mana Ali?" Alicia menghentikan Ejen Bakar yang baru datang entah darimana.

"Ali tak kan kembali lagi, Alicia. Dia dah tak jadi Ejen." jawab Ejen Bakar, suaranya lesu tapi dia masih bisa memaksakan senyum seperti biasa.

Walaupun tidak tahu kejadian pastinya, Alicia langsung paham maksud perkataan Ejen Bakar, jadi dia hanya mengangguk dan membiarkan Ejen Bakar pergi menemui ketua Teras. Untuk sekarang dia lebih penasaran melihat sekumpulan Ejen muda yang tengah berkerumun di sekitar Rizka.

"Gaduh lagi keh tu?" gumam Alicia, dia sangat lelah meladeni tingkah para rekannya, padahal sekarang mereka sedang menghadapi masalah tersulit dari biasanya.

Semakin Alicia mendekat, semakin jelas pula suara yang di dengar.

"Rizka, gw minta maaf soal kemarin. Gw cuma khawatir soal Sela." Soni berdiri didepan Rizka yang sedang duduk dan memainkan ponselnya.

"Oy! Lo dengar gak!" bentak Soni.

Dengan kasar Soni menepis ponsel Rizka hingga membuatnya terjatuh, Rizka menengadah untuk melihat wajah menyebalkan Soni yang menampilkan senyum menjijikan.

"Soni, jangan bikin masalah. Nanti Chris -" perkataan Fadil di potong.

"Santai~ itu bocah kan lagi rapat sama Ejen ketua dan jenderal. Gw yakin banget, nih cewek nyembunyiin sesuatu." Soni menyentuh dagu Rizka menggunakan ujung gejetnya.

"Apa sih!" Rizka menepis gejet Soni lalu berjongkok memungut ponsel yang berada dekat dengan kaki Derek.

"Awak kenapa?" tanya Derek, bukan pertanyaan khawatir lebih seperti mengejek Rizka karena dia tertawa.

Rizka mengambil ponselnya lalu berniat pergi menjauh dari sana, tapi dia semakin di kerumuni oleh Soni dan beberapa Ejen yang masih mendukung pendapatnya soal Rizka yang tau dimana markas Black Code.

Alicia ingin menengahi tapi tidak jadi saat melihat Chris yang lebih dulu menuju kesana. Sudah di pastikan bantuan dia tidak di perlukan.

"Banyak juga fans Rizka." celetuk Chris sambil menarik tangan Rizka.

"Huh? Fans apaan." sahut Rizka, dia segera menempel dengan Chris.

Beberapa Ejen melangkah mundur membuka jalan untuk Chris dan Rizka, tapi Soni masih berani berdiri menghadang Chris, Chris hanya tersenyum saat berhadapan dengan Soni, ia menarik Rizka agar bersembunyi di belakangnya.

"Kalau nak kelahi, jangan sekarang. Kita ada misi! Tapi kalau kau masih nak lawan juga dan abaikan keselamatan adek kau tu. Meh, maju!" tantang Chris, sudut bibirnya terangkat melihat Soni yang takut.

Perkelahian pun terhindari, dan sekarang waktunya menjalankan misi, berkat data dari Khai, Ejen mentor bisa langsung melacak markas inti musuh. Rudy dan Jet diminta untuk memimpin operasi itu.

Saat menunggu semua berkumpul, Alicia mendapat panggilan masuk dari Ali, belum lama mereka mengobrol tiba-tiba panggilan berhenti, Alicia mengecek ponselnya.

"Hmm, Ali tengah sibuk sembunyi dari ayah dia keh? Aku belum selesai lagi dah dia matikan." omel Alicia sambil menyimpan ponselnya.

"Bila lagi nak pergi?" tanya Andy.

"Kita tunggu Sam dan Aleks dulu," ucap Rudy sebelum semua Ejen pergi.

"Tak payah tunggu, tak akan datang pun." sahut Athillah seraya mengokang pistolnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 9 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

REUNI (Enam)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang