WARNING: TYPO(S) EVERYWHERE
Saat kami keluar gedung kantor David tiba-tiba ada seorang wanita yang menghadang kami berdua. David terlihat marah saat wanita itu muncul dengan senyum manis penuh kepalsuan di bibirnya. Aku mengenali siapa wanita ini, dia adalah Camelia.
"Mau apa kamu kesini? Jangan ganggu aku!" Ujar David dingin, ia terlihat sangat menjaga jarak dengan Camelia. Aku terkejut mendengarnya, tak kusangka David akan berkata seperti itu. Namun berbeda dengan Camelia yang mengacuhkan perkataan David.
"Aku kangen sama kamu Dave," ujar Camelia tanpa tahu malu. Dia sepertinya sudah gila, disini ada aku sebagai istri sah David dan dia berkata seperti itu didepanku? Yang benar saja. Dia mengalihkan tatapan memujanya dari David dan melihatku dengan sinis.
"Hai Sasya, sudah kembali yah. Gimana kabarmu?" Tanya Camelia dengan ramah yang dibuat-buat. Baru saja aku akan menjawab tapi David sudah mendahuluiku.
"Gak liat kalau dia baik-baik aja?" Ujar David ketus lalu menarikku melewatinya menuju mobil yang terparkir depan gedung.
David membukakan pintu mobil untukku dan aku dengan senang hati duduk dimobil, aku melihat wahah Camelia yang menatap kami dengan iri. David berjalan memutari mobil dan duduk di kursi pengemudi.
Ia menyalahkan mobil dan dengan cepat mobil melesat pergi dari kantor David meninggalkan Camelia yang menatap kepergian kami dengan senyum licik. Dan sejak saat itu aku merasa Camelia sudah berubah menjadi wanita yang berbahaya dan bisa melakukan apapun asal keinginannya tercapai. Aku bergidik ngeri membayangkan jika dia menyelakaiku.
"Ada apa?" Kata David yang sedang fokus mengendarai mobil dan sesekali menengok kearahku.
"Ah, gak ada apa-apa kok," jawabku mengalihkan pandanganku ke jalan.
"Sweetheart, ada apa? Jangan berbohong padaku," ujar David menatapku khawatir sambil berusaha fokus menyetir.
"Aku hanya takut dengan Camelia, dia terlihat berbeda. Menjadi lebih mengerikan," jawabku jujur. David menghentikan mobilnya di pinggir jalan, ia menatapku dengan lembut.
"Kamu gak perlu takut, ada aku disini. Aku akan selalu lindungi kamu, percaya padaku," ujar David berusaha membuatku tenang. Ia berusaha meyakinkanku dengan tatapannya.
Ya, aku tahu, aku akan selalu aman jika tetap bersama David. Setidaknya, Camelia tidak akan bisa menyentuhku sedikitpun karena David pasti akan melindungiku. Aku yakin itu.
Aku mengangguk untuk menanggapi perkatanannya. David menarik kepalaku dengan lembut lalu mendekapku. Seketika aku merasakan hangat tubuhnya, jantungku masih saja berdegub kencang jika berdekatan dengannya. Ia mengecup keningku.
"Aku janji," katanya dengan sedikit berbisik lalu melepaskan dekapannya.
"Umm, Dave, gimana kalau kita makan di Goemon?" Entah kenapa aku ingin memakan makanan Jepang, mungkin karena bawaan bayi.
"Kenapa harus disana?" Tanya David bingung.
"Aku, aku ingin makan makanan Jepang."
"Baiklah, anything for you, babe." Ujar David mengecup pipiku dengan kilat lalu mengendarakan mobilnya menuju ke tempat restoran Jepang itu berada.
******
Sesampainya disana, David memarkirkan mobilnya di parkiran. Ia turun dengan cepat lalu membukakan pintu mobil untukku. Terlihat sangat romantis karena bukan hanya itu, ia juga menggenggam tanganku sampai kami memasuki gedung.
David terlihat sangat manis jika seperti ini, membuat jantungku berdegub kencang.
Sesampainya kami di restoran Jepang ini, kami diharuskan untuk melepas alas kaki. Benar-benar suasana Jepang.
*****
Di lain tempat, seorang wanita terlihat marah saat berbicara di telepon.
Walau ia berpakaian anggun, dengan dress putih selutut bermotif polkadot berwarna pink dengan blazer sedada, ia tetap terlihat mengerikan karena matanya yang menatap sinis kepada semua orang.
"Jangan memperingatiku, aku tetap akan menggangu mereka. Bagaimanapun caranya," ujar wanita itu saat ia berbicara di telepon.
"Mereka udah hidup bahagia, jangan mengganggu atau kamu akan menyesal!" Peringat seseorang di seberang sana.
"Memangnya kamu bisa menyakiti aku, huh? I know you can't, 'cause you love me, right? So, jangan memperingatiku!" Ujar wanita itu dengan sombongnya, ia malah terpikir untuk mengajak orang itu untuk membantunya jalani misinya.
"Damn! Jangan ganggu mereka atau kau akan merasakan akibatnya! Ingat itu!" Klik, orang itu memutuskan sambungannya secara sepihak dan itu membuat wanita ini berdecak kesal.
"Liat aja, akan ku paksa dia untuk menuruti kemauanku," ujar wanita itu pada dirinya sendiri dengan tersenyum sinis.
°°°°°°°
Part ini aku dedikasikan
Untuk giaisyfi yang ngasih saran dan bantuin cari ending yang pas hohoho.
THANKS YOOW ILY :*
untuk dheazumi yang baru aja ulang tahun hihihi.
HAPPY BIRTHDAY DHEA, WISH YOU ALL THE BEST :*
Dan untuk semua yang baca dan voment terus ceritaku hihi. Maaf ga di tag satu satu, kebanyakan v; Jangan bosen yahhh read and voment cerita ini. THANKS GUYS, KALIAN SANGAT BERARTI UNTUKKU :*
Don't go anywhere, masih berlanjut kok ceritanyaa, tenang aee;)
Di tunggu yahhh luv luv for you all :v
KAMU SEDANG MEMBACA
The Power Of Love
RomanceOrang bilang cinta datang karena terbiasa, aku percaya itu dan aku mengalaminya. Tapi bagaimana kalau yang aku alami sekarang adalah cinta bertepuk sebelah tangan? Dibenci banyak orang bukanlah kemauan semua orang. Tapi itu terjadi padaku. Dan menci...
