He Changed

12.7K 311 2
                                        


    Sasya perlahan membuka kedua matanya, dan yang pertama kali dia lihat adalah David. Pria yang ia cintai sekarang, namun sulit untuk digapai.

    Sasya hanya memperhatikan wajah David yang sedang tertidur itu. Tenang dan lembut, seperti bayi yang tidak mempunyai masalah.

    Sasya memperhatikan mata David yang terpejam, turun ke hidung yang mancung, dan ke bibir yang sangat menggoda.

    "Sudah puas memperhatikan wajahku? Kau ingin merasakan bibir ini?" Ujar David mengagetkan Sasya.

    Ya tuhan dia sudah bangun, dan aku tertangkap basah memperhatikannya. Sasya membatin. pipinya memerah karena malu.

    "Ti-tidak" Ujar Sasya tergagap, pipinya merona merah, malu.

    Sasya langsung beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi. Sudah cukup dia mempermalukan dirinya didepan David seperti tadi.

    Sementara itu David hanya tersenyum geli melihat tingkah Sasya. Pipinya yang merona jika digoda itu sangat lucu (?)

    Setelah Sasya keluar dari kamar mandi, David segera melewati Sasya dan masuk ke kamar mandi.

    Saat Sasya berjalan menghampiri walking closet, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan munculah kepada David.

    "Sya, nanti kuliah jam berapa?" Tanya David dibalik pintu.

    "Sebentar lagi" Kata Sasya, dia heran tiba-tiba saja David menanyakannya.

    "Oh yaudah, nanti aku antar" Kata David lalu menutup pintu kamar mandi lagi.

    "Kerasukan apa dia bisa tiba-tiba baik begitu" Gumam Sasya heran sambil menggeleng-gelengkan kepala.

   Dan disinilah Sasya sekarang, di dalam mobil bersama David. Tidak ada yang bicara di dalam mobil, Sasya sibuk dengan pikirannya sementara David fokus menyetir.

    "Sya, sudah sampai" Ujar David membuyarkan lamunan Sasya.

    "Eh iya.. Yasudah aku pergi dulu" Ujar Sasya gugup.

    Tiba-tiba David melepas seatbelt nya dan mencondongkan badannya ke arah Sasya. Dikecupnya kening Sasya, dan Sasya hanya terbengong dengan ini semua.

    "Ya, hati-hati" Ujar David pelan. Entah kenapa David ingin memperlakukan Sasya seperti ini, dia sedang berusaha menerima Sasya dikehidupannya.

    Sudah saatnya dia membuka hatinya untuk istri barunya, dan tidak seharusnya dia bersedih seperti ini karena kepergian Fillia.

    Fillia sendiri yang meminta Davie untuk menjaga Sasya, menikahi Sasya. Dan sekarang sudah saatnya David bangkit dari keterpurukan dan menerima Sasya apa adanya.

   

    Sasya keluar dari mobil dan berjalan ke arah kelas dengan wajah terbengongnya. Dia tidak menyangka David mencumnya, yah walaupun itu hal sederhana. Mencium kening, itu hal yang biasa. Tapi, itu bukan hal biasa bagi Sasya.

    Selama ini, David tidak pernah memperlakukannya dengan kasih sayang. David menciumku? Pikir Sasya lalu memegang keningnya yang tadi dicium David.

    David hanya memperhatikan Sasya dari dalam mobil, dia melihat Sasya menyentuh kening yang tadi ia cium. David langsung melajukan mobilnya ke kantor.

    Sesampainya dikantor, dia langsung berkutat dengan laptopnya. Memandang layar laptop dengan serius, dan tangannya sibuk mengetik.

    Fokusnya buyar karena sahabatnya yang langsung masuk keruangannya tanpa mengetuk, hal ini sudah biasa dilakukan sahabatnya.

    "Berapa kali gue bilangin, kalo masuk ketuk pintunya!" Ujar David melirik tajam sahabatnya.

    "Hehe.. Sorry bos" Ujar sahabatnya itu yang langsung duduk disofa yang ada diruangan ini.

    "Ck! Ngapain kesini bukannya kuliah!" Ujar David berdecak kesal. Yah dia memang beda beberapa tahun dengan sahabatnya ini, dia 27 tahun sedangkan sahabatnya ini 22 tahun. Seumuran dengan Sasya.

    "Males, Eh kemaren gue dapet kabar istri lo meninggal, sekarang gue denger lagi lo punya istri baru! Siapa istri baru lo, man?" Ujar sahabatnya serius.

    "Iya.. Dia adik ipar gue" Ujar David menghembuskan nafas kasar.

    "What!!" Teriak sahabatnya kaget, lebay.

    "Biasa aja dong kagetnya! Lebay lo gak ilang-ilang ya!" Ujar David kesal.

    "Siapa namanya?" Kata sahabat David penasaran.

   "Sasya Fuzzelta" Kata David tenang namun itu membuat sahabatnya membelalakan matanya.

    ****

   

    Haii! Akhirnya part ini selesai, ditunggu ya next partnya. Pada penasaran gak siapa sahabatnya David? :D

    Saran dan kritiknya yoo ;)

The Power Of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang