Ini adalah sarapan pagi bersama yang pertama bagi Sasya, keluarganya tidak pernah sarapan pagi bersama seperti ini sebelumnya.
Ini benar-benar moment yang berharga untuk Sasya, yah walaupun sarapannya dalam keadaan hening dan benar-benar canggung.
David yang sudah selesai makan duluan segera bangkit dari kursi dan berjalan menghampiri Sunny yang duduk di depan Sasya sambil menatap tajam kearah Sasya.
"Papa berangkat dulu ya, mulai hari ini kamu berangkat dengan aunty" Ujar David sambil mengelus kepala Sunny dengan sayang.
"Apa?! Pa.. Aku maunya bareng sama papa" Rengek Sunny manja.
"Ga bisa gitu, sudah ya papa duluan.. Kamu jangan kurang ajar ya sama aunty" Ujar David mengecup puncak kepala Sunny lalu beranjak menghampiri Kevin.
"Hey, jagoan papa! Jangan nakal ya.. Papa pergi dulu" Ujar David kepada Kevin sambil mengusap kepala Kevin dengan sayang.
Sunny hanya menggerutu tidak jelas, dia benar-benar tidak suka sekarang dengan Sasya.
"Sya, saya pergi dulu.. Jagain Kevin dan Sunny" Kata David lalu dia melenggang pergi begitu saja.
Lagi-lagi David mengacuhkannya, saat dipernikahan pun begitu, David lebih banyak diam jika bersama Sasya dan saat ada temannya barulah dia bercanda ria dan itupun bukan kepada Sasya.
Sasya memang tidak boleh berharap lebih, dia kan hanya ingin menjalankan amanat kak Fillia tapi kenapa dia jadi berharap lebih seperti ini.
Sasya sadar dia memang belum diterima oleh keluarga Harrigan atau mungkin takkan pernah? Tapi sampai kapan dia akan bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini? Entahlah..
Selesai makan Sasya segera mencuci piring sebentar lalu mengantar Sunny ke sekolahnya, tentu saja Kevin juga ikut. Sasya memang bisa mengendarai mobil.
Begitu mobil yang dikendarain Sasya sampai di depan gerbang sekolah, Sunny langsung berlari masuk ke sekolah tanpa pamitan dengan Sasya, hanya kepada Kevin.
Setelah itu Sasya segera pulang ke rumah. Selama seminggu ini dia cuti kuliah, izin saat hari pernikahannya dan tidak tau ingin melakukan apa.
"Hey Kev, papa mu dingin sekali ya sikapnya" Kata Sasya sambil terkikik geli. Sasya dan Kevin sekarang sedang berada di ruang keluarga, sedang menonton TV.
"Papa nemang kaya gitu sama semua cewek, tapi kalau sama mama dan oma papa baik kok" Kata Kevin kepada Sasya tapi matanya masih menatap ke layar televisi.
"Oh iya aunty, biasanya kalau ga ada papa aku dijagain sama temen papa yang cerewet banget itu, dia itu nyebelin banget" Kata Kevin lagi.
"Oh ya? Nyebelin kenapa?" Kata Sasya sekedar menanggapi.
"Iya, dia suka marah-marah gitu kalo Kevin ga mau disuruh-suruh, dia juga suka bilang 'kamu itu jangan ngebantah, karna sebentar lagi aku akan jadi mama kamu!' gitu aunt" Ujar Kevin semangat.
"Loh kok gitu sih ngomongnya? Dia siapa emangnya?" Kata Sasya mulai tertarik pada curhattannya Kevin.
"Iya dia ngomong gitu pas mama lagi di rumah sakit, dia namanya tante Elsye" Ujar Kevin.
Elsye? Sepertinya Sasya pernah mendengar nama itu, tapi siapa? Coba diingat-ingat dulu.
Oh iya! Kalau tidak salah, Dia adalah orang yang dijodohin untuk David. Wanita tidak benar dia itu.
"yaudah.. Sekarang kan tante Elsye nya ga ada, jadi kita gausah ngomongin dia ok?" Ujar Sasya.
"Ok! Kevin seneng tau sekarang aunty tinggal disini sama Kevin. Jadi kevin ga perlu ditemenin sama tante Elsye itu" Ujar Kevin semangat.
"Iya, aunty juga seneng bisa ketemu Kevin setiap hari" Ujar Sasya ceria.
"Haha.. Aunty bisa aja, aunty aku mau tidur siang.. Film nya udah abis" Ujar Kevin sambil menguap.
"Oh ya sudah ayo" Kata Sasya. Lalu mereka pergi ke kamar Kevin.
Setelah mengantar Kevin tidur, Sasya sendiri lagi. Sasya bingung mau ngapain, karena dia tidak ada pekerjaan lagi. Akhirnya dia memasak untuk makan siangnya Sunny.
Setelah memasak, Sasya pergi mengendarai mobilnya menuju sekolahannya Sunny.
Dan akhirnya bel pulang berbunyi, Sunny yang baru keluar dan mengenali mobil yang biasa dipakai mamanya untuk menjemputnya segera masuk kemobil.
Sunny segera buang muka saat bertatapan dengan Sasya dikaca depan. Dia sangat marah kepada Sasya saat ini.
Dia sudah yakin sekarang, kalau Sasya hanya ingin menggantikan mamanya dihati papanya, Kevin dan juga dirinya.
Saat sampai dirumah, Sunny segera keluar dari mobil dan memasuki rumah dan diikuti Sasya dibelakangnya.
"Sun, ayo makan siang dulu" Kata Sasya langsung menarik tangan Sunny untuk pergi ke meja makan.
Setelah makan Sunny langsung menatap Sasya dengan tajam. Dia benar-benar marah sekarang karena biasanya yang menyiapkan makanan itu mamanya.
"Aunty! mau aunty itu apa sih?" Ujar Sunny ketus.
"Maksud kamu apaan sih?" Ujar Sasya lembut.
"Udah deh gausah sok baik gitu sama aku! Aku tau apa maunya aunty.. Asal aunty tau ya! Aunty itu ga akan pernah bisa gantiin mama dihati papa!" Ujar Sunny berapi-api.
"Kamu apa-apaan sih Sunny.. Aunty sama sekali gak mau gantiin posisi mama kamu" Ujar Sasya tegas.
"Alah percuma aunty mengelak! Aunty gausah ya pura-pura baik lagi sama aku! Aku tau aunty bersikap seperti ini ada maunya!" Kata Sunny marah.
"Sunny! Mama kamu ga pernah ya ngajarin kaya gini, kenapa kamu sekarang jadi gini? Siapa yang ngajarin kamu?" Ujar Sasya tidak senang.
"Keadaan yang ngajarin aku kaya gini! Secara.. Kalau aku diam aja dan ga memberontak, aku tau aunty akan semakin berkuasa.. Aku ga mau punya ibu tiri! Ibu tiri itu jahat" Kata Sunny lalu dia pergi ke kamar dan menutup pintu kamar dengan keras.
Jadi itu alasan kenapa dia membenciku? Kenapa peran ibu tiri dimata anak itu selalu jahat? Aku tidak pernah ingin berbuat jahat pada mereka..
Akhirnya Sasya menghampiri kamar Sunny dan mengetuk pintu kamarnya.
"Sun! Kamu salah paham" Ujar Sasya di depan pintu kamar Sunny.
"Pergi!! Sunny benci sama aunty! Mama pergi pasti gara-gara aunty juga!" Ujar Sunny di dalam kamarnya. Dia menangis sesegukan.
"Ya tuhan! Kepergian mama kamu itu udah kehendak tuhan! Bukan aunty" Ujar Sasya sedih, dia tidak menyangka kalau Sunny akan menuduhnya membunuh Fillia, kakak kandungnya sendiri!
"Udahlah aunty! Tolong tinggalin aku sendiri" Ujar Sunny sesegukan di dalam kamarnya.
Sasya hanya bisa pasrah, tidak mungkin dia memaksa Sunny untuk mendengarkan penjelasannya.
'Aku menikah dengan David itu sama saja menggantikan posisi kak Fillia benarkah itu? Maafkan aku Sunny' Batin Sasya.
****
Gimana ceritanya? Maksud banget ya? :D
Thanks for reading!! Tunggu kelanjutannya ya.. Kalau bagus vote ya :D
Kritik dan saran ditunggu..
KAMU SEDANG MEMBACA
The Power Of Love
عاطفيةOrang bilang cinta datang karena terbiasa, aku percaya itu dan aku mengalaminya. Tapi bagaimana kalau yang aku alami sekarang adalah cinta bertepuk sebelah tangan? Dibenci banyak orang bukanlah kemauan semua orang. Tapi itu terjadi padaku. Dan menci...
