"Sweetheart!!!" Aqil Arfan mula memekik memanggil si dia yang sedang enak dibuai mimpi indah.
Aqil terus melabuhkan punggungnya disebelah wanita yang sangat disayanginya. Kemudian, dia mula menarik telinga wanita tersebut.
"Wake up! I have a good news to tell you!" Aqil terus memekik. Amalia Arsya atau lebih dikenali sebagai Arsh mula memisat matanya yang masih mengantuk.
"What is it?" Arsya bertanya dengan malas. Aqil mula mengadap Arsya yang masih lagi terbaring.
"But I know you won't follow us at first."
"Follow? We'll be going somewhere?" Keningnya yang terbentuk elok dikerutkan dan mukanya dihiasi senyuman paling indah dengan dua buah mata yang sangat memukau.
"Emm not somewhere but our hometown." Aqil membalas.
"Like seriously?! We'll be going back to our hometown?! UK?!"
"Nope."
"Then? We'll go back and stay with ma and pa huh?"
"Nope."
"I can't assume where you wanna bring me then." Arsya memuncungkan mulutnya.
"We will be going back to Malaysia, sweetie!" Aqil menunjukkan wajah yang seceria mungkin kepada adik kesayangannya.
"Malaysia? I've never been there before."
"So, we'll be there soon."
"Are you serious? Malaysia is our hometown?" Arsya membuat muka pelik.
"Yes sweetie. We're pure malaysian. But mix blood with Cina, Siam and UK."
"Why we choose to stay here then?"
"Our businesses are everywhere, Arsh. We can be anywhere that we want."
"So then, why Malaysia?"
"Sebab I nak you kembali ke tempat asal kita. Kita akan stay kat sana kembali." Balas Aqil dengan pelat melayu.
"I can't understand what are you talking about."
"Don't worry. Before we go back to Malaysia, I will teach you Bahasa Malaysia and slang Kedah." Kata Aqil dengan pelatnya. Pelik didengar di telinga Arsya.
"What? Slang kedah?"
"Capital state in Malaysia."
"Oh gosh! I feel so excited to go back to Malaysia." Aqil menundukkan kepalanya sedikit dan tersenyum kelat. Mindanya teringatkan suatu kisah silam yang direka oleh mereka sendiri.
"What are you thinking about?"
"Huh? Haha just nothing."
"I can see it in your eyes." Arsya menatap mata abang ketiganya sedalam yang mungkin.
"I'm just thinking about you. If you're not amnesia, we will be in Malaysia now. We will never move to US. We will live there like usual life before. Nine years ago."
"Hey. We will be going back. What are you worrying about? We can be like before. More happiness there. Yeay. But... If I'm not mistaken, Malaysia is on the Khatulistiwa line right?"
"Yap. There is so hot at day and cool at night."
"Whoaaa. I can't wait to be there soon!" Arsya berkata dengan muka terujanya.
"Ya, me too. We have been leaving Malaysia for a long time." Aqil melangkahkan kaki mendekati Arsya seraya memegang lembut rambut adik kesayangannya. Dia tersenyum kelat.
"Ammar and Miyyo will be there with us, ha?"
"Absolutely. We will build the new us there."
"What about business?"
"Leave them to ma and pa. We will handle the others."
"Okay. It's up to you. I will follow your flows. When we will go back?"
"Anytime."
"Okay . I want to pack all my stuffs."
"Okay honey. I'll tell you later." Aqil terus mengangkat kaki keluar dari bilik adiknya.
------------------
Aqil Arfan mula menapak kaki masuk kedalam officenya yang gah dimata seluruh dunia. Tiba-tiba, telefon bimbitnya berdering lantas tangannya segera mendapatkan smartphone tersebut.
"Hello?"
"Baby, is it true that you'll move to Malaysia? Forever?"
"Yes, honey. I'll be there, forever."
"You wanna leave me? You don't love me anymore?"
"I have my own reason. You have to finish your PhD first. So then we'll get married and stay in Malaysia."
"Baby! I don't want to stay in Malaysia!"
"It's up to you. Take it or leave it."
"I hate you!" Ruby terus menjerit sepuas hati dan mematikan panggilan.
"Ya Allah, ada girlfriend seorang pun buat telinga aku pekak je. Nasib baik aku sayang dia." Aqil mengeluh sendiri sambil memulakan kerjanya yang sudah menimbun di atas meja kerja.
"Bro!" Amirul Aryan atau dikenali sebagai Miyyo menapak masuk ke dalam office Aqil.
"Yes, Your Highness?"
"Perli abang nampak?" Miyyo mencebik mulutnya.
"Rasa macam perli ke tu?"
"Hahaha. Rasa jugak sikit-sikit."
"Kenapa, bang?"
"Private jet is ready to bring us back to Malaysia tonight. Pack all your stuffs."
"I've packed it. No I mean, the maid has packed them."
"Good then. Abang kena kemas kinikan semua data syarikat ni and then kita boleh balik terus ke Malaysia. Tell adik about this."
"Okay abang. Anything."
"Good boy."
--------------------
"I will miss you, United State." Amalia Arsya memeluk abangnya sambil melihat permandangan di lapangan.
"US will miss you too, sayang." Ammar bersuara sambil menatap muka adiknya yang sedikit sayu kerana ingin meninggalkan negara yang mereka menetap hampir sepuluh tahun.
"But I can't wait to be there!" Arsya bersuara riang.
"Baby, I know you're sleepy. So, better you sleep now." Miyyo menegaskan suaranya.
"Okay. Wake me up then."
"Okay, good night sayang."
ANDA SEDANG MEMBACA
Cintaku Kembali
Romansasaat kau lari, aku kejar. bila aku pergi, kau pula mengejar.
