"Papa, mau kerja ya sekarang?" Tanya Kevin yang saat ini sedang sarapan bersama David, Sunny, dan Sasya.
"Iya, kenapa memangnya?" Ujar David sambil makan.
"Aku mau main sama papa, papa ga usah kerja aja hari ini, temenin aku main" Ucap Kevin dengan polos, David yang mendengar itu hanya tersenyum sambil mengacak-acak rambut jagoannya itu.
"Ga bisa dong, nanti kalo papa ga kerja siapa yang ngasih kamu uang jajan?" Kata David, Kevin yang mendengar itu hanya mengerucutkan bibirnya.
"Tapi kan hanya hari ini" David terkekeh mendengar rajukan Kevin. Dia sadar akhir-akhir ini dia tidak pernah meluangkan waktunya untuk anak-anaknya.
"Sayangnya papa ga bisa juga" Kevin langsung mendesah kecewa dengan ucapan David. Akhirnya David punya ide, dia akan mengajak keluarganya liburan di Bali.
"Jangan sedih dong, jagoan papa. Janji deh, sebagai gantinya, kita akan liburan ke Bali" Ucap David yang langsung membuat Kevin dan Sunny menatapnya dengan berbinar-binar. Sasya diam-diam tersenyum melihat tingkah Sunny dan Kevin.
"Kapan, pa?" Tanya Sunny antusias.
"Papa akan usahain biar kita bisa liburan secepatnya" Kata David, yah dia akan menyelesaikan perkerjaannya di kantor agar bisa liburan secepatnya. Kalau bisa, dia ingin liburan minggu depan.
"Sunny, ayo papa anterin ke sekolah" Ujar David lalu mereka pergi ke luar, tapi tiba-tiba David berbalik seakan ada yang terlupakan.
Dia berbalik menghampiri Sasya dan mengecup kening Sasya lama, lalu mengacak-acak rambut Sasya dengan sebelah tangannya.
"Aku pergi dulu ya" Kata David dengan seulas senyum. Sasya hanya bisa terbengong karena perubahan sikap David.
Jantungnya berdetak sangat cepat, rasanya seperti banyak kupu-kupu yang berterbangan di dalam perut, hati Sasya menghangat karena perlakuan David barusan.
*****
Sasya sangat bosan dirumah terus-menerus di rumah. Akhirnya dia lebih memilih untuk berjalan-jalan ke taman bersama Kevin.
Dia duduk di salah satu bangku taman yang ada di dekat pohon dengan Kevin yang duduk disampingnya.
"Aunty, aku mau es krim itu" Kata Kevin sambil menunjuk stand es krim yang pojok taman.
"Yaudah, ayo kita beli" Kata Sasya lalu menggendong Kevin dan berjalan menuju stand es krim.
"Sasya!" Panggil seseorang saat Sasya sedang mengantri es krim. Sasya segera menoleh, dan mendapati Sean yang sedang berlagak keren di depan para wanita yang sedang terpesona menatapnya. Sasya hanya memutar kedua bola matanya melihat itu.
"Akhirnya kita ketemu lagi, aku kangeeenn banget sama kamu" Ujar Sean sambil berusaha memeluk Sasya namun segera ditangis oleh Sasya.
"Yah Sasya, kenapa ga mau dipeluk sama orang ganteng sih?" Gerutu Sean.
"Aku sudah punya suami" Kata Sasya sambil mengangkat tangannya menunjukkan cincin yang bertengger manis dijarinya.
"Ouch! That's hurt. I just want to hug you" Sasya langsung mencubit pinggang Sean "Ok, aku mengalah" Kata Sean sambil mengangkat kedua tangannya seperti ditangkap polisi.
"Oh ya, ini Kevin kan? Wah kau sudah besar ya, little tiger!" Kata Sean sambil mengacak-acak rambut Kevin.
"Uncle Sean?" Kevin melihat Sean dengan tatapan heran, seakan baru menyadari keberadaan Sean.
"Ya, kau lupa dengan wajahku yang tampan ini?" Kata Sean sambil menaikan satu alisnya.
"Wow, Uncle kok kenal dengan aunty?" Tanya Kevin setelah mendapatkan es krimnya dan berjalan menuju bangku taman yang tadi di duduki Sasya.
"Yah gitu deh" Kata Sean, Kevin hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dan sibuk dengan es krimnya.
"Sya, kenapa Kevin manggil kamu 'aunty' sih?" Protes Sean kepada Sasya.
"Biarin aja, toh aku emang bukan mamanya, jadi terserah dia mau manggil aku apa" Kata Sasya mengangkat kedua bahunya acuh, sebenarnya dia juga ingin diakui sebagai ibu, tapi ya dia mau bagaimana lagi?
"Tapi kan seenggaknya mereka bisa manggil kamu bunda, mami, atau apalah" Kata Sean dengan kesal.
"Nope, aku lebih akrab dengan sapaan aunty" Kata Sasya akhirnya, Sean hanya menghela napas pasrah.
*****
Setelah lelah bermain ditaman, Sean langsung mengantarkan Kevin dan Sasya pulang tak lupa pula untuk menjemput Sunny. Tapi, sepertinya Kevin dan Sunny belum puas bermain bersama Sean sehingga mereka bermain kembali dihalaman belakang rumah.
Sasya hanya duduk di gazebo melihat ketiganya yang sangat akrab. Tiba-tiba saja terdengar dehaman yang membuat pergerakan mereka terhenti.
"Ngapain lo disini?" Tanya David kepada Sean yang sedang menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal karena tatapan tajam dari David.
"Hmm.. Gue, gue cuma mau main aja sama Ke-Nny" Kata Sean dengan cengiran.
"Sejak kapan lo berani main ke rumah gue disaat gue ga ada?" Tanya David lagi sambil menaikan satu alisnya dan memberi tatapan tajam menusuk ke arah Sean.
"Udah udah, Tadi pagi aku jalan-jalan sama Kevin trus ketemu Sean deh" Jelas Sasya saat melihat Sean yang gelagapan.
"Terus ngapain lo ikut ikutan pulang ke rumah gue sampe sore begini?" Kata David kepada Sean.
"Ya gue keasikan main sama Kenny" Ucap Sean, David menaikkan satu alisnya tak percaya.
"Yaudah sana pulang sekarang" Usir David ketus.
"Yaahh, jahat amat, man. Boleh kali numpang makan dulu disini" kata Sean dan David hanya mendengus kesal.
"Modus lo, bilang aja mau deket-deket Sasya! Dasar bule kere, pake numpang makan segala" Kata David mengakhiri ketegangan yang terjadi. Sean hanya nyengir tidak jelas.
*****
"Oh ya. Dave gue mau ngajak lo sama keluarga kecil lo ini dateng ke pesta gue minggu dep.." Belum sempat Sean menyelesaikan ucapannya, namun, sudah dipotong dengan cepat oleh David.
"Ga bisa!" Potong David, Sean langsung melongo mendengarnya, bahkan dia belum selesai bicara, tapi David sudah menyelanya dan mengatakan tidak bisa, Apa-apaan itu.
"Why?" Kata Sean heran
"Gue mau berlibur sama keluarga gue minggu depan" Jawab David yang membuat Sean mendengus kesal.
"Jadi, lo nyuruh gue kerjain kerjaan lo dikantor karena lo mau liburan? Ga adil, gue juga mau liburan kali" Protes Sean, yah sesudah selesai Kuliah, Sean memang bekerja di perusahaan Harrigan, sebenarnya Sean juga punya perusahaan keluarganya sendiri, tapi dia malas untuk menjadi CEO utama sehingga dia hanya menjadi pemimpin hanya dibeberapa cabang danadiknya lah yang menjadi CEO utama, Jadi dia hanya membantu David diperusahaan Harrigan.
"Ck! Nanti setelah gue liburan baru deh lo bisa liburan sesuka hati lo" Kata David dan Sean hanya mengangguk pasrah. Dan mereka melanjutkan makan malam yang tertunda tadi.
°°°°°
Akhirnya, Chapter ini selesai, panjang gak? Panjang dong hehe.
Makasih ya yang udah mau meluangkan waktunya untuk baca, comment, dan nge vote cerita yang keren abis ini, keren dari mananya coba? :D
Ditunggu aja yaa next chap nya, aku udah mulai usahain nih buat update seminggu sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Power Of Love
RomanceOrang bilang cinta datang karena terbiasa, aku percaya itu dan aku mengalaminya. Tapi bagaimana kalau yang aku alami sekarang adalah cinta bertepuk sebelah tangan? Dibenci banyak orang bukanlah kemauan semua orang. Tapi itu terjadi padaku. Dan menci...
