Haii.. Aku kembali :D
Chapter sebelumnya dikit banget ya? Maaf hehe..
Mudah-mudahan chapter ini bisa agak banyakan yaa :D
Happy Reading!
****
Sasya benar-benar bingung dan pasrah dengan sikap Sunny, dia tidak tau harus bagaimana lagi.
Bagaimana pun juga Sasya pernah dekat dengan Sunny dan tidak enak rasanya jika sekarang Sunny menganggap Sasya musuh seperti itu.
Yah.. Dia harus bisa membuktikan kalau dia bukan seperti yang Sunny katakan. Dia bukan ibu tiri yang jahat dan ingin merebut posisi kakaknya dikeluarga ini. Mau tidak mau Sasya harus bisa meyakinkan Sunny.
Sekarang yang dia lakukan hanya menunggu David pulang kerja dan menjelaskan semuanya. Agar dia tak dianggap tidak becus menjaga anak-anaknya.
Akhirnya setelah berjam-jam hingga malam menunggu sambil menonton TV, David pun pulang dengan senyuman lebar dibibirnya. Sepertinya dia sedang bahagia.. Tapi aku harus mengatakan ini sekarang.
"David, aku mau bicara padamu" Ujar Sasya takut perkataannya menghancurkan suasana hati David yang sedang senang.
"Bicara apa?" Ujar David lalu ikut duduk disofa single. Lama Sasya terdiam, tapi akhirnya dia mengeluarkan kata-kata yang ingin dia sampaikan.
"Sunny sedang marah padaku sekarang, dia bilang aku hanya ingin merebut kedudukkan kak Fillia dikeluarga ini" Ujar Sasya menunduk takut untuk melihat raut wajah David.
"Dan.. Maafkan aku, kau pasti akan bilang kalau aku ga becus menjaga anakmu tapi kasih aku kesempatan" Ujar Sasya.
"Aku akan memperbaiki hubunganku dengan Sunny kaya dulu lagi" Lanjut Sasya.
David hanya menghela nafas berat. Dia pasti akan marah padaku, tidak apalah.. Ini memang salahku kan?
"Udah ga perlu dipikirin, dia emang kaya gitu.. Nanti saya coba ngomong sama dia dan tolong kalau bicara sama saya ga perlu pakai bahasa yang terlalu baku" Ujar David lalu pergi meninggalkan Sasya sendiri.
Dia menyuruh Sasya untuk tidak menggunakan bahasa baku. Memang kata yang digunakan Sasya terlalu baku? Lagipula dia sangat aneh, menyuruh untuk tidak menggunakan bahasa baku tapi dia sendiri masih menggunakan kata 'saya' apa itu tidak baku?
Huh.. Mendapat sikap yang lebih sopan dari David saja susah, apalagi mau gantiin posisi Kak Fillia. Kau salah besar Sunny.
****
Tadi malam seusai mandi, David masuk ke kamar Sunny dan bicara dengannya.. Entahlah apa yang mereka bicarakan. Akhirnya aku tertidur dikamar.
Pagi ini sehabis mengantar Sunny ke sekolah aku ingin belanja untuk mengisi kulkas yang sudah mulai kosong. David memang memberiku uang untuk belanja.
Seperti kemarin sebelum menjalankan aktivitas masing-masing, kita sarapan bersama dalam diam.
Lalu tiba-tiba saja David membisikan sesuatu kepada Sunny. Dan dilihat dari raut wajah Sunny, sepertinya dia tidak menyukai apa yang dikatakan David.
Tak lama setelah itu, Sunny terus menatapku dengan marah dan juga ragu. Namun akhirnya dia mau membuka mulut.
"Aunty, maafin Sunny karena kejadian tadi malam" Ujar Sunny seperti terpaksa. "Sunny seperti anak kecil banget yah tadi malem" Ujar Sunny sambil melirik David.
"Sunny 'mungkin' ga akan ngelakuin itu lagi" Ujar Sunny tersenyum manis.
"Sunny.. Kenapa harus pakai kata 'mungkin'? Kau ingin mengulanginya lagi hmm?" Ujar David sambil menatap tajam Sunny.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Power Of Love
RomansaOrang bilang cinta datang karena terbiasa, aku percaya itu dan aku mengalaminya. Tapi bagaimana kalau yang aku alami sekarang adalah cinta bertepuk sebelah tangan? Dibenci banyak orang bukanlah kemauan semua orang. Tapi itu terjadi padaku. Dan menci...
