Accident

9.8K 298 16
                                        

Sasya's POV

Saat aku membuka kedua mataku, dan aku sudah berada di kamarku dan David dengan aku yang terbaring diatas ranjang king size yang empuk dan nyaman.

Aku mengingat-ingat mengapa aku bisa berada disini. Ah ya, pasti ulah David. Aku tadi tertidur saat perjalanan pulang setelah dari restoran.

Pasti dia yang memindahkanku kesini, iya lah tidak mungkin ia meninggalkanku di mobil sendirian dengan keadaan mesin mati dan tidak ada udara. Bisa mati aku.

Aku menegakkan badan dan menyenderkan punggungku ke dinding, menyapu pandanganku keseluruh sudut ruangan tapi tak menemukan keberadaan David. Dimana dia?

Aku bangkit dari tempat tidur berniat mencari David, tetapi pintu kamar tiba-tiba terbuka dan muncul lah sosok yang sedari tadi kucari.

"Hei, gimana tidurmu? Nyenyak?" Ujar David sedikit sedikit terkejut karena berpapasan denganku.

"Ya, begitu lah," jawabku sambil tersenyum canggung. Padahal aku sudah sering bertatap-tatapan dengannya, tapi jantungku masih saja berdebar dengan kencang sampai-sampai aku takut David bisa mendengarnya.

Dia berjalan mendekatiku dengan senyum mengembang di bibirnya. Saat berhadapan denganku, ia mendekatkan wajahnya ke telingaku dan itu semakin membuatku gugup.

"Aku suka melihatmu salah tingkah seperti ini," bisiknya tepat di telingaku lalu mengecup pipiku dengan cepat.

Aku merasakan panas di pipiku. Kurang ajar David, dia berusaha menggodaku dan itu berhasil.

Drrtt drrtt

Tiba-tiba handphone yang ditaruh David di nakas bergetar, ia segera mengangkat telepon dan terlihat dari wajahnya bahwa ia tidak suka pada orang di telepon itu.

David berjalan menuju balkon yang ada dikamar ini dan menghilang dibalik pintu yang menghubungkan kamar ini dengan balkon.

Setelah beberapa menit ia pergi ke balkon, David akhirnya kembali dengan wajah datar. Aku tidak tahu apa yang terjadi, aku tak bisa mendengar percakapan ia dengan orang yang menelponnya, David pun tidak menampilkan ekspresi apapun. Ia sulit ditebak.

"Ayo kita bersiap, kita akan pergi ke pesta Camelia," ujar David tanpa ekspresi. Jadi yang menelpon tadi adalah Camelia, kenapa dia mengundang kami? Dia bahkan sangat tidak suka dengan aku.

"Ini pesta untuk merayakan perusahaan keluarganya yang sudah berusia 32 tahun, ayah nya yang mengundangku minggu lalu," jelas David seakan tahu pertanyaan yang muncul dalam pikiranku.

Aku pun hanya mengangguk dan bersiap-siap untuk pergi ke pesta ulang tahun perusahaan keluarganya Camelia.

******

Aku berdiri di depan cermin besar, terlihat diriku yang dibalut dengan gaun hitam yang sangat memperlihatkan lekuk tubuhku dan juga dadaku. Aku akui gaun ini cantik sekali, hanya saja gaun ini sangat seksi. Dan wajah yang dipoles dengan make up natural menambah kesan cantik pada diriku.

 Dan wajah yang dipoles dengan make up natural menambah kesan cantik pada diriku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
The Power Of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang