This love

15.1K 352 8
                                        

Saat David selesai mengangkat telepon dari Sean, ia segera kembali ke kamar inapnya Sasya. Sesampainya disana ia malah melihat Elsye duduk dibangku yang tadi ia duduki.

Dan terlihat juga Sasya yang sudah siuman. Sasya tersenyum lega kepada David, ia senang akhirnya David kembali. Walau begitu, David tetap dapat membaca raut wajah Sasya dan tahu bahwa ada yang ditakutkan oleh Sasya.

David senang akhirnya Sasya sudah sadar, namun ia juga tak bisa menahan kesedihannya atas keguguran yang dialami Sasya. Padahal ia sangat menginginkan bayi dari Sasya, namun Tuhan berkata lain.

Dan juga ia sedih karena cepat atau lambat Sasya akan tahu dan ia tidak akan tahan melihat Sasya yang bersedih. Dilain sisi Sasya melihat David tersenyum getir.

"Kamu sudah sadar?" Tanya David dengan gembira segera mendekati Sasya yang sedang terbaring lemah diranjang.

"Ada apa sayang? Apa yang kamu takutkan?" Bisik David ditelinga Sasya dan ia segera menjawab dengan lirikannya tertuju kepada Elsye.

"Sepertinya kalian butuh waktu berdua, aku akan keluar dulu." Ujar Elsye sebelum David mengusirnya dengan lembut. Elsye sadar kalau Sasya meliriknya, ia segera meninggalkan ruangan.

Sasya takut dengan keberadaan Elsye disekitarnya. Setelah apa yang terjadi padanya sampai ia berakhir dirumah sakit sekarang. Dia memang tidak tahu siapa yang mendorongnya saat itu, tapi dia tahu kalau yang melakukan itu adalah wanita. Dan wanita yang ia kenal di pesta itu hanyalah Elsye dan juga... Camelia.

Sasya berfikir kemungkinan besar yang melakukan hal tersebut adalah Camelia, tapi itu juga tidak menutup kemungkinan kalau Elsye yang melakukannya.

"Sasya, ada apa?" Tegur David sambil menatap Sasya lembut menyadarkan Sasya yang sedang melamun.

"A-aku jatuh karena di dorong, Dave. Aku melihat sendiri sebelum aku tak sadarkan diri, pelakunya wanita." Jelas Sasya berusaha menyakinkan David tentang apa yang ia lihat.

"Aku tahu." Jawab David singkat. Sasya bingung, ia bahkan baru menjelaskannya sekarang tapi David sudah tahu. Ia menatap David dengan bingung.

David yang gemas melihat wajah Sasya segera mengacak-acak poni Sasya dan mengecup kening Sasya dengab lembut. "Sean yang memberitahuku, ia melihat rekaman CCTV dan mengetahui siapa yang melakukannya." Ujar David menjelaskan.

"Apa? Siapa yang melakukannya?" Kata Sasya dengam wajah penasarannya. David menghembuskan nafas berat. Ia juga tidak menduga Camelia berani melakukan ini setelah ia ancam untuk tidak menyentuh Sasya.

"Dia, Camelia." Kata David sambil melihat ke arah Sasya. Sasya terlihat kaget, tapi ia sudah meduganya. Dan sekarang ia merasa bersalah kepada Elsye karena sudah menuduhnya sebagai pelaku.

"Jadi, kamu tidak perlu takut pada Elsye, dia bukan pelakunya." Kata David sambil menahan tawa saat mengingat wajah ketakutan Sasya tadi.

Sasya cemberut melihat David menahan tawa. "Jangan menertawaiku!" Kata Sasya galak. Ia segera bangkit dan merasakan sakit disekujur tubuhnya. Ia meringis saat mencoba bangkit.

"Sya, kamu tiduran aja dulu. Badan kamu masih lemah, sayang." Ujar David mencegahnya bangun ia takut Sasya menanyakan tentang kandungannya. Namun terlambat, Sasya sudah berkaca-kaca.

"Gi-gimana dengan kandunganku?" Tanya Sasya getir sambil menahan tangis. Ia melihat David yang gelagapan dan terus menarik napas panjang.

"Mending kamu istirahat dulu, biar kamu bisa cepat pulih." Ujar David mengalihkan tatapannya ke arah lain. Ia tidak tahan melihat Sasya seperti sekarang ini.

"Jawab aku Dave!" Sasya berteriak dan air mata sudah tak bisa ia bendung lagi. Ia tahu suatu hal buruk telah terjadi pada janinnya.

"Sasya, tenang dulu, sayang," Bujuk David sembari memegang kedua tangan Sasya dengan kelembutan seakan memberi kekuatan agar Sasya bisa lebih tegar.

The Power Of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang